Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
318. Ledakan


__ADS_3

Ledakan keras di portal itu membuat semua ruang disana kacua dan dalam sekejap hancur menjadi ketiadaan. semua lorong ruang menuju dunia dewa juga hancur, bahkan tata Surya yang ada di dalamnya juga terguncang akibat ledakan besar.


"Hm, apa yang terjadi? tidak mungkin!" pria jubah biru berdiri dan berteriak dengan marah saat merasakan lorong ruang yang hancur itu.


Lorong itu adalah satu-satunya tempat untuk mereka keluar dari tata Surya ini. Tapi sekarang lorong dimensi telah hancur dengan sensirinya tanpa sebab yang tidak diketahui. tentu membuat dia sangat marah, planet yang dia duduki juga bergetar dengan hebat. jelas kalau planet itu juga marah setelah merasakan lorong ruang hancur.


"Siapa? siapa itu?" teriak pria jubah biru dengan marah.


Di tata Surya tempat dimana jalan menuju lorong hancur tersebut berada. Sosok yang terbakar keluar dari lorong itu dengan setengah tubuh sudah terbakar, bahkan wajahnya mengelupas memperlihatkan tulang tengkorak kepalanya.


Kaki dan tangannya juga telah hangus terbakar akibat ledakan yang terjadi tadi. Singa perak menatap ke lorong yang telah tertutup itu dengan marah, baru saja dia akan keluar tiba-tiba dia merasakan bahaya kematian yang tidak dapat dijelaskan. Untung saja reaksinya sangat cepat kalau tidak mungkin dia sudah mati di dalam sana.


"Sial! ini pasti ulah pria itu. Aku akan membalas semua yang kamu lakukan kepadaku saat kita bertemu nanti!".


Singa perak sangat marah setelah merasakan sakit luar biasa di seluruh tubuhnya yang tinggal setengah itu. kalau bukan karena tubuh manusia darah mungkin dia sudah mati terbakar di dalam.


"Sial, ini benar-benar menyakitkan".


Saat Singa perak ingin kembali ke tempatnya, pria jubah biru muncul di depan singa perak dengan wajah suram. melihat wajah suram pria itu, singa perak tahu kalau dia sangat marah sekarang.


"Ini bukan ulahku!" ucap singa perak tanpa sedikitpun takut kepada pria itu.


BOOMM...


"Agh!".


"Jaga ucapanmu kepadaku! aku sadar kalau ini bukan ulahmu tapi ini juga termasuk kecerobohanmu yang mengakibatkan semua hal ini terjadi".

__ADS_1


pria berjubah biru sangat marah dan memukul dengan keras setengah wajah dari singa perak. singa perak yang merasakan wajahnya di pukul oleh pria jubah biru hanya bisa menggertakan giginya marah. bagaimanapun pria di depannya ini lebih kuat dari dia, apalagi kekuatan pria itu hampir sejajar dengan tuannya.


Meskipun dia berani untuk berbicara kasar dengan pria ini tapi jika harus bertarung singa perak tentu tidak berani, karena hanya dengan satu pukulan penuh dari dia maka singa perak jelas akan mati.


"Kembali dan jangan pernah mencoba lagi untuk keluar tanpa izin ku atau tuan" ucap pria itu dengan nada marah.


Singa perak yang marah terpaksa kembali dengan wajah sedih dan ketakutan. dia tidak berani tinggal disana setelah mengetahui kalau pria dan tuannya sedang marah sekarang. Pria jubah biru memandang singa perak, setelah singa perak menghilang ia baru kembali melihat ke arah dimensi ruang yang telah hancur itu.


"Orang ini benar-benar sangat merepotkan, dia dapat memikirkan cara seperti ini sudah sangat merepotkan. Dan aku tidak tahu sejauh mana dia akan berkembang saat kami bertemu lagi nanti".


Grrrrr....


"Aku tahu tapi kamu juga harus mengerti kalau pasukanku dan pasukanmu belum sepenuhnya siap. Sekarang kita juga telah kehilangan banyak pasukan jadi lebih baik kita jangan memaksa membuat kembali portal dimensi itu" jelas pria jubah biru saat melihat planet yang muncul di belakangnya itu.


"Yakinlah, kamu pasti akan puas setelah kita ke dunia dewa" ucap pria jubah biru tersenyum memandang planet besar itu.


......................


Sheng Chu'er tidak peduli dengan yang ada di sekitarnya, dia terus berjalan dengan santai dan tenang menuju kamar Mu Xuanyin. Sejak beberapa bulan ini, dia telah menutup untuk berlatih dan berhasil menguasai apa yang di perintahkan oleh Mu Xuanyin kepadanya.


"Kakak Xu'er?".


Sheng Chu'er melihat Ling Xu'er yang juga datang dari arah lain. Ling Xu'er yang melihat Sheng Chu'er tersenyum sambil mengangguk, dia mendekati Sheng Chu'er lalu memutuskan untuk berjalan bersama menuju kamar Mu Xuanyin.


"Dimana kakak Jingyi?" tanya Sheng Chu'er.


"Mungkin dia masih sibuk membantu ayah mengurus istana langit. Sejak beberapa bulan terakhir aktifitas kelompok dewa penghancur mulai lebih sering dari biasanya jadi itu membuat ayah dan yang lainnya sangat sibuk sekarang" jawab Ling Xu'er.

__ADS_1


"Begitukah? kita benar-benar tidak punya waktu yang banyak lagi. Kakak, apakah kamu berhasil?" tanya Sheng Chu'er.


"Em, aku berhasil" jawab Ling Xu'er santai. Mereka sampai di depan pintu kamar Mu Xuanyin lalu mengetuk pintu.


tok..tok..


"Masuk!"


Setelah mendapat izin, keduanya masuk dan di dalam nampak Mu Xuanyin duduk sambil menatap Lin Tian dengan kelembutan. Sejak Lin Tian tidak sadar sampai sekarang, Mu Xuanyin menjaga Lin Tian dan tidak pernah beranjak dari tempatnya sedikitpun.


"Kakak, apakah suami belum bangun?" tanya Sheng Chu'er.


"Belum. Sepertinya kalian telah berhasil dengan yang aku perintahkan beberapa bulan lalu bukan?" tanya Mu Xuanyin.


"Kami berhasil kak, kekuatanku juga telah meningkat pesat selama di ruang itu. Kalau bukan aku berada disana mana mungkin aku mencapai ranah dewa penguasa tingkat menengah tahap puncak begitu cepat" jawab Sheng Chu'er begitu bersemangat.


Ling Xu'er setuju dengan jawaban Sheng Chu'er, dia juga sudah merasakan manfaat dari dunia berbeda itu. Dunia yang di buat Mu Xuanyin jauh lebih cocok dengan mereka dari dunia yang pernah dibuat oleh Lin Tian. Bukan karena tidak cocok tapi energi di dunia buatan Mu Xuanyin memang cocok dengan karakteristik mereka berdua.


"Bagus kalau begitu. Suami mungkin akan bangun beberapa hari lagi jadi setelah itu aku akan membantu pelatihan kalian". Mu Xuanyin begitu puas dengan kedua saudarinya yang dapat menyelesaikan apa yang dia perintahkan sebelumnya.


Sebenarnya apa yang di perintahkan Mu Xuanyin berikan kepada Ling Xu'er maupun Sheng Chu'er sangat sulit dicapai oleh kultivator biasa, tapi Mu Xuanyin yakin kalau dua saudarinya ini pasti bisa mengatasi semua rintangan dalam perintahnya itu dengan baik.


"Baiklah, untuk sekarang beristirahatlah dulu. Jingyi sekarang sedang sibuk mengurus.."


"Uhuk!".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2