
Di pelabuhan terlihat Lin Tian sedang jalan menikmati waktunya Disana, dia melihat banyak orang-orang kuat yang sedang berjalan di pelabuhan itu juga.
"Sepertinya alam rahasia ini benar-benar membuat banyak orang tertarik" ucap Lin Tian dalam hatinya.
Saat dia berjalan-jalan di pelabuhan tak sengaja dia melihat banyak pria dan wanita yang memberi jalan kepada beberapa kelompok yang memakai pakaian berwarna putih emas itu.
Lin Tian yang melihat itu juga hanya memberikan jalan kepada mereka karena dia lebih baik tidak membuat masalah agar dirinya tidak terlalu mencolok.
"Mereka berasal dari kuil cahaya, aura mereka benar-benar kuat dan kabarnya semua pemuda itu menguasai elemen cahaya" ucap beberapa orang disana berbicara tentang kelompok tadi.
Lin Tian yang mendengar nya akhirnya tahu kalau mereka berasal dari kuil cahaya atau alam cahaya, dia sedikit berfikir apa mungkin kalau sekte cahaya masih ada hubungan dengan alam cahaya?.
"HM! sepertinya setiap Sekte misterius serta keluarga kuno di dunia dewa memang memiliki hubungan dengan alam langit dan alam binatang suci" fikir Lin Tian yang masih berdiri sambil sedikit berfikir disana.
"Apa yang sedang saudara fikirkan?" ucap suara lembut yang membuat Lin Tian kaget di tempatnya.
Melihat wanita cantik dan beberapa wanita di belakangnya Lin Tian seperti merasakan ada aura kebencian di belakang dirinya itu.
"Iya, tidak hanya kagum dengan betapa ramainya disini" ucap Lin Tian agak kaku.
Wanita itu tentu Sheng Chu'er dengan beberapa wanita muda dari keluarga Sheng serta beberapa wanita keluarga lain dari alam kehidupan.
"Begitukah? apa yang di lakukan saudara Tian disini?" tanya Sheng Chu'er kepada Lin Tian.
"Ehem! tidak ada aku sedang menuju ke tempat pelelangan berada sekarang" ucap Lin Tian agak kaku dan merinding merasakan aura-aura di sekitarnya.
"Siapa dia? kenapa Dewi kita bisa dekat dengan dia? bahkan Dewi sendiri yang menyapa pria itu!" ucap beberapa orang disana.
Lin Tian tentu masih mendengar hal tersebut, dia pun tak bisa berbuat apa-apa dan hanya dapat menghela nafas.
"Nona Sheng aku akan pergi dulu kalau begitu" ucap Lin Tian langsung ingin pergi dari sana.
__ADS_1
"Bagaimana jika kita bersama pergi ke sana, kebetulan aku dan saudari-saudari Ku juga sejalan dengan Saudara Tian" ucap Sheng Chu'er.
"Ti...!" belum selesai Lin Tian berbicara dia bisa merasakan kalau hawa dingin dan kejam dari orang-orang di sekitarnya mulai meningkat.
Dia sadar sampai saja dia salah berbicara maka mungkin dia tidak dapat keluar dengan santai lagi, jadi dia hanya dapat menghela nafas dan mencoba melindungi dirinya.
Karena juga tidak ada gunanya dia menggunakan kekuatan untuk melawan para orang-orang pecemburu ini.
"Baiklah, kalau begitu mari" ucap Lin Tian dengan tenang.
Sheng Chu'er mengangguk lalu Lin Tian dan yang lain pergi dari sana menuju rumah pelelangan di bawah mata banyak orang yang iri.
Di belakang mereka ada beberapa pemuda yang terlihat menggunakan jubah biru, salah satunya menatap Lin Tian dengan wajah marah.
"Saudara Tu sepertinya kamu punya saingan" ucap salah satu pria lain.
"Pria itu tidak pantas untuk menjadi saingan ku" ucap pria bermarga Tu itu.
Meskipun dewa angin bukan lah dewa penguasa yang terkuat disana tapi dia masih tetap dewa penguasa alam angin.
Mereka juga pergi mengikuti Lin Tian dan yang lain dari belakang, sebenarnya pria itu bukan lah satu-satunya penggemar dari Sheng Chu'er ada beberapa anak dewa lagi yang menyukai nya tapi tentu Sheng Chu'er tidak pernah memberi mereka kesempatan.
"Haa....!" ucap Lin Tian dengan wajah sedih.
"Hm? saudara Tian? kenapa dengan wajah mu? apa kamu punya masalah?" ucap salah satu dari enam wanita yang ikut bersama Sheng Cu'er.
"Tidak.. tidak ada.. hanya apa kalian pernah mendengar kadang kecantikan akan menyebabkan kehancuran?" ucap Lin Tian dengan wajah lesu.
Mendengar perkataan Lin Tian awalnya wanita-wanita itu tidak mengerti lalu untuk beberapa saat mereka tertawa kecil karena mengerti maksduh dari Lin Tian.
"Saudara Tian, apa yang kamu katakan itu tidak benar! kadang pria lah yang sendiri mudah tergoda akan kecantikan karena itulah yang menyebabkan kehancuran" ucap Wanita cantik yang lain.
__ADS_1
Lin Tian hanya menggelengkan kepala, dia tentu lebih mengerti dari mereka semua tentang itu karena dia juga telah mengalami seratus kali reinkarnasi, dan apa yang tidak dia rasakan saat itu? Pengkhianatan, pengorbanan, kesetian, sakit, senang dan susah.
Tentu dia sudah merasakan nya, bahkan sampai sekarang meskipun dia merasa hidupnya berjalan lancar tapi tidak semua sesuai dengan rencana nya.
Apalagi saat dia di dunia biru masih banyak orang lemah yang tertindas karena tidak memiliki kekuatan apapun di tangan mereka.
Hanya Sheng Chu'er yang terlihat agak serius memandang Lin Tian, dia merasa kalau sikap Lin Tian berbeda dengan pria lain yang dia temui.
Itu karena kadang pria yang mendekati nya pasti hanya karena kecantikan yang dia miliki, apalagi dengan tubuh nya yang mengikat di mata para pria.
Tapi di depan Lin Tian dia tidak perlu takut karena Lin Tian terlihat tidak peduli dengan kecantikan nya, sebelum itu dia pernah berfikir kalau Lin Tian adalah pria aneh.
Tapi ayah nya pernah bertanya kepada Sheng Qiu ternyata Lin Tian ini memiliki dua wanita yang telah menjadi istrinya, dan dia juga memiliki satu wanita yang setia bahkan rela mengorbankan dirinya hanya untuk Lin Tian.
Ketiga wanita itu pun tak kalah cantik dari dirinya, itulah yang dia dengar dari ayah nya tapi dia masih belum tahu siapa Lin Tian sebenarnya karena Sheng Qiu hanya mengatakan kalau dia adalah cucu dari Sheng Lien di alam es.
"Nona Sheng Chu'er, apakah ada yang aneh di wajahku?" ucap Lin Tian yang aneh melihat Sheng Lien terus memperhatikan dirinya.
"Tidak saudara Tian, aku hanya penasaran wanita mana yang beruntung menjadi kekasih mu" ucap Sheng Chu'er dengan lembut.
Mendengar itu wajah Lin Tian kaget, lalu dia memandang para wanita yang juga ingin tahu siapa wanita yang dia miliki.
"Mereka tidak ada disini, dan tentu kedua nya adalah wanita yang cantik! dan juga ada satu wanita lagi yang sedang menunggu ku jadi aku juga tidak bisa mengecewakan dirinya" ucap Lin Tian dengan santai.
Tapi jauh di dalam hatinya dia merindukan dua wanita nya, dan juga dia tentu merasa bersalah dengan satu wanita yang sedang menunggu dan berjuang untuk membantu dirinya sekaran.
"Huf...!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...