Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
173. Rasa terima kasih yang tulus


__ADS_3

Jenderal Yun merasa kalau Lin Tian bukanlah pemuda biasa saja, dan kekuatan yang dia rasakan dari Lin Tian pun benar-benar tidak dapat dia jelaskan sendiri.


"Siapa pemuda itu?" tanya salah satu pria berpakaian seperti ninja di atas pepohonan dan beberapa yang jauh dari lokasi tersebut.


"Aku juga tidak tahu! dia tiba-tiba muncul dan menyelamatkan tuan muda Nan dari monster-monster darah yang kita kirimkan ke sini" ucap teman dari pria itu.


"Sial! jika kita gagal maka kita akan di hukum oleh tuan, tapi kita juga tidak bisa melakukan apapun sekarang karena mereka berhasil kembali" ucap yang lain dengan penuh kebencian.


Padahal mereka sudah bersusah payah untuk membawa semua monster darah dari dua jembatan kesisi timur agar dapat membuat kekacauan disini dan mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk membunuh tuan muda Nan, tapi sekarang semua itu sia-sia karena adanya Lin Tian yang tiba-tiba muncul dan membunuh monster darah raksasa itu.


"Mari kita mundur!" ucap pria lainnya.


"Kita benar-benar tidak punya pilihankah? baiklah, bawa yang lain mun..."


Swish..


Sebuah kepala melayang tiba-tiba yang membuat darah menyemprot keluar dari leher pria tadi yang akan berbicara tapi kepalanya sudah terlepas duluan dari badannya, teman pria itu melihat kalau temannya telah mati dia segera akan pergi tapi dia di pukul dengan keras oleh seseorang saat dia berbalik.


BOOMM..


"Kalian fikir bisa lari?" teriak Nan Yong yang memukul pria itu tadi muncul bersama Lin Tian.


Lin Tian langsung menghunuskan pedangnya dan memotong kepala pria tadi saat dia belum selesai melanjutkan apa yang ingin dia katakan sebelumnya, sejak dari luar Lin Tian benar-benar telah merasakan kehadiran mereka tapi dia masih tetap tenang dan membiarkan ikan masuk jaring.


"Baiklah, mari kita bereskan" ucap Lin Tian kepada Nan Yong.


"Tentu!" jawab Nan Yong yang sangat marah dengan orang-orang ini, merekalah yang telah memberikan racun kepada para jenderalnya sebulan lalu.

__ADS_1


BOOMM..


"Apa yang terjadi?"


Beberapa prajurit melihat apa yang sedang terjadi di luar dan melihat kalau Nan Yong dan Lin Tian sedang bertarung dengan beberapa pria berpakaian seperti ninja, tanpa fikir mereka juga langsung menyerang sua pasukan hitam itu dan tidak membiarkan mereka melarikan diri.


BOOMM..


"Apa sudah semua?" tanya Nan Yong.


"Sudah tuan muda, mereka sudah di tangkap semua dan kami tidak lagi menemukan keberadaan orang lain lagi disini" jawab salah satu kapten yang ada disana.


"Kunci seluruh gerbang dan jangan biarkan ada yang keluar" perintah Nan Yong dengan tegas, setelah perintah Nan Yong keluar semua gerbang pun terkunci rapat dan formasi benar-benar di aktifkan yang tentu ini membuat jika ada teman-teman orang-orang ini mencoba lari akan sangat sulit untuk mereka.


Semua pria itu di kumpulkan bersama-sama dan di ikat, Lin Tian mendekati semua orang-orang hitam itu untum bersiap memberikan beberapa pertanyaan untuk mereka tapi saat dia akan mendekat Lin Tian melihat perlahan-lahan mata semua orang itu menjadi membesar dan keluar darah dari mata mereka.


"Racun? orang-orang ini benar sangat setia bahkan rela mati seperti ini" ucap Lin Tian dengan serius.


"Walaupun kakak berusaha menanyakan apapun kepada mereka pasti tidak akan mendapatkan apapun karena aku melihat di dalam kepala mereka telah di tanam sebua roh kecil yang dapat meledak saat mereka mengatakan sesuatu tentang kelompok mereka" ucap Bai kecil dengan sekilas melihat tubuh orang-orang yang sudah tidak bernyawa itu.


"Kenapa kamu baru berbicara sekarang? apakah kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Lin Tian yang melihat sikap aneh dari Bai kecil dari sejak dia masuk ke perbatasan timur ini.


"Tidak ada kak, nanti saat kita hanya berdua akan ku jelaskan padamu untuk sekarang bereskan yang ada disini dulu" jawab Bai kecil malas dan kembali tertidur di kepala Lin Tian.


Lin Tian hanya bisa menghela nafas dan memeriksa semua barang dari orang-orang ini tapi dia tidak menemukan apapun tentang dari mana mereka berasal dan siapa yang mengirim mereka, karena tidak menemukan apapun Nan Yong memerintahkan agar mayat-mayat ini di bakar karena takut apabila mereka di temukan dan di gigit oleh monster darah akan membuat mereka kerepotan nanti.


Di dalam ruangan dimana semua jenderal masih terbaring, Lin Tian dan Nan Yong kembali ke tempat Jenderal Yun sesampai disana Lin Tian mengeluarkan sebua Pill yang di khususkan buat sendiri untuk menyembuhkan dewa angin dulu.

__ADS_1


Karena dia merasa mungkin Pill ini di butuhkan maka dari itu dia membuat cukup banyak tapi tetap tidak akan bisa melengkapi begitu banyaknya orang-orang yang terkena racun serangga biru ini.


Karena itulah dia dan Nan Yong membuat rencana untuk menyembuhkan para jenderal tingkat tinggi dulu lalu baru yang lainnya, dan Nan Yong juga berjanji akan membantu Lin Tian dalam melengkapi bahan untuk membuat Pill itu karena dia juga tahu kalau Pill Lin Tian tidak banyak.


"Paman cobalah telan" ucap Nan Yong membantu Jenderal Yun menelan Pill itu, perlahan Pill masuk ke dalam tubuh jenderal Yun dan racun yang ada di tubuhnya pun perlahan juga menghilang.


Dia menghela nafas lalu mencoba untuk duduk, saat Nan Yong melihat hal ini dia pun merasa bahagia dan memeluk Jenderal Yun dengan sangat erat.


"Paman..paman.." ucap Nan Yong dengan air mata membasahi wajahnya.


"Anak bodoh! aku sudah tidak apa-apa, ku seorang jenderal muda jadi tidak baik menangis seprti itu" ucap Jenderal Yun yang juga memeluk lembut Nan Yong, bagi jendral Yun yang tidak menikah nan Yong sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.


"Saudara Tian, terima kasih!" ucap Nan Yong tulus memberi hormat kepada Lin Tian.


"Tidak masalah, sekarang aku hanya punya seratus kurang dari Pill ini bagikan kepada jenderal lainnya dulu dan cobalah mengirimkan aku bahannya segera" ucap Lin Tian memberikan Kotak besar berisi Pill dan kertas yang berisi nama-nama bahan untuk membuat Pill tersebut.


"Tuan, aku pasti akan mengirimkan bahannya sore ini! dan aku dengan tulus berterima kasih atas nama keluarga Nan untukmu" ucap jenderal Yun membungkukkan kepalanya ke arah Lin Tian.


"Aku juga suadara Tian" ucap Nan Yong yang juga memberi rasa hormat tulus untuk Lin Tian.


Lin Tian hanya dapat menghela nafas sambil membantu mereka kembali dari memberi hormat kepadanya, dia benar-benar merasa tidak nyaman melihat keduanya seperti itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2