Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
101. Melarikan Diri Dan Menjebak


__ADS_3

Lin Tian menusuk nya dari belakang dengan pedang elemen nya, dia sengaja memasang formasi kecil untuk menjebak mata takdir.


Dari apa yang di jelaskan Naga kecil mata takdir memang cukup hebat, tapi ada satu kelemahan yang dimiliki oleh nya yaitu dia hanya dapat fokus kepada orang-orang yang menyerang nya.


Bisa di bilang dia hanya dapat melihat masa depan hanya pada jangkauan matanya saja, selama itu terlihat maka mata takdir bisa melihat masa depan.


Sayang nya mata itu belum mampu atau kurang mampu untuk melihat sesuatu yang tidak menyerang atau tidak terlihat oleh mata itu sendiri.


Jadi Lin Tian mengecoh Tuan muda angin dengan teknik empat binatang suci, lalu dengan klonnya Lin Tian berpura-pura menyerang tuan muda angin yang tidak sadar kalau dia yang asli telah menunggu nya untuk bergerak dan menghindar dari serangan klon nya tersebut.


"Sial! bagaimana mungkin?" teriak tuan muda alam angin.


Dia dengan sekuat tenaga mencoba lepas dari tusukan pedang Lin Tian, sayang nya itu percuma Lin Tian tidak akan membiarkan dia kabur lagi.


"Hm?" Lin Tian lalu melihat ada sesuatu yang aneh dengan mata Tuan muda alam angin.


"Jadi begitu" ucap Lin Tian sambil tersenyum.


Tuan muda alam angin sadar kalau Lin Tian tahu kalau mata kehidupannya tidak bisa di pakai lagi, tentu bukan karena dia tidak bisa mengontrol nya tapi mata ini belum sepenuhnya menjadi miliknya.


"Sial!" ucap Tuan muda alam angin, dengan gerakan tangannya semua bawahan tersisa yang berasal dari alam angin menyerang ke arah Lin Tian dengan sangat cepat.


Lin Tian melihat hal itu pun mengerutkan kening nya dan menarik pedang elemen menangkis setiap serangan dari sepuluh orang yang tersisa itu.


"Hahaha... akhirnya aku yang menang!" ucap Tuan muda alam angin sambil tertawa melihat Lin Tian.


Tuan muda alam angin itu membuat sebuah simbol lalu mata semua dari bawahan nya itu memerah, dan perlahan tubuh mereka membesar seperti balon.


"Gawat!" ucap Lin Tian sadar apa yang akan terjadi.


Dia dengan cepat memasang pelindung dan mencoba merobek ruang untuk menghindari ledakan yang akan terjadi disana.


"Hahaha...!" tuan muda alam angin tertawa gila di saat melihat sepuluh anggotanya yang akan meledak itu.


BOOMM....

__ADS_1


BOOMM....


Semuanya meledak dan menghasilkan ledakan yang besar di dalam lorong istana itu, bahkan istana itu bergetar dengan sangat keras nya akibat ledakan tersebut.


Lin Tian yang berhasil menghindari ledakan tersebut dengan bersembunyi dalam ruang lain keluar setelah semua ledakan berhenti.


Dia melihat ke arah tuan muda alam angin yang tidak lagi menggunakan wujud iblisnya, dia terlihat tersenyum mengejek ke arah Lin Tian.


"Hahaha.. kaisar kehancuran sampai bertemu lagi" ucap Dewa alam angin menghancurkan token nya tersebut.


Lin Tian ynag melihat itu pun segera dengan cepat melemparkan serangan nya tapi semua itu gagal, dia benar-benar terlambat selangkah.


"Dia kabur!" ucap Lin Tian dengan wajah serius.


Itu benar-benar akan merepotkan setelah tuan muda alam angin itu keluar dari alam rahasia ini, dan identitas asli nya pun juga sudah diketahui oleh pria itu.


walaupun Lin Tian tidak peduli meskipun identitasnya diketahui oleh orang lain tetap saja akan sangat merepotkan setelah orang ini mengatakan hal buruk sebelum dia keluar.


Untung saja dia memiliki sesuatu yang akan dapat membalikan keadaanya jika benda ini diperlukan nantinya.


"Aku lepaskan hidup kecil mu untuk sekarang!" ucap Lin Tian berbalik dan langsung menuju arah utama lorong tersebut.


Swiss....


"Hm?" perlahan sebuah sosok yang compang-camping keluar dari alam rahasia, saat melihat orang yang keluar wajah dewa angin menjadi dingin.


Dia menangkap pria yang mana dia adalah tuan muda alam angin, tentu dia adalah anak dari dewa angin itu sendiri.


Anaknya di penuhi oleh luka bahkan ada bekas luka tusukan di perutnya, hal ini membuat dewa angin menjadi cemas dan juga marah.


"Siapa yang melukai mu separah ini?" tanya Dewa angin.


"A...ayah! anak dari alam kehidupan itu yang melakukannya, da..dan dia memiliki identitas lain yaitu kaisar kehancuran" jawab tuan muda alam angin berpura-pura menahan lukanya.


Tentu dia sengaja berbohong dan tidak memberitahu ayahnya alasan asli dari dia bertempur dengan Lin Tian, hanya dengan identitas Lin Tian sebagai penguasa alam bisa menghilangkan kecurigaan baik ayah dan orang lain dari dirinya.

__ADS_1


"Apa?" wajah beberapa penguasa alam lain tidak menyangka kalau kaisar kehancuran berada di alam rahasia.


Mereka lalu melihat ke arah Sheng Lien yang masih tetap tenang, lalu melihat ke arah Mu Chao dan Ming Bi'er.


Tapi mata Sheng Qiu sudah sangat dingin melihat ke arah tuan muda alam angin yang membuat seluruh tubuh tuan muda alam angin menjadi gemetar.


"Anakku! keponakan kecil mu mendapat masalah, bisakah kamu datang kesini" isi pesan yang di kirim oleh Ming Bi'er kepada Lin Fang.


"Dewi kehidupan, dewa elemen bisakah kamu menjelaskan kenapa kaisar kehancuran ada disana?" tanya salah satu dewa penguasa lainnya.


"Apakah aku harus menjelaskan setiap apa yang harus di lakukan cucuku kepada kalian?" ucap Sheng Lien dengan kejam membalikan pertanyaan penguasa itu.


Penguasa itu langsung terdiam, jika dia berbicara lagi dia pasti akan mati disini dia pun hanyalah penguasa alam yang bisa di bilang Class menengah dan tak sebanding dengan Sheng Lien.


"Dan juga.. dewa angin lebih baik anak mu menjelaskan tentang bagaimana mata anggota Sheng kami di ambil oleh dia! atau tidak mungkin saja tetua agung kami akan hilang kendali dan membuat zona mati untuk alam mu!" ucap Sheng Lien dengan dingin.


Mendengar perkataan Sheng Lien wajah dewa angin berubah, jelas kalau dia tahu tetua agung keluarga Sheng sedang di kurung oleh salah satu leluhur keluarga Sheng atau ayah dari tetua agung itu sendiri.


Dan itu pun menyebabkan Sheng Lien sendiri harus turun tangan untuk mengunci tetua agung tersebut, kekuatan nya pun tak jauh kalah dengan Sheng Qiu Mana mungkin dia bisa menang melawan tetua agung itu yang gila karena anak perempuannya disakiti.


Dewa angin melihat kalau anaknya pingsan jadi dia meminta waktu untuk menyembuhkan anaknya dulu, dan juga meminta agar menunggu Lin Tian keluar bersama Sheng Chu'er agar semua bisa jelas.


Mendengar hal itu kelompok Sheng Lien bahkan Lan Jingyi menjadi agak marah, tapi hanya itu yang dapat dilakukan sekarang setelah melihat kalau tuan muda alam angin tidak sadarkan diri.


Alam elemen.....


"Hm?"


Krangg....


"Bagus..bagus... kalian masih berani menggertak keponakan kecilku? hoho! sepertinya kalian kurang ku beri pukulan!" ucap Lin Fang dengan aura yang sangat kuat, jelas dia sedang sangat marah sekarang.


"Suamiku? kenapa kamu marah begitu?" tanya Istrinya yang heran melihat suaminya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2