Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
186. Kemarahan Lin Tian


__ADS_3

Setelah itu semua pasukan dari berbagai alam di bagi untuk menyelesaikan masalah di empat perbatasan, dan Lin Tian yang sudah di anggap sebagai pemimpin pun hanya berdiam diri kembali ke perbatasan timur bersama Nan Yong serta sepupu, Hei Son, Xing Xing'er dan dua bibinya yang cantik.


"Kami akan meminta beberapa orang membereskan kekacauan yang ada di ibukota, setelah itu baru kita mengadakan diskusi lagi untuk ke depannya" ucap Nan Yong kepada Lin Tian agak mendesah berat.


"Hanya itu yang dapat kita lakukan sekarang" jawab Lin Tian yang juga berfikir kalau ini kerugian mereka, tapi juga keuntungan disisi mereka.


Lin Tian lalu meminta ruangan untuk berbicara dengan keluarganya kepada Nan Yong, tentu Nan Yong tidak keberatan dan memberikan ruangan yang besar kepada Lin Tian untuk berbicara dengan keluarganya.


Semuanya berkumpul disana bersama Lin Tian yang langsung menanyakan keadaan alam langit sekarang kepada mereka secara langsung, dari yang di ceritakan oleh Mu Jing'er beberapa alam telah berkerjasama dengan alam kehancuran di bawah diskusi bersama Bai Yu dan dewa kegelapan untuk memecahkan masalah alam bawah, Karena itulah mereka dapat menghindari masalah yang terjadi sebelumnya.


"Ibumemang luar biasa" ucap Lin Tian memberikan dua jempol kepada Kemampuan Bai Yu membuat dewa kegelapan mau berdiskusi dengannya.


"Bah! tentu saja ibu luar biasa, ke jeniusan dan kenapa aku kuat minum adalah hadiah dari ibu juga" ucap Bai kecil di depan semua yang ada disana dengan wajah bangga.


Tapi saat Bai kecil mengatakan kata minum langsung membuat wajah para wanita menjadi merah karena malu, Lin Tian yang melihat wajah aneh para wanita itu tentu agak penasaran.


"Ada apa kakak, bibi? dan kakak Xing?" tanya Lin tian aneh memandangi mereka, tapi tidak ada jawaban dari semua wanita itu hanya wajah mereka semakin merah karena malu bahkan mereka semua menundukan kepala ke bawah dan tak berani menatap Lin Tian.


karena dia tidak mendapatkan jawaban dari mereka, Lin Tian melihat ke arah Hei Son tapi Hei Son mengangkat bahunya tidka tahu apa yang terjadi dan lalu Lin Tian hanya bisa memandangi Lin Guang untuk meminta jawaban dari kakak sepupunya tersebut.


"He, aku dengar kalau para wanita ini mabuk bersama saat datang ke alam kehancuran lalu yang lebih parahnya lagi saat kakek, kakek Mu dan nenek Sheng datang mereka benar-benar bukan lagi seperti wanita terhormat jadi mereka di marahi habis-habisan oleh ketiganya selama tiga hari tiga malam" jawab Lin Guang yang tahu masalah saat itu.

__ADS_1


Jika dia mengingat bagaimana kakeknya dan kakek Mu sangat marah untuk pertama kali dia merasa merinding, karena awalnya dia merasa kalau Ming Bi'er sudah sangat mengerikan saat marah tapi ternyata Lin Sang dan Mu Chao lebih mengerikan saat marah.


Dan yang lebih parah adalah Sheng Lien di kenal sebagai Dewi paling baik hati dan lembut, dia melihat sendiri bagaimana kerasnya Sheng Lien saat itu memarahi para wanita itu baik Dewi Elf, Dewi air, dan Bai Yu sendiri hanya dapat menunduk malu tidak berani melihat wajah Sheng Lien saat itu.


"Apa kamu rindu di pukul?" ucap Mu Jing'er dan para wanita menatap Lin Guang dengan penuh kebencian, tentu mereka ingat hal tersebut di minta untuk berlutut dan mendengarkan ceramah dari Mu Chao, Lin Sang dan Sheng Lien yang bahkan sangat marah saat itu membuat mereka sangat malu.


Hei Son dan Lin Tian bahkan Bai kecil hampir manjatuhkan rahang mereka ke bawah setelah mendengar ucapan Lin Guang, mereka tidak menyangka kalau wanita-wanita ini akan seberani itu dan segila itu di alam langit.


"Jadi katakan kepadaku bibi, sepupuku yang cantik, apa yang kalian lakukan selama aku pergi?" tanya Lin Tian yang kembali sadar dari lamunannya lalu memandangi mereka dengan wajah agak marah.


"Ehem, sepupuku bagaimana jika kita membahas masalah alam bawah dulu" ucap Mu Jing'er mencoba mencari cara untuk membuat Lin Tian melupakan perkataan Lin Guang.


Keduanya tanpa menjawab langsung keluar dari ruangan tersebut setelah melihat senyum Lin Tian, tentu keduanya tahu kalau saat Lin Tian kesal dan mereka masih ada di dekatnya hanya akan berakhir buruk bagi mereka.


Bai kecil juga tiba-tiba turun dari kepala Lin Tian dan mengubah wujudnya menjadi manusia lagi, dia duduk sambil menatap para wanita dengan wajah yang sama dengan Lin Tian.


"Itu... saudaraku hanya kelalaian saja jadi bisakah kamu memaafkan kami" jawab Xing Xing'er agak malu.


"Aku ingin penjelasan kalian, kenapa bisa selama aku tidak ada di alam kehancuran kalian malah bersenang-senang seperti itu? jika itu hanya ibu dan Nenek tidak masalah, ini semuanya! bahkan Dewi Elf, Dewi air dan juga kakak Xing Xing'er!" ucap Lin Tian agak keras kepada mereka.


Akhirnya malam itu Lin Tian benar-benar sangat marah dengan apa yang di lakukan oleh para wanita itu, jika hanya melakukan hal seperti Bai kecil itu tidak masalah apalagi meskipun empat berandalan mabuk bukan berarti mereka tidak sadar.

__ADS_1


Tapi ini... Mereka semua wanita dan di temukan bukan lagi seperti wanita terhormat dengan semuanya mabuk bahkan tidur dengan aneh saat itu kenapa Lin Tian tidak marah? malam itu Lin Tian bahkan dengan keras membentak mereka semua dan mengingatkan mereka jangan melakukan hal itu lagi di kemudian hari.


Tentu empat wanita itu telah selamat sekarang berbeda dengan yang lainnya menunggu Lin Tian untuk kembali memarahi mereka karena sikap mereka saat Lin Tian tidak ada, terlebih tiga wanitanya juga ikut bergabung dalam pesta itu ini benar-benar membuat Lin Tian agak sakit kepala.


......................


Prangg...


Sebuah gelas pecah di suatu tempat yang ada di alam bawah, pria bertopeng yang tadi menggunakan topeng telah menghancurkan topengnya dan menampilkan wajah sesosok yang sangat di kenal di alam langit.


"Sialan! siapa yang berani membunuh anakku!" teriak Pria bertopeng yang sudah jelas dia adalah jenderal Dong sendiri, setelah hari dimana diskusi antar alam lain selesai dia telah merencanakan semuanya dengan baik.


Tapi tidak dia sangka kalau semua rencana yang dia buat untuk menguasai alam bawah tanpa sepengetahuan alam Lain gagal, bahkan dia sekarang tidak bisa membuat pasukan darah dari pengorbanan di sisi pasukan tiga jenderal dan pasukan bantuan dari berbagai alam lainnya. Lalu yang lebih menyakitkan adalah anak satu-satunya dia mati di dalam rencana yang dia buat sendiri.


"Ah! katakam padaku apa yang sebenarnya terjadi? kenapa anakku mati? dan kenapa semua rencana kita gagal?" tanya jenderal Dong mengangkat salah satu anak buahnya dengan marah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2