
Setelah satu Minggu berlalu Lin Tian selalu membantu Sheng Chu'er untuk berlatih, baik itu pedang, kekuatan jiwa ataupun beberapa keterampilan teknik tingkat dewa dan di atasnya sekalipun.
Dan dalam satu Minggu itu Sheng Chu'er terlihat lebih berkembang daripada sebelumnya, dia juga telah di ajari Lin Tian menggunakan teknik pedang elemen miliknya tapi di karenakan Sheng Chu'er memiliki kekuatan kehidupan Lin Tian terpaksa mengubahnya sesuai dengan kekuatan Sheng Chu'er.
Walaupun begitu hasilnya cukup bagus karena dalam satu Minggu ini Sheng Chu'er terlihat lebih terbiasa menggunakan pedang di tangannya, meskipun dia dulu sudah menggunakan pedang juga tapi jelas itu juga di tambah dengan mata takdir yang membuat dia lebih kuat dari yang lain.
"Suami, apakah kita bisa mencoba untuk memanggil roh ku sekarang?" tanya Sheng Chu'er yang terlihat kelelahan di sana setelah beradu pedang dengan Lin Tian.
"Belum, mari kuasa teknik pedangmu sampai sempurna dan setelah itu kita akan mencoba memanggil roh lagi untukmu" jawab Lin Tian dengan senyum lembut di wajahnya.
"Em!" Sheng Chu'er mengangguk patuh kepada Lin Tian, karena bagaimana pun sekarang Lin Tian adalah gurunya.
"Ayo, serang aku dengan kekuatan penuh mu, anggap aku adalah musuhmu!" ucap Lin Tian dengan serius.
Sheng Chu'er yang mendengar itu mengubah wajahnya, dia menganguk lalu mengayunkan pedangnya ke arah Lin Tian tanpa ragu.
"Hiaa...!" teriak Sheng Chu'er yang menyerang Lin Tian dengan serius.
BOOMM..
BOOMM...
Lin Tian tidak melawan dia terus menangkis dan membiarkan Sheng Chu'er terus menyerangnya dengan pedang di tangannya itu, jelas Lin Tian ingin dia terbiasa dan mencoba menambah pengalaman bertarung Sheng Chu'er juga.
__ADS_1
Lin Tian bukan hanya sering menangkis saja, dia juga akan menyerang sedikit agar Sheng Chu'er sadar dimana kekurangan dan juga kelemahan dari seni pedangnya tersebut, akibat dari itu Sheng Chu'er mulai bisa mengubah cara pedangnya dan menutupi sedikit demi sedikit celah pada gerakannya.
BOOMM....
"Walau sudah membaik, tapi masih lambat! mungkin dulu karena roh takdir kamu bisa melihat dengan sempurna tapi sekarang itu tidak ada lagi, jadi cobalah rasakan dan prediksi sendiri kemana arah pedang lawanmu" ucap Lin Tian mengingatkan istrinya itu dengan tegas.
"Baik!" jawab Sheng Chu'er tanpa mengeluh ataupun marah dengan perkataan Lin Tian, mungkin jika itu adalah sebagian dari wanita lain mereka pasti akan memarahi balik suami mereka di saat di nasehati seperti itu, meskipun kadang itu adalah hal baik.
Lin Tian yang melihat tekad Sheng Chu'er mengangguk puas, dia tentu tidak akan mengecewakan semangat istrinya tersebut jadi dia mulai serius dan mengeluarkan tekanan pedangnya yang sama kuat dengan kekuatan Sheng Chu'er.
BOOMM...
pertarungan mereka berdua membuat ledakan yang cukup keras meskipun mereka berada sedikit lebih jauh dari istana, tentu beberapa pelayan dan juga penjaga istana tahu kalau hal itu terjadi karena kaisar dan permaisuri mereka sedang berlatih jadi mereka tidak terlihat cemas arau pun takut akan terjadi sesuatu karena sudah ada informasi dari permaisuri Lan jingyi langsung sebelumnya.
BOOMM...
"Di antara menantuku Chu'er lah yang paling lembut, dan pekerja keras dalam latihannya" ucap Bai Yu yang tiba-tiba tersenyum di sana.
Ming Bi'er juga mengangguk setuju, itu di karenakan Sheng Chu'er adalah yang terlemah sejak dia kehilangan matanya dan dia juga tidak ahli dalam melakukan atau membantu tugas istana jadi karena itulah dia ingin mencari cara lain untuk bisa membantu Lin Tian.
"Sekarang sepertinya dia sudah sedikit mempunyai kemajuan, dan kekuatannya juga mungkin sebentar lagi akan menembus dewa surgawi tingkat tinggi tahap tengah" ucap Ming Bi'er melihat kekuatan yang di tampilkan Sheng Chu'er.
"Iya, setelah dia benar-benar menguasai teknik pedang kehidupan aku akan membantunya untuk kembali mendapatkan roh kehidupan bersama Lin Tian." Tambah Bai Yu yang awalnya sudah berdiskusi dengan Lin Tian tentang masalah Sheng Chu'er dan mereka sepakat untuk mencoba membiarkan Sheng Chu'er untuk mendapatkan roh kehidupan yang lain.
__ADS_1
Meskipun menurut dia itu kecil kemungkinan untuk bisa mendapatkan roh kembali, tapi setidaknya mereka harus mencoba karena dengan bantuan dia dan Lin Tian kemungkinan terjadinya kesalahan atau membuat Sheng Chu'er terluka sangat tipis.
"Berapa persen keyakinan kalian bisa membuat Sheng Chu'er mendapatkan roh kehidupan lagi?" tanya Ming Bi'er.
"Kurang dari tiga puluh persen" jawab Bai Yu dengan nada tenang.
Mendengar hanya kurang dari tiga puluh persen membuat Ming Bi'er menghela nafas, dia tahu kalau alam kehidupan kebanyakan mereka kuat karena roh kehidupan yang ada pada mereka, dan sekali roh itu hilang maka akan sulit untuk mendapatkan roh lain kembali.
Tapi ada dimana khasus kalau roh itu sendiri bisa di dapatkan lagi hanya hal itu terjadi sekali yaitu pada saat Dewi kehidupan sebelum menjadi penguasa, saat itu Dewi kehidupan masih sangat muda dan pernah kehilangan rohnya sendiri karena mati saat bertarung, tapi berkat kerja kerasnya dia berhasil mendapatkan dua roh yang sangat di idamkan oleh semua ahli di alam kehidupan.
Dan berkat hal itulah dia bisa maju dalam kultivasi lebih cepat dan berhasil menjadi Dewi kehidupan alam kehidupan sampai sekarang ini, berbeda dengan alam elemen kalau alam elemen benar-benar mendapatkan kekuatan mereka sejak lahir tapi hanya dengan dua elemen saja sudah dapat membuat kultivator di alam elemen jauh lebih kuat dari alam lainnya.
Karena itulah para penguasa seperti dewa kegelapan tahu kalau alam elemen adalah salah satu alam yang tidak boleh di anggap remeh, sama halnya dengan alam es dan pedang yang mengkhusus diri mereka dengan elemen es dan menggunakan pedang.
"Aku hanya berharap Chu'er bisa kembali mendapatkan roh kehidupannya, hanya dengan itu kekuatan Chu'er bisa kembali meningkat" ucap Ming Bi'er dengan hati yang berat.
Kalau misalkan tuan muda alam angin masih hidup mungkin saja Ming Bi'er sudah menyiksanya sampai mati karena apa yang dia lakukan kepada Sheng Chu'er, jangankan dia Bai Yu juga sangat membenci sikap tuan muda kedua tersebut.
"Kita hanya bisa berharap yang terbaik untuk dirinya dan mari kita perhatikan menantu kita ini dengan baik" ucap Bai Yu.
"Yah, dua menantu kita itu benar-benar sudah berlari dengan cepat saat mereka tahu an'er mencari mereka! apa mereka tidak tahu kalau an'er dapat dengan mudah menemukan mereka meski mereka lari?" ucap Ming Bi'er sambil tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...