Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
255. Lima berandalan Vs dewa ular


__ADS_3

Mendengar hal itu lima pedang bintang menjadi sangat malu, mereka awalnya datang degan bangga tapi sekarang menjadi mainan bagi lima berandalan.


Dan mereka juga tahu kalau dewa ular ini selalu ada disini dan dia hanya akan keluar jika memang ada hal yang benar-benar diluar dugaan tuan mereka.


"Kami bersalah dewa ular" ucap empat di antara mereka, karena yang satunya masih merasakan sakit di pantat dan juga adiknya.


Sama dengan dewa laut darah yang masih menahan sakit tak berujung dari dua tempat yang paling berharga di setiap laki-laki, dia telah berusaha berdiri tapi kalinya benar-benar menghalangi dia untuk berdiri. Mungkin jika dia bisa memilih maka dia lebih baik mati daripada menanggung sakit dan malu seperti ini.


"Kak, sepertinya kita harus bekerja keras sekarang" ucap Su Kun dengan senyum di wajahnya.


"Hahaha! katakan padaku, apakah kalian takut? apakah kalian merasa kita akan kalah? atau kalian takut mati?" tanya Bing Zhao yang bahkan tertawa keras, suaranya terdengar di seluruh tempat perang itu berlangsung.


"Bah! lelucon, dulu kita pernah hampir mati tapi apa? kita hidup dan menjadi lebih kuat bukan? lalu jika kita mati siapa yang akan membantu adik kecil kita? dan bagaimana jika adik kecil kita menjadi kaya dan kita tidak ada?" jawab Su Kun dengan keras.


"Hahah, kamu benar saudara Su, jika kakak menjadi kaya dan kita mati lali siapa yang akan menghabiskan kekayaannya? kita harus hidup, baik untuk kakak maupun untuk orang-orang yang kita sayangi" ucap Bai kecil tegas.


"Hei..hei... yang penting kita harus hidup untuk mencicipi anggur ini" ucap naga kecil sambil memegang botol anggur yang di berikan oleh Bing Zhao tadi.


Long Aotian tidak banyak berbicara dia sudah bersiap untuk bertarung dengan kekuatan penuhnya sekarang, bahkan dia yang sekarang sangat menginginkan lawan seperti dewa ular ini.


Tapi dia juga mempunyai kesadaran kalau tidak mungkin untuknya melawan ular dewa ini sendirian sekarang, jadi dia lebih baik bergabung bersama saudaranya yang lain untuk melawan dewa ular itu.


"Hei, baiklah! kalau begitu apa yang harus kita lakukan dengan ular besar itu? apa ada yang mempunyai rencana bagus?" tanya Bing Zhao.


"Hm.. Pukul bagaimana? aku mempunyai tongkat yang bagus dan cukup kuat untuk memukul sembilan kepalanya" jawab Long Aotian.


"Hei, jangan pukul kepalanya! jika kamu memecahkan kepalanya bagaimana kita bisa membuat ular bakar utuh? ayo, cari yang lain". Bai kecil keberatan dengan rencana Long Aotian karena yang ada di dalam fikirannya sekarang adalah bagaimana dia bisa membuat ular bakar atau daging Sop ular.


"Apa? kakak, apakah kamu tidak tahu kalau dagig ular ini sangat lembek dan juga keras? ayolah, jika kita membakarnya maka butuh tiga kali usaha untuk kita dan juga hasilnya tidak sesuai dengan perbuatan kita" ucap Nagakl kecil tergesa-gesa.


Mendengar lima berandalan itu tanpa kltakut menghinanya, membuat dewa ular sangat marah. Dia langsung menyerang dengan ekornya yang sangat kuat, bahkan mungkin cukup untuk melemparkan seorang dewa penguasa tingkat tinggi dengan mudah.


BOOMM..

__ADS_1


Swisshh...


"Orang ini terlalu kuat bukan?" ucap Su Kun kaget.


"Mari menyerang bersama, soal yang tadi setelah selesai akan kita bahas lagi" ucap Bing Zhao serius.


Yang lain juga mengangguk dan mereka langsung menyerang dewa ular itu dengan kekuatan penuh mereka, Bai kecil dan naga kecil Sama-sama menyerang dengan pukulan mereka ke arah salah satu kepala dewa ular itu.


"Percuma, kalian para semut tidak akan tahu betapa luar biasanya kekuatanku!" ucap dewa ular.


Dia membuka mulutnya, dari mulut dewa ular mengeluarkan banyak ular aneh yang terbang menyerang ke arah Bai kecil dan naga kecil.


"Api naga biru!'


"Pedang tanpa ujung!"


Bai kecil dan naga kecil langsung mengeluarkan teknik bertaruh mereka, begitu juga yang lainnya bahkan Su Kun tahu kalau dirinya tidak bisa bertarung jarak dekat sehebat empat saudaranya maka dia memilih menjauh dan menyerang dengan panah elf yang ada di tangannya.


Seketika itu, anak panah yang di lepaskan Su Kun menjadi lebih dari seribu dan membantu Naga kecil serta Bai kecil yang sedang di serang oleh ular-ular kecil itu.


BOOMM..


Ssssssttt...


Salah satu kepala dewa ular itu tiba-tiba menyemburkan api ke arah Long Aotian yang akan memukulnya, dan yang lain juga mengeluarkan hawa dingin di arahkan ke Long Aotian.


"Tameng dewa perang!" teriak Long Aotian, sebuah perisai besar ynag terbuat dari energi muncul dari depannya dan menghalangi ke dua serangan tersebut.


Tapi tidak sampai di situ saja, saat itu juga Bing Zhao menyerang ke arah dua kepala tersebut dengan kecepatan yang sangat cepat.


Sssttt....


Tiga kepala lainnya menyerang Bing Zhao dengan racun yang berasal dari mulut mereka, tapi Bing Zhao tidak terlihat berhenti malah dia menambah kecepatan sehingga dia tertelan oleh asap racun itu.

__ADS_1


"Dasar bodoh!" ucap Salah satu kepala ular beracun tersebut.


"Benarkah?"


Belum ular itu akan membanggakan dirinya, Bing Zhao muncul di atas kepala dewa ular yang menjadi pemimpin mereka. Ke sembilan kepala itu langsung menoleh ke atas dan mereka benar-benar melihat sesosok pria dengan bertelanjang dada berdiri dengan senyum bangga di wajahnya menatap mereka.


"Sayangnya kalian terlalu berfikir diri kalian hebat!" ucap Bing Zhao, lalu dia mengangkat tombaknya ke langit.


Sosok raksasa emas dengan pakaian tempur dan tombak muncul di belakang Bing Zhao, sosok itu juga mengangkat tombaknya sama sepsrti Bing Zhao lakukan.


"Teknik dewa tombak, Tombak bulan!" teriak Bing Zhao sambil mengayunkan tombaknya ke bawah dengan keras.


Sosok itu juga mengayunkan tombaknya dan melakukan hal yang sama dengan Bing Zhao yaitu memukul ke arah sembilan kepala dewa ular yang tampak bodoh menatap Bing Zhao.


BOOMM...


Ledakan keras terdengar dan sosok yang sangat besar terpental jauh dari Medan perang itu, jatuh di pegunungan yang besar dan menghancurkan gunung itu langsung saat mereka mendarat disana.


"Kalian...!" dewa ular yang bangkit sangat marah tapi wajahnya langsung berubah saat menatap empat orang lagi yang berdiri tak jauh darinya.


Ke empat orang itu satu menggunakan tombak mengarahkan anak panah kepadanya, yang lain memiliki bola api biru kecil di tangannya, lalu sosok lainnya memegang pedang hitam yang di penuhi oleh energi kegelapan.


Dan pria terakhir juga mengarahkan pedang besar ke arahnya, melihat itu wajah dewa ular berubah dan buru-buru memerintahkan kepalanya yang lain untuk menyiapkan energi pelindung mereka.


"Hancur!" teriak ke empatnya, empat serangan besar menghantam ke arah Dewa ular yang telah menggunakan energi untuk membuat pelindung.


BOOMM..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2