
BOOMM..
"Hm?"
Mu Jing'er, Lin Guang, dan dua saudari Sheng tiba-tiba melihat ke langit, mereka melihat langit di atas mereka berubah menjadi merah dan sebuah formasi besar tiba-tiba menutupi seluruh istana ibukota alam bawah secara tiba-tiba, seketika itu wajah mereka menjadi sangat jelek.
"Apa yang terjadi?" tanya salah satu tetua dari alam es.
"Tentunya bukan yang baik, persiapkan diri kalian" ucap Mu Jing'er dengan serius.
Lin Guang dan yang lain juga dengan cepat siaga di posisi mereka, bola mata setiap orang di alam elemen tiba-tiba seperti ada beberapa warna yang sedang berputar di dalamnya.
"Mundur sejauh yang kalian bisa sekarang!" teriak Lin Guang yang tiba-tiba berteriak dengan serius saat merasakan sesuatu yang muncul dari langit dan jatuh tepat di bawah istana alam bawah itu.
Tentu Sheng Mi dan Sheng Ming juga sadar akan hal tersebut dan mencoba mundur bersama orang-orang dari alam kehidupan, Mu Jing'er juga membawa orang-orangnya mundur tapi mereka benar-benar terjebak formasi disana yang membuat mereka tidak bisa mundur lagi.
Cepat atau lambat mereka pasti akan terkena oleh kabut merah tersebut jadi sekarang mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena formasi di belakang mereka sudah di luar batas kekuatan mereka.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sheng Mi yang benar-benar bingung sekarang.
"Kalau aku tahu ini, aku tidak akan pernah datang kesini! sialan! tua Bangka yang mau mati itu" ucap Lin Guang mengutuk kakeknya sendiri dengan marah, melihat bagaimana tuan muda mereka marah membuat semua orang dari alam elemen menjadi agak pusing sekarang.
lebih dari seribu dari mereka datang ke alam bawah bersama Lin Guang dan semuanya berada di alam dewa penguasa, sekarang mereka terjebak di sini tanpa menyelesaikan masalah tentu hal ini membuat mereka menjadi agak pusing apalagi apa kabut merah itu tidak ada yang tahu.
"Cih! alam es sekarang buat dinding es, dan kalian dari alam elemen yang bisa menggunakan elemen es juga ikut membantu, alam kehidupan kirimkan energi kehidupan kalian setelah dinding esnya siap!" ucap Lin Guang yang melihat tidak ada satupun bisa memberikan ide di saat seperti ini.
__ADS_1
"Baik! ikuti perintah Saudara Lin sekarang" ucap Mu Jing'er, Sheng Mi dan Sheng Ming juga mengikuti apa yang di katakan oleh Lin Guang.
BOOMM...
Di sekitaran ke empat alam itu dinding es pun muncul mengelilingi mereka, dan alam kehidupan mulai menyebarkan elemen kehidupan di dalam dinding es yang menyelimuti mereka tersebut, melihat kabut darah tidak bisa mencairkan dinding es membuat mereka sedikit lega sekarang.
"Ini belum selesai, aku tidak tahu tapi entah kenapa ini hanya baru permulaan" ucap Lin Guang menatap serius ke arah istana.
Mendengar perkataan Lin Guang semua tetua yang di minta ikut kesana dari tiga alam pun ikut serius menatap ke dalam istana, entah apa yang jelas mereka tahu kalau ada kemungkinan dalang dari semua ini ada di dalam sana.
Sedangkan ada tetua dari alam elemen yang puas dengan tindakan Lin Guang, mereka tahu kalau di saat seperti ini maka Lin Guang pasti akan serius dan dapat di andalkan seperti ayah dan kakeknya apalagi sejak kecil dulu dia sesekali di didik oleh Lin Dong pamannya sendiri dengan sangat baik.
"Ternyata dalang dari semuanya telah muncul, bagaimana dengan alam kegelapan, bunga, dan juga alam yang ikut dalam diskusi sebelumnya?" tanya Lin Guang kepada Mu Jing'er.
"Kenapa?" tanya Lin Guang.
"aku benar-benar melupakan sesuatu, maaf" ucap Mu Jing'er mengeluarkan sebuah pagoda, pagoda itu terlihat kecil tapi jelas bukan harta biasa saja.
"Mari kita masuk dulu kedalam untuk membahas semuanya, aku tidak yakin berapa lama dinding yang kita buat ini bisa bertahan" ucap Mu Jing'er serius.
Walau banyak yang tidak mengerti tapi mereka memutuskan untuk mengangguk setuju, dan saat itu Mu Jing'er mengirimkan Energinya ke dalam pagoda dan semua orang disana pun menghilang masuk ke dalam pagoda tersebut.
Melihat dimana dia muncul Lin Guang menjadi cukup kagum dengan pagoda di tangan Mu Jing'er sebelumnya, dia melihat kalau banyak orang di dalam pagoda termasuk beberapa alam yang datang ke alam kehancuran dengan undangan Bai Yu.
"Aku tidak menyangka kalian ternyata disini, pantas saja aku tidak melihat kalian di luar dan hanya beberapa orang saat itu yang aku lihat" ucap Lin Guang kepada mereka yang ada di dalam.
__ADS_1
Lin Guang melihat ada Hei Son, dan beberapa tetua dari alam bunga, bintang serta Xing Xing'er dan bahkan tetua pertama dari alam elf disana.
"Ini di rencanakan oleh Senior Bai, jika dia tidak memberikan rencana ini maka kita benar-benar akan terjebak di luar" ucap Mu Jing'er.
"Apa terjadi sesuatu di luar?" tanya Xing Xing'er.
Mu Jing'er lalu mengangguk dia menceritakan apa yang terjadi di luar kepada semua orang yang ada disana, mendengar itu wajah tetua dari setiap alam berubah menjadi jelek karena apa yang mereka tidak ingin terjadi akhirnya terjadi, tapi untungnya sebelum hal itu terjadi Bai Yu telah benar-benar membantu mereka mencari berbagai solusi di setiap kemungkinan yang terjadi seperti sekarang ini.
"Di luar masih belum ada yang keluar dari istana" ucap Mu Jing'er memberi informasi kepada mereka.
"Siapa yang berani melakukan hal ini?" tanya Sheng Mi, orang yang ada di belakang semuanya ini benar-benar berani melawan seluruh alam, jika sampai rencana mereka di ketahui oleh para penguasa maka semua penguasa itu pasti tidak akan tinggal diam saja.
"Semuanya bersiap untuk pertempuran" ucap Lin Guang berdiri sambil menghadap menatap semua yang ada di dalam pagoda itu dengan serius. Semuanya juga mengangguk dan mempersiapkan diri mereka untuk bertarung.
Sedangkan di dalam istana semua yang tadi sedang bersenang-senang menjadi tidak dapat bergerak, kabut merah yang tiba-tiba muncul membuat mereka menjadi lemah bahkan berjalan pun tidak bisa, sekarang mereka hanya menatap pelaku dari semua ini dengan marah.
"Kenapa? kenapa kau melakukan semua hal ini?" teriak Nan Yong yang tidak menyangka orang di balik semua yang terjadi.
"Kau tidak pantas untuk berbicara seperti itu kepadaku! di mataku kalian hanyalah semut sekarang jadi jaga bicara kalian jika tidak ingin mati" ucap pria muda yang berbicara tersebut menatap mereka semua yang terbaring lemah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1