Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
64. Pedang Angsa Untu Sheng Chu'er


__ADS_3

Lin Tian mengagguk dan mengatakan dia akan menerima hasilnya, harga dia serahkan kepada si manager itu.


Mendengar betapa percayanya Lin Tian kepada dirinya sang manager itu pun berjanji pasti akan mmebuat Lin Tian puas dengan harga yang dia jual.


Setelah manager itu pergi Lin Tian kembali santai tapi wajah nya heran melihat semua yang di ruangan itu menatap nya degan wajah tidak percaya.


"Kenapa?" ucap Lin Tian.


"Itu.. saudara Tian apakah Pill saint Class menengah itu kamu yang buat?" ucap Sheng Ju.


"Hmm... begitulah" ucap Lin Tian santai.


"Gluk!" semua wanita disana menelan ludah mereka kembali, mereka tidak percaya kalau pria ini bukan hanya kuat tapi juga seorang alkimia master.


Bahkan Sheng Chu'er masih tercengang dengan apa yang dia lihat, awalnya dia tahu Lin Tian seorang alkimia master tapi dia tidak tahu kalau Lin Tian adalah seorang Saint bahkan Saint tingkat menengah.


"Lalu Pill yang pertama itu juga Saint tingkat menengah? kenapa aku merasa itu lebih kuat dari dua botol yang kamu lempar?" ucap Sheng Chu'er dengan pelan.


"Menurut Nona Sheng Chu'er bagaimana? Pill itu memang bukan tingkat menengah tapi tingkat tinggi" ucap Lin Tian dengan suara lembut yang mana hanya dia dan Sheng Chu'er yang mendengar.


"Apa?" Sheng Chu'er langsung kaget tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Lin Tian hanya tersenyum melihat betapa kagetnya Sheng Chu'er dia lalu kembali tenang sambil melihat barang-barang yang di lelang dengan santai sambil mencicipi teh nya.


Tak lama barang milik Lin Tian pun keluar, dan itu ad Ada di item lelang ke delapan belas serta harga awalnya pun membuat Lin Tian cukup puas.


Memang Pill Saint sangat banyak yang meminati nya, harga awalnya pun mencapai Sepuluh juta kristal dewa tingkat tinggi.


Itu pun adalah Pill pemulihan dan saat Pill darah keluar yang berfungsi untuk dapat meningkatkan sementara kekuatan garis keturunan atau energi di dalam tubuh terjual snagat mahal.


Lin Tian bahkan mendapatkan untuk lebih dari seratus juta untuk dua Pill tersebut, Lin Tian tentu puas dengan penjualan Pill tersebut apalagi Pill nya dibeli oleh anak dari dewa angin itu.


"Baiklah lelang selanjutnya adalah ini" ucap juru lelang memperlihatkan pedang putih dengan sarung pedang itu di lukis bergambar angsa putih.


Lin Tian tidak tertarik dengan pedang itu apalagi dia punya pedang elemen yang bisa tumbuh sesuai dengan kekuatannya, tapi dia menoleh melihat Sheng Chu'er yang terlihat tertarik dengan pedang putih itu.


Lin Tian lalu menggunakan mata kaisar untuk melihat ke dalam pedang putih tersebut, lalu dia dapat melihat roh kehidupan bintang sembilan angsa bersayap empat di dalamnya.


"Ini...? apa nona Sheng suka dengan pedang nya?" ucap Lin Tian secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Itu.. aku tidak memiliki sebanyak itu uang untuk membelinya" ucap Sheng Chu'er menghela nafas.


Dia tahu kalau harga dari pedang itu lebih dari yang yang dia miliki sekarang, walau pun dia ingin pedang itu tapi dia juga tahu batasannya.


"Hm..?" Lin Tian sedikit terdiam.


"Harga awal Lima puluh juta kristal dewa tingkat tinggi setiap kenaikan tidak kurang dari lima juta!" ucap juru lelang.


"Seratus juta!" ucap tuan muda dari alam angin.


"Hoooo... aku juga ingin ikut, Lima puluh lima juta!" ucap tuan muda kedua dari alam kegelapan.


"Enam puluh juta!" ucap pria di ruangan VIP sepuluh.


Mendengar suara itu Baik Tuan muda kedua dan semua orang disana terdiam, mereka bisa tahu kalau itu adalah orang dari alam bulan.


"Enam puluh lima juta" ucap wanita lain di ruangan VIP.


"Anak para dewa sudah ikut ambil bagian kita tidak punya kesempatan" ucap Orang-orang yang ada di lantai dua dan pertama.


"Tujuh puluh juta!" ucap putra dari dewa angin itu dengan kesal.


"Ha...! aku tidak akan bisa mengeluarkan uang sebanyak itu" ucap tuan muda kedua dengan santai.


"Tidak! aku hanya tertarik benda yang akan di jual terakhir oleh lelang kali ini" ucap tuan muda itu dengan senyum.


"Delapan puluh juta!" ucap wanita di Ruangan VIP.


"Delapan puluh lima juta!" balas Tuan muda alam angin itu dengan marah.


"Sembilan puluh lima juta!" ucap wanita lagi.


"Seratus juta, ayo naikan lagi!" ucap tuan muda dari alam angin dengan kesal.


Mendengar harga naik sampai seratus juta wanita tadi dan orang dari alam lain pun diam, harganya terlalu mahal untuk mereka yang hanya sebagai anak dari penguasa.


Jelas kalau tuan muda ini sangat di manja oleh dewa angin makanya dia bisa mempunyai uang sebanyak itu apalagi dewa angin hanya memiliki satu anak laki-laki yang jenius dan sangat di manja oleh dirinya.


"Cih! orang miskin" ucap tuan muda alam angin itu dengan bangga.

__ADS_1


"Ada yang lain?" ucap Juru lelang.


"Maka...!"


"seratus sepuluh juta!" ucap suara dari ruangan VIP nomor enam yang membuat wajah semua orang kaget memandang ke sana.


"Sial! dia lagi! apa orang ini ingin melawan ku?" ucap tuan muda alam angin.


"se...!"


"Tuan muda kita tidak memiliki uang lagi!" ucap pelayan tua di sampingnya.


"Sial!" ucap tuan muda dari alam angin itu dengan marah, seratus juta adalah batas nya.


Untung saja dia tidak menaikan harganya lagi kalau tidak mungkin dia akan mendapatkan masalah karena tidak memiliki uang yang cukup, akhirnya dia pun dengan marah terpaksa melepaskan pedang tersebut.


"Baiklah pedang ini jatuh kepada tuan di VIP enam" ucap juru lelang sambil mengetuk palunya.


Pedang itu jatuh ke tangan Lin Tian dengan harga seratus sepuluh juta kristal tingkat tinggi yang membuat Sheng Chu'er tercengang.


Pedang itu pun di antar oleh pelayan kepada Lin Tian dengan cepat, Lin Tian yang melihat bentuk pedang itu pun mengangguk ke arah pelayan tersebut.


"Katakan kepada manager mu kalau aku akan membayar setelah Pill ketiga ku terjual" ucap Lin Tian kepada pelayan tersebut.


"Tentu tuan" ucap pelayan itu tanpa sedikit pun marah, karena dia sudah menerima instruksi agar memuaskan Lin Tian apapun keinginan nya jadi tidak masalah untuk menunda pembayaran sampai lelang berakhir.


"Ini untuku Nona Sheng" ucap Lin Tian menyerahkan pedang itu kepada Sheng Chu'er.


"Untukku? tapi..." Sheng Chu'er agak ragu menerima nya.


"Ambil saja, anggap sebagai hadiah dari ku" ucap Lin Tian dengan santai.


Melihat wajah Lin Tian yang tulus dan desakan nya Sheng Chu'er akhirnya mau menerima pedang itu.


"Terima kasih saudara Tian" ucap Sheng Chu'er dengan lembut.


"Tidak masalah! mari kita lihat Pill kita berapa harga nya terjual" ucap Lin Tian dengan senyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2