I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Apa yang dilakukan Rafael?


__ADS_3

Alesha saat ini menatap pria yang meminta untuk tidak pergi dari ruangan kamar dan membuatnya merasa aneh atas permintaan Rafael yang saat ini tengah menatapnya dengan intens dan seketika membuat degup jantung tidak beraturan.


'Apa yang sebenarnya ia inginkan dariku? Kenapa menyuruhku untuk tetap bersamanya di dalam kamar? Memangnya ia mau berbuat apa?' gumam Alesha yang saat ini tengah menyembunyikan kegugupan.


Hingga lamunannya seketika buyar begitu mendengar suara bariton dari pria yang saat ini seolah mengejeknya karena berpikiran macam-macam dan tidak sesuai dengan apa yang ada di otaknya.


"Apa kamu lupa bawa aku tadi mengatakan pada semua orang bahwa kita bulan madu di dalam kamar agar bisa segera membuatmu hamil? Jika sekarang kamu keluar, pasti mereka berpikir macam-macam." Rafael yang melihat wanita di dekat pintu tersebut seperti melamun, seketika menjelaskan dan mengingatkan.


Hingga ia mengerutkan kening begitu menebak apa yang dipikirkan Alesha. "Apakah kamu berpikir bahwa aku menahanmu di dalam kamar karena ingin ditemani? Astaga! Sepertinya sekarang kamu gampang salah paham semenjak berhubungan dengan mantan sugar daddy-mu itu."


Rafael seketika terbahak begitu melihat ekspresi wajah wanita yang seolah mengungkapkan bahwa apa yang dipikirkannya benar.


Sementara itu, Alesha saat ini hanya diam dan menahan kekesalan yang dirasakan ketika diejek habis-habisan oleh pria yang bermula dari hubungan antara sugar baby dan sugar daddy.


'Sialan! Apa ia lupa jika posisinya juga merupakan sugar daddy-ku? Rasanya Ingin sekali aku membungkam mulutnya dengan bantal agar tidak terus menertawakan aku,' umpat Alesha yang saat ini memilih untuk melangkahkan kaki jenjang menuju ke arah sofa dan tidak memperdulikan Rafael.


Dengan hati dongkol dan marah, Alesha kini berbaring di atas sofa dengan posisi memunggungi pria di atas ranjang tersebut dan memejamkan mata sambil mengumpat di dalam hati.


Tentu saja yang diumpet adalah pria yang terus saja menertawakan dirinya. 'Aku benar-benar muak dengan sikap Rafael. Sialnya, pria itu adalah sugar daddy-ku sekarang sekaligus suami di atas kertas.'


'Lebih baik aku tidur saja karena hari ini sangat lelah jiwa raga. Bahkan otaku terforsir karena memikirkan pria berengsek ini.'


Alesha yang sudah memejamkan mata dan tidak lagi mendengar suara tawa penuh ejekan dari Rafael, berpikir bahwa ia bisa tidur nyenyak karena matanya sangat lelah serta pikiran yang dipenuhi oleh berbagai macam pertanyaan dan membuatnya tersiksa karena tidak menemukan jawaban.


Namun, ketenangan itu hanya berlangsung beberapa detik saja karena lagi dan lagi suara bariton pria yang dianggap sangat menyebalkan tersebut kembali mengganggu indra pendengaran.


"Lebih baik kamu tidur saja di atas ranjang. Biar aku yang tidur di sofa." Rafael yang awalnya berniat untuk kembali merebahkan tubuhnya dan tidur selama 1 jam, mengurungkan niat begitu melihat Alesha tidur di atas sofa.

__ADS_1


Jadi, langsung berjalan mendekat dan menyuruh Alesha pindah ke atas ranjang. Namun, niat baiknya sama sekali tidak ditanggapi oleh wanita yang masih memunggunginya.


"Tidak perlu karena aku lebih nyaman tidur di sini. Santai saja dan tidak perlu mengkhawatirkan aku." Alesha menjawab tanpa membuka mata dan berharap Rafael segera kembali ke atas ranjang.


Merasa sangat kesal karena selalu saja tidak mendapatkan sambutan ketika melakukan sebuah hal baik pada wanita keras kepala dan dianggap egois itu, refleks Rafael berjalan mendekat.


Ia membungkuk untuk segera meraup tubuh wanita yang seketika menggeliat serta mengungkapkan rasa kaget atas perbuatannya. Tentu saja karena berniat untuk membaringkan wanita itu ke atas ranjang.


"Dasar keras kepala!" sarkas Rafael yang saat ini sudah berhasil memindahkan tubuh ringan tersebut ke atas lengannya.


Meskipun merasakan pergerakan dari Alesha yang berusaha untuk turun dari atas gendongannya.


"Rafael, apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!" seru Alesha yang saat ini mencoba untuk turun, tapi tidak bisa melakukannya karena kekuatan pria yang menggendongnya tersebut melebihi dirinya.


Di sisi lain, Rafael yang saat ini berpikir bahwa Alesha merasa kesal karena disentuh olehnya dan berpikir sebaliknya ketika membayangkan wanita dalam gendongannya tersebut bersama Alex.


Seperti biasa, Alesha merasa sangat kesal karena apapun yang dilakukan selalu saja dikaitkan dengan Alex, sehingga saat ini ingin meluapkan semua yang dirasakan pada Rafael.


"Kenapa kamu selalu saja menyebut nama Alex saat kita bersama seperti ini? Apa kurang jelas apa yang kukatakan bahwa ingin menyelesaikan perjanjian kita secara baik-baik tanpa mempermalukanmu karena berhubungan dengan Alex."


Saat Rafael yang tadinya hanya berniat baik dan tidak mendapatkan sambutan yang sepadan, sekarang melakukan hal yang sama seperti Alesha.


"Kalau begitu, tunjukkan padaku!"


"Apa? Tunjukkan apa?"


"Tunjukkan padaku selama satu bulan ini bahwa kau adalah seorang wanita penurut yang tidak akan mencemarkan nama baikku saat aku sudah menyelamatkan ibumu dari kematian."

__ADS_1


Meskipun sebenarnya tidak suka mengungkit mengenai perbuatan baiknya saat membiayai ibu Alesha, tapi ingin memberikan pelajaran agar wanita itu tidak membantahnya lagi.


Seperti disadarkan oleh posisi agar tidak lupa diri, kini Alesha tidak bisa berkutik lagi dan menyadari bukanlah siapa-siapa di hadapan pria dengan iris berkilat yang diakui mempunyai wajah rupawan.


Hingga ia merutuki kebodohan karena tidak bisa lagi membuka suara karena merasa tertampar agar sadar diri dan sadar posisi yang hanyalah seorang sugar baby.


"Baiklah."


"Baiklah apa?" Rafael sengaja bersikap seperti orang bodoh karena balik bertanya.


Padahal ia sebenarnya mengerti, tapi berpura-pura tidak paham karena sengaja melakukannya. Semua itu karena ingin mendengar sendiri dari wanita yang membuatnya merasa tangan seperti mau patah.


"Seperti yang kau inginkan, bahwa aku akan menuruti apapun yang kamu ucapkan membalas budi atas kebaikanmu yang menyelamatkan ibuku dari maut." Alesha memang menyadari telah berubah menjadi orang lain setelah ditampar oleh fakta mengenai sang ibu.


"Aku pegang janjimu!" Kemudian Rafael Ya sudah tidak kuat menggendong tubuh Alesha, seketika menurunkan ke atas ranjang.


Namun, ia yang baru saja membungkuk untuk membaringkan Alesha, netra pekatnya bersitatap dengan wanita yang juga tengah menatapnya.


Posisi sangat intim karena tengah membungkuk dan tangan kiri menahan kepala wanita yang juga menatapnya, Rafael kini tidak berkedip ketika diam-diam mengagumi keindahan pahatan sempurna di hadapan.


Sementara itu, Alesha yang saat ini terdiam membisu, menelan saliva dengan kasar dan kembali merasakan debaran jantungnya melebihi batas normal.


Hingga ia menggenggam erat telapak tangan begitu melihat sosok pria di atasnya tersebut mendekatkan wajah.


'Apa yang dilakukan Rafael? Kenapa ia mendekat? Apa ia mau menciumku?' gumam Alesha yang tidak berkutik dan saat ini merasa bingung apa yang harus dilakukan ketika wajah dengan rahang tegas itu semakin mendekat dan mengikis jarak diantara mereka.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2