
Tapi saat dia sadar kalau Lin Tian adalah kaisar langit mereka dia tersenyum, mungkin kelompok ini belum tahu kalau Lin Tian penerus dari kaisar langit dan saat Lin Tian kembali ke alam langit maka kelompok ini mungkin akan menderita.
Tepatnya dewa laut darah yang akan menderita, dan dia sedikit jelas tentang sifat Lin Tian yang cukup kejam kepada musuh-musuh mereka. Bahkan dia juga tahu kalau kaisar harimau berada disisi Lin Tian yang membuat jelas kalau sifat keduanya dalam menyelesaikan masalah lebih dari apa yang dia fikirkan.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya jenderal topeng naga.
"Tidak ada, aku hanya berfikir apa yang akan terjadi nanti jika tiba-tiba ada perubahan di negeri langit, apakah tuan mu akan keluar? atau dia hanya akan mengorbankan bawahannya begitu saja." jawab Dewa kegelapan.
Mendengar perkataan dari dewa kegelapan mata sang jenderal bertopeng naga itu menjadi agak jelek, memang benar kalau tuan mereka tidak akan peduli jika mereka semua gagal dalam melakukan misi ini.
Tapi ada sedikit yang membuat mereka mengikuti tuan dengan senang hati, yaitu apa yang telah mereka dapatkan dan apa yang di berikan oleh tuan kepada mereka. Contohnya pria bertopeng naga sendiri dulu adalah pria yang di pandang lemah oleh banyak orang tapi karena itulah tuannya membawa dia mengangkat dia menjadi muridnya.
Dan karena kekuatan tuannya juga dia dapat membalas dendam atas kematian keluarganya dulu.
"Sudahlah! aku disini hanya untuk mencegah kamu dan pasukanmu membantu negeri langit" ucap jenderal bertopeng naga.
......................
Alam bawah...
Bai kecil terlihat santai duduk di tahta alam bawah, sejak dia memberi perintah untuk mengumpulkan pasukan tapi sampai sekarang dia belum mengirimkan satupun dari mereka ke negeri langit.
Beberapa dari mereka bahkan agak bingung dengan apa yang dilakukan oleh Bai kecil, padahal sebelumnya dia berniat mengirimkan mereka ke negeri langit untuk membantu tapi sampai sekarang mereka hanya melihat Bai kecil duduk santai atau tidak pergi entah kemana.
"Kaisar harimau kenapa kita belum berangkat?" tanya dewa angin.
"Menunggu waktu yang tepat" jawab Bai kecil santai sambil memainkan batu komunikasi yang ada di tangannya.
__ADS_1
Mendengar jawaban Bai kecil membuat dewa angin terdiam, dia menatap lagi kepada Bai kecil berharap mendapatkan penjelasan yang mudah dia mengerti agar dia juga dapat mengatakan alasan kenapa mereka belum berangkat ke alam langit.
"Apa kamu tidak tahu kalau mungkin sekarang semua alam sibuk dengan melawan kelompok itu? dan kelompok yang menyerang negeri langit juga kelompok yang sama, seharusnya kamu tahukan itu?" tanya Bai kecil.
"Iya, aku tahu itu tapi apa maksud kaisar harimau kita harus menunggu wakut yang tepat?" tanya dewa angin yang benar-benar tidak mengerti maksud dari Bai kecil
"Pasukan yang muncul sekarang bukanlah pasukan utama dari dewa laut darah, jika kita muncul sekarang maka di saat pasukan utamanya muncul kita akan pasti kalah telak" jelas Bai kecil dengan tenang.
"Tapi, jika kita tidak datang maka tiga jenderal dan pasukan di negeri langit tidak dapat bertahan" ucap dewa angin yang awalnya kaget dengan penjelasan Bai kecil.
"Kamu salah! mereka tidak selemah apa yang kamu fikirkan, malah jika kita datang dan membantu merekalah yang membuat kelompok kita kalah!" ucap Bai kecil yang lebih mengerti bagaimana sebenarnya pertempuran terjadi.
Dia sudah bertemu banyak hal selama hidupnya dulu, dia juga merasakan bagaimana peperangan terjadi dan bagaimana harus membuat strategi dalam berperang. Memang jika itu dulu dia adalah kaisar harimau yang kuat tapi jika ada sessorang yang dapat membuat dia malah telak dalam berperang atau menyusun strategi maka itu hanya ayahnya.
Bagaimanapun dari segi kekuatan, rencana, dan bertindak ayahnya bahkan lebih berhati-hati dari dia, dan bahkan saat bertempur pun dia bisa dengan mudahnya menyusun strategi baru untuk menang. Karena itulah dulu suku harimau bisa menjadi yang terkuat dari suku lainnya.
Akhirnya dia pun tidak bertanya lebih lanjut kepada Bai kecil, dia yakin kaisar harimau lebih mengerti daripada dia dalam membuat rencana. Tapi dewa angin masih tetap cemas bukan karena hal lain tapi karena dia takut sesuatu terjadi di alam langit, apalagi dia membawa lima tetua kesini jadi mungkin kekuatan alam angin sedikit lemah dari alam lainnya karena ketidakadaan dia.
"Aku tahu kalau kau juga khawatir dengan keluargamu, aku juga begitu tapi yakinlah kalau rencana mereka hanyalah pada negeri langit dan mereka tidak akan mengancam alam lainnya karena jika benar mereka memulai perang maka mana mungkin mereka melakukan secara terbuka seperti ini" ucap Bai kecil yang memandang dewa angin.
Dewa angin mengangguk mengerti, dia sedikit lebih baik sekarang setelah mendengar perkataan Bai kecil.
"Kamu pergi katakan kepada mereka terus bersiaga, aku akan mengirimkan kalian di saat semua sudah pasti" ucap Bai kecil.
dewa angin mengangguk lalu keluar untuk mengatakan rencana dan alasan kenapa Bai kecil belum mengirimkan mereka ke negeri langit. Setelah mendengar itu semua pasukan menjadi tenang, ada beberapa dari mereka menghela nafas sambil memuji Bai kecil.
Awalnya mereka semua juga agak bingung, tapi sekarang mereka lebih mudah bersabar dari sebelumnya karena penjelasan yang di sampaikan oleh dewa angin kepada mereka.
__ADS_1
"Apakah orang itu akan muncul juga nantinya?" fikir Bai kecil dengan wajah serius.
Tentu orang yang dia maksud adalah pemimpin kelompok misterius itu atau dewa penghancur yang dikatakan oleh dewa laut.
......................
Lin Tian yang terkejut dengan apa yang ada di dalam ruangan itu memandang semua yang ada disana penuh kebingungan.
Dia dapat melihat kalau semua yang terkurung dan terikat disini sungguh mengalami hari-hari yang menyedihkan, apalagi dari apa yang dia lihat semua orang disini jelas sudah sangat lama terperangkap di ruangan ini.
Lin Tian berjalan ke arah ketua kelompok yang masih menundukan kepala karena terlalu lemah, tapi saat dia tiba-tiba merasakan ada orang yang mendekatinya ketua itu pun mengangkat kepala dan menatap Lin Tian dengan tajam.
"Siapa kamu?" tanya ketua dari kelompok itu dengan serius.
"Aku? hanya seseorang yang tidak sengaja masuk kesini" jawab Lin Tian santai.
"Ho? kenapa aku mencium sesuatu yang akrab darimu?" tanya Ketua tersebut dengan serius.
"Sesuatu yang akrab? apa maksudmu?" tanya Lin Tian bingung.
"Entahlah! aku sudah lama terkurung disini jadi aku juga kurang mengerti apa yang aku maksud" jawab ketua itu juga kebingungan.
"Apakah keluarga Dong yang mengurung kalian disini?" tanya Lin Tian yang membuat wajah ketua itu menatap Lin Tian dengan kebencian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...