I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Pertanyaan Rafael


__ADS_3

Rafael kini menarik kendali diri dengan melepaskan pertautan bibir dan menelusuri setiap sudut kulit putih sang istri.


Di saat bersamaan, indra pendengarannya menangkap suara ******* wanita yang semakin melengkung tubuhnya, seolah menunjukkan sangat menikmati setiap sentuhan.


Rafael kini mendongak menatap wajah Alesha yang memerah itu. "Aku sudah memasang alat peredam suara agar kamu bisa mengeksplore semuanya, Sayang. Jadi, jangan menahannya."


Sementara itu, Alesha saat ini hanya tersenyum malu seperti seorang perawan yang baru melakukan hubungan dengan seorang pria.


'Aku sudah benar-benar sangat gila,' umpatnya pada diri sendiri karena kini benar-benar tidak malu saat tadi merayu sang suami dan mengajak terang-terangan untuk bercinta.


Hingga ia pun kembali memejamkan mata saat sang suami kembali melanjutkan kegiatan intim mereka.


Alesha yang tidak bisa mengendalikan diri lagi, kini menjerit saat sensasi luar biasa menghantamnya.


"Sayang!" jerit Alesha yang kini mencapai puncak pertamanya.


Seketika tubuhnya menegang atas kedahsyatan puncak kenikmatan yang dirasakan.


Bahkan saat ini ia merintih atas perbuatan pria yang membangkitkan kenikmatan murni dan seperti sanggup membuat jantungnya berhenti berdetak saat itu juga.


Bahkan ia ingin sang suami segera melakukan kegiatan inti hingga membuat tubuhnya melebur saat merasakan kenikmatan fisik yang jauh melebihi apapun.


"Sayang, aku sangat mencintaimu dan tidak akan pernah berselingkuh dengan wanita lain." Rafael berbicara setelah melepaskan pertautan bibirnya.


Deru napas memburu dan degup jantung yang berdetak kencang melebihi batas normal, membuat Alesha yang kini sudah mulai menormalkan deru napas, bisa melihat wajah pria yang sangat tampan itu.


"Aku percaya padamu, Sayang." Kemudian Alesha mencium pipi putih sang suami untuk mengungkapkan cintanya.

__ADS_1


"Aku selalu membuatmu kalah. Padahal belum melakukan apa-apa. Sekarang aku tidak akan membuatmu berhenti menjerit dan meneriakkan namaku dengan suaramu yang seksi dan sangat merdu di telingaku."


"Bersiaplah dan nikmati saja, Sayang!" ucap Rafael dengan tersenyum menyeringai.


Belum sempat Alesha membuka mulut, ia membulatkan mata saat pria yang kini mulai mengirimkan gelombang kenikmatan spektakuler dengan kulit menegang dan memanas.


Ia sebenarnya merasa sangat malu karena dari tadi tidak berhenti mendesah dan menghiasi keheningan di dalam kamar. Tapi malah mendapatkan sebuah perintah dari sang suami.


Tubuh Alesha memanas atas perbuatan sang suami. Suara bernada tegas yang masih penuh dengan kendali diri, benar-benar menjadi suara paling merdu di telinga Alesha.


Semua rasa malu seolah sirna karena perbuatan liar dari pria yang menatapnya dengan sangat tajam.


Deru napas memburu, debaran jantung tidak beraturan dan juga hawa panas dari tubuh sosok pria yang masih intens mengunci pandangan, membuat ia benar-benar terbuai dan larut dalam definisi orgasme yang luar biasa hingga membuat Alesha merasa seperti mau meledak di tepi jurang terdalam.


Sudut bibir Rafael melengkung ke atas, membentuk senyuman menyeringai ketika melihat wajah sang istri semakin cantik dengan wajah memerah saat dikuasai oleh gairah.


"Iya, aku akan membuatmu semakin tergila-gila karenaku, Sayang," sahut Rafael yang kini masih sibuk untuk membebaskan diri dari gairah tertahan selama kehamilan sang istri.


Beberapa saat kemudian, Alesha kembali meledak saat mencapai puncak kenikmatan dan merasa telah terbang ke nirwana yang mengirimkan sejuta denyut kenikmatan hingga terdengar suara jantung berdetak melebihi batas normal.


Karena tidak ingin menyiksa sang istri, Rafael mengumpat ketika mencapai puncak.


Umpatan yang lolos dari bibir Rafael terdengar sangat seksi di telinga Alesha. Ia melihat bagaimana ekspresi dari seorang pria yang telah membuatnya gila.


Geraman parau dan sorot mata tajam, dan merasakan tubuh sang suami menegang saat mencapai puncak. Tidak hanya itu saja, bahkan ia mendengar suara parau itu tengah menyebutkan namanya.


"Alesha, aku mencintaimu, Sayang." Kemudian Rafael merapikan anak rambut yang sebagian menutupi wajah yang masih memerah seperti buah Cherry tersebut. "Istriku terlihat makin seksi dan cantik."

__ADS_1


Sementara itu, hal berbeda kini dirasakan oleh Alesha begitu melihat pria yang sangat lembut memperlakukannya.


Alesha menatap wajah dengan rahang tegas di hadapannya dan mengingat semua kegilaannya hari ini dengan sang suami.


'Otakku telah terkontaminasi dengan hal-hal yang kini membuatku menjadi berpikiran liar,' gumamnya yang kini sibuk merutuki kebodohan sendiri.


Alesha mengarahkan tangan untuk mendorong tubuh kekar sang suami agar melepaskan kuasa karena kembali menggodanya.


"Iya, maaf." Rafael hanya terkekeh geli saat melihat sang istri mengerucutkan bibir. Kini, jemari dengan buku-buku kuatnya, mengusap wajah memerah tersebut dan membisikkan sesuatu di dekat daun telinga wanita yang memerah wajahnya.


"Aku sangat mencintaimu, Sayang."


Sementara itu, Alesha yang kembali melayang karena ungkapan cinta pria yang baru saja membisikkan kalimat cinta, kini membuatnya merasa terbang ke nirwana dengan sejuta perasaan membuncah di pikiran.


Namun, ia sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun karena merasa seperti suaranya tercekat di tenggorokan.


Bisa dilihatnya sosok pria dengan tubuh penuh cetakan otot perut yang sangat indah tersebut semakin mempesona di matanya.


Entah mengapa ia merasa setiap pergerakan pria di hadapannya tersebut terlihat sangat seksi, hingga membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangan dari tadi.


Ia menyadari sifat nakal yang membuatnya tidak merasa malu lagi pada sosok pria yang sudah beberapa kali mengirimkan denyut kenikmatan luar biasa hebat yang menghantam setiap sudut tubuhnya.


"Aku juga sangat mencintaimu, Sayang. Aku ingin kebahagiaan ini selamanya kurasakan." Alesha kini merapatkan tubuhnya dan melingkarkan tangan untuk memeluk tubuh sang suami yang sangat dicintai.


"Tentu saja. Kita akan bahagia selamanya dan memiliki anak-anak yang lucu. Oh ya, kamu ingin punya anak berapa?" tanya Rafael yang akan menuruti keinginan dari sang istri dan tidak akan menargetkan berapa anak yang diinginkan.


Itu karena ia tahu seperti apa perjuangan ibu hamil hingga melahirkan saat melihat Aealeasha dulu yang membuatnya tidak tega.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2