Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
116. Lubang Hitam


__ADS_3

Pria itu juga melihat seorang wanita yang juga tidak kalah cantiknya dengan Mu Xuanyin, dan tentu dia tahu wanita cantik itu yang juga sangat terkenal di dunia dewa sekarang.


Bahkan jika kelompoknya bertemu jika bukan para jenderal yang berurusan dengan wanita itu tidak akan ada yang bisa mengalahkannya, apalagi dengan teknik pedang yang dia miliki.


Ling Xu'er yang juga di juluki sebagai Dewi pedang, dan pernah menghancukan beberapa kelompok mereka hanya dalam hitungan menit saja.


"Jantung pedang, tebas semuanya!" teriak Ling Xu'er dengan marah.


Pedang besar tercipta di atas langit dan pedang itu juga langsung turun ke air sungai itu, yang membuat semua patung es yang terbuat dari orang-orang misterius tersebut meledak seketika itu.


BOOMM....


Ledakan besar menciptakan lubang yang sangat besar di area sekitar sungai besar itu, bahkan beberapa tempat juga merasakan getaran dari serangan pedang Ling Xu'er tersebut.


"Saudari, apa kamu tidak terlalu berlebihan?" tanya Mu Xuanyin yang melihat betapa besar dampak dari serangan Ling Xu'er itu.


"Aku tidak bisa menahan kemarahanku di saat melihat mereka kak" balas Ling Xu'er dengan menghela nafas.


Dia tentu tidak akan melupakan bagaimana dia dan saudarinya terpisah dari Lin Tian, meskipun mereka tahu Lin Tian masih hidup tetap saja berpisah seperti itu membuat hatinya sangat sakit.


Mu Xuanyin yang mendengarkan suara sedih Ling Xu'er menghela nafas, dia menepuk pundak Ling Xu'er sembari berkata.


"Tenang saja, suami kita pasti akan baik-baik saja!" ucap Mu Xuanyin meyakinkan Ling Xu'er.


"Em" Ling Xu'er hanya mengangguk dengan ucapan dari Mu Xuanyin tersebut.


"Mari kita lihat ke sana lagi, aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan tempat itu" ucap Mu Xuanyin.


akhirnya mereka berdua pun kembali ke tempat dimana formasi sebelumnya berada, Mu Xuanyin bahkan duduk di depan formasi tersebut dan mencoba untuk menembus atau melihat sedikit apa yang ada di dalamnya.


Hal itu pun dia lakukan selama beberapa hari tapi tidak ada hasil yang dia temukan, pada akhirnya mereka bersiap untuk kembali dan melaporkannya kepada Lin Dong.


Dan juga mungkin untuk memanggil Kaisar Chu kesini karena dia lebih paham tentang hal formasi dari banyak ahli di dunia dewa ini.


Tapi saat keduanya berbalik lubang hitam muncul tepat di belakang mereka, melihat itu wajah keduanya menjadi kaget dan dengan cepat menghindari lubang tersebut.

__ADS_1


Anehnya lubang itu seperti ingin menarik Mu Xuanyin ke dalamnya, benar saja sebuah hisapan yang kuat menarik Mu Xuanyin ke dalam lubang hitam itu.


Ling Xu'er yang melihat hal itu mencoba meraih tangan Mu Xuanyin untuk menyelamatkannya tapi semua iti sia-sia, Mu Xuanyin masih tetap di hisap oleh lubang hitam tersebut.


"Kakak!" teriak Ling Xu'er cemas mencoba meraih tangan Mu Xuanyin.


Tapi Ling Xu'er melihat kalau Mu Xuanyin sudah di hisap oleh lubang hitam tersebut, dan saat dia akan mencoba masuk kesana lubang itu menolak dan melemparkannya jauh dari tempat itu.


"Ugh!" cadaranya terlepas dan ada sedikit darah di bibirnya tersebut.


Memandang ke arah Mu Xuanyi menghilang rasa sakit di hati Ling Xu'er pun bertambah, baginya selama ini Mu Xuanyin selalu menemaninya baik di saat mereka sedih maupun susah.


Tapi sekarang dia kehilangan satu orang yang dia sayangi lagi, hal ini sangat menyakitkan baginya.


Dengan menggertakan giginya dia pun terbang kembali ke sekte seni beladiri untuk mencoba meminta bantuan kepada ayah mertuanya.


Ling Xu'er menghancukan jimat teleport dari sana dan menghilang dari tempat itu dalam sekejap tanpa ada jejak.


Di sekte Seni beladiri...


Swishh....


Lin Dong langsung keluar dari tempat pelatihannya, dan muncul di tempat dimana Ling Xu'er di teleport dari tempat dia berada sebelumnya.


"Nak? kenapa kamu seperti ini?" tanya Lin Dong.


"Ayah..ayah.. selamatkan kakak Mu" ucap Ling Xu'er dengan wajah sedih menggenggam tangan Lin Dong.


Dia menangis di depan Lin dong yang membuat Lin dong benar-benar kebingungan tidka tahu apa yang harus dia lakukan.


Swish...


"Xu'er? kenapa kamu menangis?" tanya Ying Huanhuan yang datang bersama Ling Qingzhu.


"Ibu..ibu..! kakak Mu..kakak Mu" Ling Xu'er langsung memeluk Ying Huanhuan dengan sedih.

__ADS_1


Melihat Ling Xu'er yang menyedihkan hati kedua ibu itu sangat sakit, mereka benar-benar tidak ingin melihat menantu mereka seperti ini.


"Ceritakan pada ibu baik-baik, apa yang terjadi dengan Xuanyin?" tanya Ying Huanhuan.


Ling Xu'er menceritakan apa yang terjadi kepada Mu Xuanyin, setelah mendengar hal itu wajah Lin Dong berubah menjadi merah.


Dia mencoba menahan amarahnya setelah mendengar hal itu, tapi dia benar-benar tidak bisa kali ini karena dia sudah berpisah dengan anaknya dan sekarang dia pun tidak bisa melindungi menantunya.


"Dimana tempat itu? ayo ikut dengan ayah" ucap Lin Dong.


Ling Xu'er mengangguk dan memberitahu Dimana tempatnya, dan setelah di beritahu oleh Ling Xu'er seketika itu Lin Dong merobek ruang disana dan membawa mereka ke tempat dimana Mu Xuanyin menghilang.


"Disini ayah!" ucap Ling Xu'er menunjuk ke arah formasi yang besar itu.


"Ini...?" Lin Dong mengerutkan keningnya melihat formasi besar di depannya itu, dia merasa seperti pernah melihat formasi ini dulunya tapi dia lupa dimana.


"Ini adalah batasan dunia dewa dan alam langit" ucap Ling Qingzhu dengan serius.


"Apa kamu yakin?" tanya Lin Dong.


"Iya, aku yakin! dan harusnya saudari juga mengenalnya kan?" ucap Ling Qingzhu dengan yakin dan memandang Ying Huanhuan dengan serius.


"Em! ini memang batas alam langit dan dunia dewa, jika ada yang ingin naik ke alam langit maka disinilah jalannya, tapi jalan ini sudah di tutup sejak kematian kaisar langit dulu" jelas Ying Huanhuan yang juga tahu apa formasi di depannya ini.


Lin Dong akhirnya ingat, pantas saja dia seperti mengenal tempat ini memang dia juga pernah dulu kesini di kehidupan dia yang sebelumnya, dan disini bisa di bilang tempat dimana semua yang ingin ke alam langit akan menghadapi ujian di dalamnya.


"Huf...! sepertinya Entah kenapa aku merasa Xuanyin naik ke alam langit" ucap Lin Dong dengan menghela nafas.


Mendengar perkataan Lin Dong ke dua wanita juga mengangguk, apa yang di katakan Lin Dong benar dan tidak salah, karena Mu Xuanyin memang naik ke alam langit entah apa alasannya.


"Kalian kembalilah dulu" ucap Lin Dong membuka ruang disana, dan meminta mereka untuk kembali dulu.


"Apa yang akan ayah lakukan disini? dan apakah kakak Mu akan baik-baik saja?" tanya Ling Xu'er kepada Lin Dong.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2