Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
229. Sangat santai


__ADS_3

Di langit dewa laut darah terlihat bingung melihat kalau tidak ada gerakan dari tiga jenderal tersebut, padahal jelas kalau mereka sudah terpojok tapi sikap mereka sekarang masih tetap tenang-tenang saja seperti tidak ada yang terjadi.


"Apa yang terjadi?" fikir dewa laut darah dengan serius.


Dia tidak bisa memikirkan apapun yang berkaitan dengan bantuan dari alam lain, karena dia yakin kalau alam-alam itu sibuk dengan pasukan dari tuannya sekarang bahkan juga dia tidak pernah berfikir kalau pasukan yang pergi alam bawah akan ikut campur karena tidak mungkin bagi mereka dengan cepat mengalahkan pasukan jenderal Dong.


"Sebaiknya aku mencoba memancing mereka untuk keluar dan bertarung denganku. Karena semakin lama pertarungan ini berlangsung takutnya akan terjadi sesuatu yang tidak tuan inginkan" fikir dewa laut darah setelah memikirkan dengan serius sikap dari ketiga jenderal itu.


Dia menatap ke arah tiga jenderal itu lagi tapi jenderal Zao melihatnya dengan senyum mengejek ke arahnya, hal itu membuat sedikit hari dewa laut darah menjadi tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata karena dia merasa akan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi.


"Kenapa kamu tersenyum?" tanya dewa laut darah pada akhirnya tidak dapat menahan rasa penasarannya.


"Aku? aku hanya tersenyum karena berfikir nasibmu akan sangat malang sebentar lagi" jawab jenderal Zao dengan senyum senang di wajahnya.


"Jelas-jelas kalian akan kalah tapi tetap saja masih bersikap sombong seperti itu, sungguh orang yang tidak pernah melihat peti mati tidak akan tahu kalau mereka akan mati" ucap dewa laut darah.


"Hais, Kematian hanya akan datang kepada orang-orang yang cenderung melihat peti mati, karena didalam hati kecil mereka pasti akan merasakan yang namanya itu ketakutan" jawab jenderal Zao mengejek ucapan dewa laut darah.


"Kamu!"


Wajah dewa laut darah sedikit jelek setelah di hina oleh jenderla Zao lagi dan lagi, selama ini dia benar-benar tidak suka dengan jenderal Zao karena baginya jenderal Zao adalah orang yang paling susah untuk dia tangani dan juga dia adalah orang yang sangat dia benci selama ini.


......................


Di alam Kehancuran terlihat Bai Yu masih berdiri dengan tenang memandangi pasukan-pasukan dari kelompok dewa penghancur yang datang ke alam kehancuran.


Dan di depannya yang memimpin adalah sosok wanita dengan topeng berbentuk Phoenix, kekuatan wanita itu cukup kuat tapi jelas bukan lawan dari Bai Yu karena itulah belum terjadi perang di alam kehancuran apalai disana ada Ming Bi'er berdiri berduaan dengan Bai Yu.

__ADS_1


"Kenapa kalian belum menyerang?" tanya Bai Yu.


"Maafkan aku permaisuri Bai, jika aku dan pasukanku menyerang maka tentu kami belum tentu menang melawan kalian para wanita dan juga tujuan kami disini hanyalah mencegah kalian membantu negeri langit" jawab si wanita Phoenix dengan tenang.


Bai Yu tersenyum, wanita ini sungguh tahu kapan dia maju dan harus mundur dan di hati Bai Yu ada sedikit rasa kagum dengan pemimpin wanita ini, jelas kalau wanita ini adalah orang yang memiliki jabatan tinggi di kelompok mereka.


"Apa posisimu di kelompokmu?" tanya Bai Yu.


"Aku adalah salah satu jenderal wanita, sang gelap! Anda boleh memanggilku Yu" jawab si wanita tersebut.


"Hoo.. dimana ada gelap pasti ada terang, tapi menurutku bukankah hanya ada lima jenderal besar disisi tuanmu? kenapa kau juga menjadi seorang jenderal sekarang?" tanya Bai Yu.


"Itu hanya di luar saja, dan tuan kami memiliki lebih dari lima jenderal yang sebanding denganku, kelima jenderal ini telah berkontribusi besar karena itulah mereka di anggap pemimpin para jenderal lainnya dalam kelompok kami" jawab Wanita Yu dengan tenang.


Bai Yu dan Ming Bi'er sedikit serius Sekarang, jika itu benar maka kekuatan dari kelompok ini mungkin lebih dari apa yang mereka bayangkan ada kemungkinan kalau mungkin hanya dengan bergabungnya seluruh alam mereka dapat mengalahkan kelompok ini.


Tiba-tiba Bai Yu mendapatkan sesuatu dari batu komunikasinya, beberapa saat kemudian dia pun tersenyum indah melihat ke arah wanita tersebut. Tentu hal itu membuat wanita itu bingung kenapa Bai Yu tiba-tiba tersenyum apalagi sejak dia datang dengan pasukannya, Bai Yu tidka pernah tersenyum seperti itu kepada dia.


"Apa maksud anda?" tanya Wanita Yu dengan bingung.


"Tidak ada sama sekali, baiklah! jika kalian tidak ingin membuat masalah maka aku akan kembali dulu untuk istirahat. Hais, sungguh melelahkan berdiri seperti ini padahal aku sudah tua" ucap Bai Yu berbalik turun kembali ke istana kehancuran dengan wajah yang lebih baik.


"Kenapa kita harus turun?" tanya Ming Bi'er bingung mengikuti Bai Yu dari belakang.


"Mereka tidak akan berani membuat masalah disini selama kita tidak mulai menyerang duluan, dan tujuan mereka hanya agar kita tidak membantu negeri langit jadi kenapa harus repot-repot berdiri di langit seperti itu?" jawab Bai Yu dengan wajah tenang


"Tapi kita harus membantu negeri langit, jika kita tidak mengalahkan mereka bagaimana kita akan menyelamatkan negeri langit?".

__ADS_1


Ming Bi'er yang bingung benar-benar agak marah dengan sikap santia Bai Yu tapi meskipun begitu dia mengerti pasti ada sesuatu yang tiba-tiba mengubah pandangan Bai Yu karena itulah dia mencoba untuk menanyakan alasannya.


"Baca sendiri" ucap Bai Yu melemparkan batu komunikasinya kepada Ming Bi'er.


Setelah membaca batu komunikasi itu wajah dari Ming Bi'er tiba-tiba berubah menjadi lebih menyegarkan sama seperti Bai Yu sebelumnya, dia pun tidak banyak bicara dan segera memerintahkan para menantunya untuk turun kembali ke istana kehancuran.


"Kenapa mereka begitu santai sekarang?" tanya si wanita Yu di dalam hatinya yang benar-benar Heran melihat sikap mereka tersebut.


"Jika kalian lelah silahkan istirahat di luar ibukota kami. Asalkan kalian tidak menganggu alam kehancuran milik anakku, maka aku tidak akan bertarung dengan kalian" ucap Bai Yu kepada siwanita Yu.


"Apa?".


Jenderal wanita Yu dan pasukannya tidak bisa mengerti kenapa Bai Yu begitu tenang sampai sekarang bahkan dia mengizinkan mereka untuk beristirahat di luar ibukota kehancuran mereka begitu saja.


......................


"ada apa? apa kalian tidak berani bertarung denganku?" tanya dewa laut darah dengan seirus kepada jenderal Zao.


"Bukan aku tidak mau tapi aku tidak ingin karena takut di pukuli oleh seseorang" Jawab jenderal Zao dengan tenang.


"Hahaha! sepertinya kamu sangat takut dengan orang itu, katakan padaku siapa dia?" tanya Dewa laut darah dengan wajah jijik memandang jenderla Zao.


"Tentu saja dia adalah...." jenderla Zao berhenti berbicara lalu tersenyum misterius kepada dewa laut darah yang menunggu jawabannya.


"Aku!".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2