Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
301. Rencana Kabur


__ADS_3

Dewa neraka dan Lin Tian terdiam beberapa saat sebelum mereka saling mengangguk mengerti dengan ucapan dewa kaisar Kematian.


"Ayo!" ucap dewa neraka kepada Lin Tian.


Lin Tian langsung menarik pedangnya dan mengikuti dewa neraka dari belakang. Melihat dua orang yang masih berani melawan dirinya membuat singa perak yang telah dalam wujud manusia tersenyum.


"Raungan singa" ucap singa perak.


Rraaaaaarrr...


"Api dewa naga" ucap Lin Tian.


Sesosok naga api muncul dan langsung meraung keras membalas raungan singa perak. Dua raungan saling bentrok yang membuat getaran energi yang luar biasa.


BOOMM...


"Pedang kematian, potong hidup!".


Dewa neraka muncul di samping singa perak dengan mengayunkan pedangnya yang berisi energi kematian ke tangan singa perak.


BOOMM...


"Hm? apakah ini darahku?" ucap singa perak yang melihat ada darah menetes dari tangannya saat menangkis pedang dewa neraka.


"Pedang es, teknik pemotong bulan" ucap Lin Tian juga muncul di belakang singa perak.


"Hei..!" singa perak tersenyum.


Singa perak menjentikan tangannya dan perisai energi muncul melindungi singa perak. Perisai energi berwarna merah semakin membesar dan membentur Lin Tian serta dewa neraka ke balakang dengan sangat keras.


BOOMM..


"Kuat!" ucap Lin Tian dengan serius.


Dia selalu berfikir kalah makin banyak monster seperti ini turun ke dunia dewa atau alam langit maka mungkin tidak akan banyak yang dapat melawan mereka apalagi sekarang alam langit jelas tidak memiliki kekuatan yang setingkat dengan setengah dewa kaisar sekalipun.


BOOMM..


"Nak! kau harus pergi dari sini segera" ucap dewa neraka dengan serius.

__ADS_1


Dia tidak ingin pemuda yang memiliki harapan tinggi untuk melawan seluruh pasukan musuh mati disini. Lin Tian seperti mengerti dengan apa yang dikatakan dewa neraka tapi dia menolak untuk pergi dari sini itu karena jika dia meninggalkan mereka sama saja dia sebagai pemimpin yang buruk.


"Jangan terlalu banyak bicara! ayo kalahkan dia" ucap Lin Tian.


Ranah Lin Tian yang tadinya berada di dewa penguasa tingkat tinggi tahap puncak langsung naik menjadi setengah dewa kaisar taingkat rendah tahap awal.


Merasakan kekuatan yang dimiliki Lin Tian serta betapa tegasnya dia membuat dewa neraka menghela nafas dan akhirnya dia hanya membalas dengan anggukan.


"Tapi jika hal-hal menjadi buruk, kamu harus pergi dari sini" ucap dewa neraka mengingatkan Lin Tian dengan serius.


"Iya, ayo! aku ingin melihat seberapa kuat orang yang disebut dewa neraka" ucap Lin Tian tersenyum ke arah dewa neraka.


"Hahaha.. kamu akan melihatnya sekarang" jawab dewa neraka yang rambutnya sudah berubah menjadi merah seperti warna api.


Lin Tian juga mengubah wujudnya dalam wujud dewa es dan memakai tombak serta armor perang kaisarnya.


Mereka berdua terus menyerang singa perak dengan sekuat tenaga. Meskipun begitu, terlihat kalau singa perak hanya dengan santainya menahan setiap serangan yang di layangkan kepadanya.


Dewa kaisar Kematian melihat hal itu menggertakan giginya, dia berbalik dan menatap dua saudara dari dewa neraka dengan mata serius.


"Aku punya rencana untuk kabur dari sini" ucap dewa kaisar Kematian dengan serius.


"Tidak! mungkin untuk mengalahkan meteor yang sudah dalam wujud asli itu tapi tidak dengan tuan dari manusia darah atau tuan dari meteor itu!".


Dewa kaisar Kematian mengatakan hal ini karena dia lebih tahu tentang kekuatan dua tuan dari meteor ataupun manusia darah tersebut. Karena itulah dia harus membawa orang-orang ini keluar dari dimensi yang dikuasai oleh tuan meteor tersebut.


Jika tidak mereka pasti cepat atau lambat akan mati juga. Dan dia memiliki cara untuk keluar dari sini walaupun kemungkinan dimana mereka keluar tidak bisa dijelaskan tapi itu lebih baik daripada mati disini.


"Aku butuh bantuan kalian! sentuh pundakku dan salurkan energi kalian kepadaku melalui pundakku" ucap dewa kaisar Kematian dengan serius.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya dewa kehancuran.


"Merobek paksa ruang tata Surya ini untuk keluar dari sini!" jawab dewa kaisar Kematian.


"Apa itu mungkin?" tanya dewa kehancuran dengan serius.


Meskipun itu terlihat sederhana tapi hal itu tentu mustahil karena meskipun dia dan Lin Tian berhasil merobek ruang dimensi tapi itu karena tempat ini saling menempel atau satu kesatuan. Tapi sekarang dewa kaisar Kematian ingin merobek paksa ruang disini yang jelas akan beresiko Kematian yang sangat tinggi.


Apalagi mereka tidak tahu kemana akan berakhir. Di tambah sangat sulit merobek ruang dimensi atau tata Surya ini karena dia telah beberapa kali mencoba melakukan dan menemukan tempat yang baik untuk merobeknya.

__ADS_1


"Dengan kekuatan kalian tentu mustahil tapi tidak dengan diriku" jawab dewa kaisar kematian dengan serius.


Mendengar ucapan dewa kaisar Kematian membuat keduanya agak kesal tapi mereka memang mengetahui batasan kekuatan mereka. Jadi mereka hanya menghela nafas dan setuju dengan permintaan dewa kaisar Kematian.


"Cepat! sebelum kedua tuannya sadar masalah disini".


Dewa kaisar Kematian dengan serius meminta mereka dengan cepat menyalurkan energi mereka kepadanya tanpa menunda lagi, karena dia takut kalau tuan dari manusi perak ini datang dan bertindak langsung untuk membunuh mereka.


Keduanya langsung menyalurkan energi dari pundak dewa kaisar Kematian dengan cepat. Tanpa ragu dewa kaisar Kematian menggungakan mata kematiannya dan memfokuskan serangannya ke satu titik di depannya.


"Hm? kalian! semut sungguh lancang merusak tata Surya tuanku" teriak singa perak yang telah berubah menjadi manusia itu.


Dia dengan cepat meninggalkan Lin Tian dan Dewa neraka, lalu dengan cepat terbang ke arah dewa kaisar Kematian untuk mencegahnya melakukan sesuatu yang sedang dia lakukan. Tentu Lin Tian dan dewa neraka yang melihat itu tidak akan membiarkan singa perak mengganggu mereka.


"Teknik tombak! Naga kaisar menelan bulan!" ucap Lin Tian mengayunkan tombak kaisarnya.


"Teknik pedang Neraka, Pedang hukuman turun!" ucap dewa neraka sama-sama menggunakan teknik kuat mereka.


"Semut!"


BOOMM...


Singa perak gagal menahan serangan gabungan Lin Tian dan dewa neraka yang membuat dia terlempar jauh kebelakang. Dewa kaisar Kematian melihat hal itu mempercepat mengumpulkan kekuatan untuk merobek ruang disana dengan paksa.


"Apa kalian masih bisa?" tanya Dewa kaisar kematian kepada dua dewa di belakangnya.


"Tentu saja! aku masih kuat" jawab dewa kematian.


"Iya! lanjutkan, kita harus melakukannya dengan cepat. Jangan pedulikan kami" jawab dewa kehancuran yang di bibrinya sudah mengeluarkan darah.


Melihat kegigihan keduanya dewa kaisar Kematian menghela nafas, dia tidak menyangka kalau masih ada di zaman ini sekelompok saudara yang saling mendukung dan rela mengorbankan hidup mereka hanya untuk saudaranya yang lain.


"Baik! ayo sedikit lagi" ucap dewa kaisar Kematian dengan tegas


"Sial! semut, berani kalian kabur dari sini akan kubunuh kalian" teriak singa perak dengan marahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2