I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Penyebab pertengkaran


__ADS_3

Saat Alesha sedang mencoba untuk menenangkan perasaan karena marah pada Rafael dan memikirkan tentang harga diri yang berhubungan dengan masa lalunya ketika ia dibeli oleh orang tua Alex, mendengar suara bariton dari seseorang yang sangat dihafal.


Begitu ia menoleh ke belakang, melihat sosok pria yang tak lain adalah Alex. Pria yang menjadi penyebab kegalauan karena tadi sempat mengigat masa lalu.


'Alex? Kenapa dia ada di sini? Bukannya tadi ia sudah pergi? Atau tuduhan dari Rafael benar? Bahwa Alex sengaja menguntit? Tidak mungkin! Alex bukanlah tipe pria yang suka membuang waktu berharga seperti mengikutiku.'


'Apalagi ia tidak mengenalku karena sedang amnesia. Mungkin itu akan terjadi jika dia masih mengingat semuanya, tapi saat kehilangan sebagian memori yang di antaranya kenangan bersamaku, aku yakin jika itu adalah hal buruk yang tidak ingin dikenang.'


Saat Alesha tidak tahu harus berbicara apa, untuk menanggapi panggilan Alex, ia kali ini memilih untuk mengunci rapat bibirnya karena masih kesal. Ia berpikir jika Alex tadi berbicara sesuatu hal pada Rafael.


Hal itulah yang membuat Rafael marah padanya begitu berbicara dengan dengannya dan ia balas hal sama, yaitu kemurkaan.


Sementara itu, Alex yang tadi masuk ke dalam lift, begitu keluar dari kantin rumah sakit, melihat sesuatu di sana. Ia mengingat jika itu adalah milik Alesha dan berniat untuk mengembalikan sesuatu di tangannya pada wanita dengan wajah masam tersebut.


Tadi ia kembali ke kantin dan tidak sengaja melihat perdebatan antara Rafael dan Alesha. Meskipun ia tidak bisa mendengar dengan jelas suara dua orang itu, bisa melihat saat Alesha menyiram wajah Rafael dengan minuman berwarna orange itu.


Ia yang tadi tersenyum menyeringai karena berhasil membuat hubungan Rafael dan Alesha tidak baik, langsung bersembunyi.


Apalagi Alesha berjalan keluar kantin dengan wajah memerah dan tidak ingin wanita itu mengetahui bahwa ia melihat pertengkaran, sehingga bersembunyi di balik dinding dan mengikuti ke mana perginya langkah kaki jenjang itu.


Selama beberapa menit ia menunggu perasaan Alesha tenang. Merasa sudah cukup lama memberikan waktu dengan berdiri di belakang bangku panjang tersebut, kini Alex berjalan mendekat dan mengulurkan sesuatu di dalam telapak tangannya.


"Ini milikmu, bukan?"

__ADS_1


Alesha yang kini menunduk menatap ke arah telapak tangan dengan buku-buku kuat tersebut, mengerjapkan kedua mata karena Alex membawa sesuatu yang tadi dicari.


Saat tiba di kantin tadi, ia mencari ikat rambut yang tadi disimpan di saku pakaian. Namun, saat berada di kantin dan berniat untuk mengikat rambut saat merasa risi dan panas, tidak berhasil menemukan dan berpikir jatuh di suatu tempat.


Ia sama sekali tidak pernah menyangka jika Alex mengetahui bahwa itu adalah ikat rambut miliknya. Padahal di rumah sakit, ada banyak orang dan merasa heran jika Alex mengetahui itu miliknya.


Apalagi ikat rambut itu sangat spesial karena yang dulu membeli itu adalah Alex sendiri untuknya. Dulu, ia dan Alex pergi ke Mall dan melihat ikat rambut cantik. Namun, ia tidak mengambil itu karena takut dianggap minta macam-macam.


Sebenarnya ia berencana untuk kembali lagi setelah selesai menemani Alex, tapi tidak disangka jika pria itu megambil ikat rambut yang tadi dipegang dan diinginkan. Kemudian memberikan padanya setelah membayar.


Ikat rambut dengan bentuk bunga baby breath berwarna putih yang mengembang dan membuatnya merasa sangat cantik hanya dengan mengikat rambut dengan itu.


'Bagaimana mungkin ia bisa tahu tentang ikat rambut ini? Apa ia mengingat dulu yang membeli itu? Konyol sekali. Itu tidak mungkin,' gumam Alesha yang saat ini memilih untuk menggeleng perlahan, tanda tidak membenarkan karena terpaksa harus berbohong.


Sementara itu, Alex yang tadi jelas-jelas melihat Alesha memakai ikat rambut berwarna putih di rambut panjang hitam berkilat tersebut, mengerutkan kening.


"Aneh sekali. Padahal mataku masih normal dan melihat jika tadi di kelas, kau memakai ini. Sepertinya kau tidak mau menerima ini karena sudah kupegang. Lebih baik aku simpan saja, dari pada sakit hati karena berpikir jika kamu jijik padaku."


Alex kini memilih untuk memasukkan ikat rambut itu ke dalam saku celana dan saat ia hendak berjalan meninggalkan Alesha, langkah kaki seketika terhenti begitu mendengar suara wanita itu.


Tanpa menoleh ke arah belakang, ia saat ini mengerutkan kening karena heran dengan sikap wanita itu yang berubah-ubah.


Alesha yang awalnya merasa tertampar dengan kalimat sindiran dari Alex, merasa tidak enak dan takut jika pria itu malah terbebani. Namun, ia kali ini tidak bisa berpikir jernih saat sedang kesal dan marah, sehingga memilih untuk kembali meledakkan emosi pada Alex.

__ADS_1


"Tunggu! Bukan seperti itu! Kenapa kamu dan dia sama saja? Seolah menyudutkan dan selalu membuatku kesal? Bahkan kalian seolah tidak mengizinkan aku untuk tenang walau hanya beberapa menit saja."


Beberapa kali Alex mengerjapkan kedua mata karena tadi berpikir jika Alesha menghentikan langkah kakinya karena ingin meminta maaf. Namun, kenyataan lain ia alami, sehingga refleks langsung berbalik badan dan membuatnya melihat sosok wanita dengan raut wajah memerah tersebut masih mengarahkan tatapan tajam.


"Apa yang kamu lakukan, Alesha?" Alex Clarkson kali ini pun ikut tersulut emosi saat dijadikan pelampiasan oleh Alesha.


Ia yang sama sekali tidak bersalah, menjadi ikut terkena dampak omelan oleh Alesha dan merasa tidak terima.


Sementara Alesha yang kini mengerutkan kening karena tidak paham dengan pertanyaan dari Alex, langsung mengungkapkan pertanyaan untuk menguraikan rasa ingin tahu di otak.


"Apa maksudmu? Kenapa kamu bertanya seperti itu padaku?"


"Apa kamu selalu saja marah pada orang lain? Kemudian melampiaskan pada orang yang sama sekali tidak bersalah? Suasana hatimu sedang buruk dan pasti karena kekasihmu itu, bukan? Sekarang aku yang tidak tahu apapun, ikut terkena imbasnya," sahut Alex yang semakin merasa kesal begitu melihat respon Alesha karena wanita di hadapannya tersebut langsung tertawa terbahak-bahak.


Bahkan Alex Clarkson yang saat ini mengerutkan kening, sama sekali tidak mengerti arti dari tawa Alesha dan ia hanya diam hingga wanita itu berhenti tertawa.


"Kekasih? Orang tidak bersalah?" Alesha seperti sedang berbicara dengan seorang anak kecil karena tidak sadar akan kesalahan sendiri.


Bahkan ia yang saat ini tertawa miris, ingin sekali membawakan cermin besar agar pria di hadapannya tersebut bercermin dan bisa melihat kesalahan sendiri tanpa harus susah payah menjelaskan.


Sementara Alex Clarkson masih diam di tempat dan perkataan Alesha barusan seolah wanita itu tidak membenarkan tentang dua poin itu.


'Apa Alesha dan pria itu bukanlah sepasang kekasih? Apa ia berpikir aku bersalah atas pertengkaran mereka? Memangnya mereka bertengkar karena aku?'

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2