Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
166. Cinta seorang istri


__ADS_3

"Cih! apa yang di rencanakan oleh adik kecil kita itu sebenarnya?" tanya Su Kun penasaran dengan rencana Lin Tian, dia meminta mereka datang kesini dan mencoba memaksa seluruh alam untuk ikut ambil bagian dalam urusan alam bawah.


"Turuti saja apa yang di katakan adik kecil kita itu, tapi aku juga penasaran apa tujuan di balik adik kecil kita meminta seluruh alam untuk ikut bergabung" jawab Bing Zhao yang juga bingung dengan tujuan asli dari Lin Tian.


"Oi! itu kalimay yang baru saja aku ucapkan bukan?" ucap Su Kun melihat ke arah Bing Zhao dengan aneh.


Baaammm..


"Duh! sakit kak." ucap Su Kun yang kepalanya di pukul oleh Bing Zhao.


"Diamlah, lihat aku sedang serius memikirkan tujuan adik kecil kita" ucap Bing Zhao kesal.


Long Aotian hanya dapat menggelengkan kepala melihat tingkah kedua saudaranya itu tapi dia tahu bagaimana pun mereka bertingkah jika itu masalah serius mereka akan selalu memikirkan itu pertama dan juga apa yang di katakan Su Kun tadi ada benarnya.


Karena Jika itu masalah alam bawah mungkin hanya dengan beberapa alam saja itu sudah cukup, tapi ini Lin Tian benar-benar ingin seluruh alam untuk ikut campur dalam urusan masalah alam bawah hal yang membuat Long Aotian dan Bing Zhao bingung.


"Saudara Bing!" panggil Mu Xuanyin yang juga keluar dari aula bersama dengan yang lainnya.


Melihat Mu Xuanyin dan keluarga Lin Tian bersama-sama membuat ketiga saudara itu tersenyum, mereka mendekati rombongan Mu Xuanyin dan menyapa orang-orang yang ikut bersama Mu Xuanyin itu dengan sopan.


"Hahaha, nak sepertinya kalian suka membuat masalah seperti aku" ucap Lin Fang sambil menepuk pundak Bing Zhao.


"Benarkah paman? kalau begitu kita bisa minum setelah ini" ucap Bing Zhao yang merasa kalau dia dan Lin Fang memiliki hobi sama jadi dia merasa seperti telah bertemu dengan teman lama karena itu seketika mereka sangat akrab di bawah tatapan kaget semua orang.


Hanya Mu Xuanyin merasa kalau akan ada tambahan satu berandalan lagi setelah ini, melihat bagaimana akrabnya Bing Zhao dan Lin Fang tentu Mu Xuanyin yang sangat mengenal tiga Berandalan lebih tahu dari orang yang ada disini.

__ADS_1


"Hahaha....bagus! aku suka itu, tapi aku heran kenapa ayah mu tidak mempunyai selera seperti mu juga? Ais, kalau dulu dia sama dengan mu maka aku pasti punya teman lain untuk bermain" ucap Lin Fang dengan wajah agak sedih.


"Sialan! apa kamu fikir aku sama dengan mu yang hanya suka membuat keributan dimana-mana?" ucvap dewa tombak kesal melihat tingkah Lin Fang dan ucapannya.


"Hahaha.. paman Lin tidak usah hiraukan ayah bau ini, lebih baik kita membahas apa yang harus kita lakukan bersama sambil minum" ucap Bing Zhao yang benar-benar menyukai gaya Lin Fang.


Keduanya pun bersiap untuk pergi tapi tiba-tiba sekelompok orang berjalan ke arah mereka, tentu melihat mereka yang datang itu langsung mengubah wajah Lin Fang dan Bing Zhao yang bercanda tadi.


"Dewa kegelapan? ada masalah apa kamu menemui kami? dan ini juga ada permaisuri alam angin serta alam laut dan alam Yang datang juga." ucap Lin Fang dengan nada agak cuek.


"Tidak, aku hanya ingin berbicara dengan Nona Mu apakah bisa?" tanya dewa kegelapan dengan tenang melihat ke arah Mu Xuanyin.


"Aku?" tanya Mu Xuanyin heran, tapi sebelum Mu Xuanyin sadar apa yang ingin di katakan oleh dewa kegelapan Bai Yu telah maju ke depan membuat Mu Xuanyin berdiri di belakangnya.


"Kamu ingin berbicara tentang membantu dewa angin bukan? apakah kamu fikir itu bisa mengubah pendirian putraku?" tanya Bai Yu dengan dingin kepada dewa kegelapan.


Bluk...


"Maafkan sikap anak-anak ku sebelumnya dan Tolong bantu suamiku, aku mohon! aku akan lakukan apapun untuk kalian selama suamiku bisa sehat kembali" ucap istri pertama dewa angin yang benar-benar berlutut di hadapan Bai Yu.


Bahkan para wanita disini pun tidak menyangka kalau istri pertama dari dewa angin akan melakukan hal seperti ini di hadapan mereka semua, ini hanya menandakan betapa cintanya wanita ini kepada suaminya bahkan rela untuk menukar dirinya untuk menyembuhkan suaminya itu.


Bai Yu yang melihat hal itu pun sontak bergetar karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dulu dia pernah merasakan hal ini saat dia memohon kepada orang tuanya untuk merestui hubungan dia dan suaminya tentu itu adalah ayah Bai kecil dulunya.


"Wanita ini!" ucap Lin Fang dan para laki-laki disana dengan wajah agak berubah-ubah, seorang wanita yang tulus seperti ini benar-benar adalah berkah bagi seorang laki-laki jika bisa bersamanya.

__ADS_1


"Cih! dewa angin memang beruntung" ucap Bing Zhao dengan suara kecil disana.


Dua anak dewa angin yang dulu membuat masalah di alam kehancuran pun ikut merasa sakit di hati mereka, kalau bukan karena mereka bagaimana ibu mereka bisa berlutut di hadapan semua penguasa disini hanya untuk menyembuhkan ayah mereka.


Bukkk.


Keduanya juga langsung mengikuti ibunya berlutut disana dan meminta maaf dengan tulus serta memohon kepada Bai Yu untuk menolong ayah mereka, dewa kegelapan pun awalnya tidak menyangka kalau istri dewa angin akan senekat ini padahal jika dia tidak bisa meminta tolong kepada Bai Yu untuk masalah dewa angin mungkin dia akan pergi berbicara kepada Dewi kehidupan.


"Kamu benar akan melakukan apapun hanya untuk menyembuhkan suamimu itu?" tanya Bai Yu dengan suara agak kecil tidak dingin seperti sebelumnya.


"Iya, dia adalah suamiku! dan aku tidak ingin kehilangan dia, jika aku harus berlutut kepadamu dan mengorbankan diriku untuknya itu sepadan dengan apa yang telah dia lakukan untukku selama ini" jawab istri pertama dewa angin dengan air mata membasahi wajahnya.


Bai Yu menatap istri dewa angin ini dengan serius, dia sekarang benar-benar merindukan suaminya yang telah lama menghilang entah kemana itu.


"Bangunlah! aku mengerti perasaanmu" ucap Bai Yu membantu wanita yang berlutut itu untuk bangun kembali, di ikuti dengan kedua anaknya yang juga berdiri bersamaan dengan ibu mereka.


"Aku.." istri dewa angin masih menangis meskipun dia sudah berdiri.


"Ambillah ini" ucap Bai Yu mengeluarkan sebuah kotak kecil dan memberikannya ke tangan istri dewa angin tersebut.


Melihat kotak kecil itu istri dewa angin sadar akan sesuatu dia menatap Bai Yu dengan mata yang masih merah, lalu melihat dia mengangguk pertanda kalau di dalam itu adalah apa yang dia inginkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2