
Hahaha, akhirnya aku mencapai tingkat dewa kaisar! meskipun sayang sekali tidak menggunakan tubuh sempurna tapi ini sudah cukup!" teriak Huang Sheng bahagia.
Perlahan napas dari Huang Sheng semakin tenang, dan energi yang berada di tubuhnya juga semakin padat.
"Hentikan dia! jangan biarkan dia mencapa ranah dewa kaisar! jika tidak kita semua akan mati, suku meteor perak lupakan semua dendam dan bantu para dewa membunuh Iblis itu" teriak Huang De dengan keras yang membuat seluruh suku meteor perak terkejut.
"Tu..tuan kamu!".
Singa perak muncul di samping Huang De yang terlihat lemah. Dia tidak mengerti kenapa Huang De sampai seperti ini, tapi dia yakin pasti itu berhubungan dengan Huang Sheng.
"Singa perak, dengarkan aku! lupakan semua dendam kita dengan seluruh dewa dan mulailah bekerja sama dengan mereka. Jangan biarkan iblis biadab ini mencapai ranah dewa kaisar, kamu harus mencegahnya" ucap Huang De sambil menyentuh pundak Singa perak.
"Tuan, yakinlah aku akan membunuh Iblis itu" ucap Singa perak dengan sangat marah.
Dia tidak menyangka kalau tuannya yang sangat kuat di matanya terlihat menyedihkan sekarang akibat perbuatan Huang Sheng. Berbalik dia menatap seluruh dewa dan suku meteor perak yang sekarang telah berhenti bertempur itu, lalu dia menatap Lin Xiao dan Lin Diao dengan serius
"Mari bekerja sama untuk kali ini. Musuh kita adalah dia, kalahkan dia dulu dan baru selesaikan masalah kita nanti. Bagaimana?" ucap Singa perak memandang Lin Xiao.
"Itu baik!". jawab Lin Diao setuju tanpa ragu.
"Kalau begitu... ayo serang!" teriak singa perak.
"Ayo!".
Dewa kuno seperti Bai Wutian dan dua lainnya bergabung untuk menyerang Huang Sheng. Singa perak dengan tiga jenderal yang memiliki kekuatan sama dengannya juga ikut menyerang ke arah Huang Sheng.
"Semut! masih berani melawan Dewa ini?" ucap Huang Sheng dengan dingin memandang kelompok Lin Diao itu.
"Cakar harimau!."
"Cakar Bulan!".
Semua serangan gabungan dari kelompok Lin Diao menuju ke arah Huang Sheng, serangan mereka itu jelas menggunakan seluruh kekuatan mereka untuk membunuh Huang Sheng dengan sekali serang. Tapi ada senyum di wajah Huang Sheng yang melihat serangan itu datang ke arahnya, dia mengarahakn satu tangan ke depan lalu kepala tengkorak muncul dan menyerap semua serangan gabungan itu.
"Apa?".
"Hahaha, semut! apakah kamu fikir akan berhasil membunuhku dengan serangan seperti itu? sayangnya sekarang Kalian telah gagal dan... aku sudah mulai mencapai Dewa kaisar puncak dari kekuatan" ucap Huang Sheng yang tubuhnya telah bercahaya emas.
__ADS_1
"Inikah kekuatan Dewa kaisar?" fikir semua dewa yang melihat kekuatan dan merasakan tekanan dari Huang Sheng itu.
"Sial!" Huang De melihat wujud emas Huang Sheng sangat marah. Dia juga sadar sekarang Huang Sheng telah mencapai ranah dewa kaisar, hanya Lin Diao yang menatap Huang Sheng dengan aneh.
"Ini? dia belum mencapai ranah dewa kaisar! itu hanya dewa kaisar palsu!" ucap Lin Diao setelah memeriksa beberapa kejanggalan dari Huang Sheng.
"Apa maksudmu?" tanya singa perak serius.
"Jika dia mencapai ranah dewa kaisar maka harusnya kita akan lebih tertekan dari sekarang bahkan kita mungkin tidak dapat bergerak sedikitpun. Karena itu aku menyimpulkan kalau dia belum mencapai ranah dewa kaisar sepenuhnya, serang bersama lagi dan coba cari titik lemahnya" ucap Lin Diao serius.
"Kalau begitu ayo!".
Semua dewa penguasa mulai menyerang lagi ke arah Huang Sheng yang tampak menjadi sangat marah mendengar ucapan dari Lin Diao. Memang benar dia belum mencapai ranah dewa kaisar asli tapi dia juga sudah bisa di bilang dewa kaisar dengan kekuatannya sekarang.
"Semut! bertingkah sok kuat" teriak Huang Sheng dengan marah.
kepala tengkorak raksasa muncul di atas kepalanya dan menangkis seluruh serangan dari para penguasa dan suku meteor perak itu. Huang Sheng juga mulai menyerang mereka dengan tulang-tulang emas yang memiliki ujung runcing, tulang-tulang itu langsung menuju ke arah semua penguasa dan meteor perak dengan sangat cepat.
BOOMMM...
"Apa ini?" ucap beberapa dewa penguasa yang tertembus oleh tulang itu.
Perlahan tubuh mereka tiba-tiba menjadi kering dan perlahan mulai berubah menjadi tulang sebelum seluruh tulangnya ikut lenyap ke udara di tata Surya itu. Setiap yang terkena tulang tersebut energinya akan terus datang kepada Huang Sheng menambah terus menerus energinya dan membuat dia semakin dekat dengan ranah Dewa kaisar.
"Sial! apa yang harus kita lakukan?" tanya Singa perak yang terlihat terus menahan setiap tulamg-tulang yang datang.
Sekarang jelas mereka semua harus saling melindungi agar tidak membuat Huang Sheng tumbuh semakin kuat. Karena itu tanpa mempedulikan musuh atau teman mereka saling bekerja sama sekarang. Lin Diao terlihat di depan bersama Lin Xiao memasang perisai energi yang membuat tulang-tulang yang menyerang mereka menjadi hancur akibat terkena perisai mereka berdua.
"Sial! dua orang ini benar-benar merepotkan" ucap Huang Sheng menatap Lin Diao dan Lin Xiao.
Dia sekarang tida bisa bergerak terlalu banyak agar dapat menyelesaikan wujud sempurnanya menjadi dewa kaisar. Dengan energi yang sekarang tentu itu masih kurang karena itulah dia menyerang menggunakan tulang-tulang itu agar dapat menyerap seluruh energi para dewa dan suku meteor.
"Kau begitu kesal bukan? bagaimana jika menambahkan dengan aku?" ucap Lin Tian yang tiba-tiba muncul di depan Huang Sheng.
"Sial!"
BOOMMM...
__ADS_1
"Agh!" Huang Sheng di terbangkan oleh pukulan Lin Tian. Membuat dia baru berhenti ratusan meter jauhnya dari Lin Tian.
"Bagaimana bisa?".
"Berkat saudaraku, aku dapat berhasil bebas dari dimensi itu" ucap Lin Tian yang dalam wujud dewa kaisar harimaunya.
"Sial!". Huang Sheng tidak tahan dan akhirnya membuat dia tidak punya pilihan bertarung dengan Lin Tian dalam keadaan belum di sucikan itu.
BOOMMM
BOOMMM...
"Jangan ada yang keluar" ucap Lin Diao serius melihat pertempuran Lin Tian dan Lin Diao yang seimbang.
"Dimana Lin Dong?" tanya Lin Sang kepada Lin Diao.
"Aku tidak tahu! jika kakak dapat menyerang orang ini bersama mungkin kita bisa menang" ucap Lin Diao melihat Lin Tian dan Huang Sheng.
"Tidak! aku harus membantu suami" ucap Mu Xuanyin menatap Lin Tian.
"Aku katakan jangan keluar!".
"Jika kalian keluar kalian hanya akan mati dan menjadi energi dari Huang Sheng" ucap Lin Xiao marah menatap Mu Xuanyin.
"Kamu tenang saja, adik kecil tidak selemah yang kamu lihat". ucap Bing Zhao menenangkan Mu Xuanyin.
"Iya, tapi kekuatan mereka seimbang. Dan kemungkinan tidak ada yang akan menang di antara mereka" ucap Dewa takdir melihat pertarungan di luar perisai.
"Ada satu cara" ucap Huang De dengan tatapan serius.
"Apa itu?" tanya Lin Diao dan yang lain serentak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1