Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
194. Menjadi budak


__ADS_3

BOOOMMMMM...


"Ugh!" Bai kecil yang menyerang tuan muda alam angin pun terpental jauh ke tanah dengan keras, Bai Kecil langsung bangun dan memandang ke arah tuan muda alam angin dengan wajah penuh kemarahan.


"Kau belum mati?" ucap Bai kecil dengan marah memandang tuan muda kedua dari langit.


Tuan muda kedua yang sudah menjadi setengah monster itu hanya tersenyum, dengan menutup matanya sebentar perlahan sosok yang terlihat seperti monster itu pun kembali berubah menjadi sosok tuan muda kedua yang terlihat lebih tampan.


Bola mata merahnya serta rambut merah darahnya membuat dia jauh berbeda dari dia yang sebelumnya, bahkan semua ahli dari dua kubu yang bertempur pun sangat merasakan perbedaan aura tuan muda kedua yang tadi kacau tapi sekarang sangat lah tenang dan juga tidak terduga.


"Kaisa harimau, kenapa kamu bisa mengatakan seperti itu? dulu kamu membunuhku dengan kejam beruntung aku hidup sekarang, harusnya kamu memeluk dan mengatakan 'Aku sangat senang kamu masih hidup', bukan?" ucap tuan muda kedua dengan santainya memandang Bai kecil.


"Cih! aku bahkan berharap kau tidak pernah hidup lagi, juga aku benar-benar tidak ingin bertemu dengan monster seperti mu lagi" jawab Bai kecil dengan wajah yang sudah mulai gelap.


Entah apa yang di rasakan jenderal angin membuat dia menjadi sangat kaget bahkan dia pun sekarang tidak sadar kalau dia sudah di desak oleh dewa angin sejak tadi. Tapi itu wajar saja karena percobaan yang dia pikir berhasil malah sekarang menjadi seperti ini, monster yang dia bisa kendalikan malah sekarang bisa berbicara bahkan tuan muda kedua yang tadi telah menjadi monster benar-benar kembali menjadi manusia.


Hanya warna bola mata dan rambutnya saja yang berbeda dari sebelumnya, bahkan leluhur Dong yang di pukuli oleh Bai kecil sebelumnya juga menatap tuan muda kedua dengan mata yang tidak percaya.


"Bagaimana mungkin dia bisa berbicara?" ucap leluhur Dong dengan wajah ketakutan dan rasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.


Setau dia darah yang dia dan anaknya ambil di mayat monster itu jelas-jelas hanya darah, dan juga monster itu pun sudah sangat lama telah mati. Leluhur Dong mengerti maksud dari Bai kecil yang terlihat sangat marah kepada tuan muda kedua tersebut.


"Hahaha, kamu tahukah kaisar harimau? meskipun aku mati tapi tetap saja akan masih ada yang lainnya datang kesini menggantikan aku, apalagi aku ini hanya buatan dari tuanku sendiri" ucap tuan muda kedua dengan senyum.


Bai kecil yang mendengar hal tersebut menggertakan giginya karena marah, dia sedikit tahu apa makhluk ini dan jika bawahannya sudah begini maka ada kemungkinan tuan yang dia maksud mungkin bahkan lebih mengerikan dari monster itu.

__ADS_1


"Jangan takut wahai kaisar harimau, selama kamu mau tunduk kepada tuanku maka kamu akan mendapatkan semua yang kamu mau, bagaimana?" tuan muda kedua tersebut terlihat sedang mencoba membujuk Bai kecil untuk bergabung dengannya.


Bai kecil yang mendengar itu agak terkejut dia tidak menyangka kalau orang ini akan menawarkannya untuk bekerja sama dengan dirinya, bahkan yang lainnya juga terkejut dengan perkataan tuan muda angin tersebut.


"Hoom.? kelihatannya menarik tapi.." Bai kecil tersenyum aneh ke arahnya, tuan muda angin terlihat mengertikan kening saat melihat sikap aneh Bai kecil.


Swiss...


"Tuan mu tidak pantas membuat saudaraku menjadi budaknya!" ucap Lin Tian yang sebelumnya telah di terbangkan dan tiba-tiba dia muncul di belakang tuan muda alam angin yang langsung memukul tuan muda alam angin dengan sangat keras.


BOOMM...


"Ugh!"


Tuan muda alam angin pun terlempar keras ke tanah karena tidak sempat untuk menahan serangan Lin Tian yang di sebabkan dia hanya terfokus kepada kaisar harimau dan dia merasa tidak akan ada yang berani menyerangnya setelah tahu dia dan kekuatan yang dia miliki.


"Ho, jadi kamu adalah saudara dari kaisar harimau kah? kamu memang jenius yang luar biasa bahkan tuanku tidak bisa di bandingkan dengan kamu" ucap tuan muda alam angin tersebut.


Lin Tian tidak menjawab dia menatap tuan muda alam angin dengan serius, tidak tahu kenapa dia merasa jika orang ini keluar dari alam bawah akan membuat bencana yang luar biasa di alam langit saat itu.


Swisshh..


"Apakah dia anakku?" tanya dewa angin kepada Lin Tian dengan wajah cemas.


"Tidak, dia sudah bukan lagi anakmu! kita harus menghancurkan tubuhnya atau membunuh jiwa yang ada di dalamnya" jawab Bai kecil yang juga muncul di samping Lin Tian.

__ADS_1


Mendengar itu wajah Dewa angin agak sedih, dia benar-benar tidak ingin tubuh anaknya hancur tapi sekarang tidak mungkin untuk membawa anaknya kembali lagi dan lebih baik dia menghancurkan tubuh anaknya daripada membawa bencana ke alam langit.


"Aku mohon kirimkan dia dengan baik" ucap dewa angin kepada Lin Tian dan Bai kecil dengan yang menyakitkan. Lin Tian dan Bai kecil hanya mengangguk, mereka juga mengerti betapa sakitnya hati seorang ayah melihat anaknya yang sudah mati tapi masih saja di gunakan oleh orang yang biadab ini.


Swishh..


"Siapa kau?" tanya Jenderal Dong yang muncul di belakang tuan muda alam angin bersama dengan leluhur Dong.


"Hm?"


Tuan muda alam angin melihat kedua pria itu dengan wajah aneh, dia tiba-tiba tersenyum dan menggerakan satu tangannya lalu dua tentakel merah pun langsung menyerang keduanya dalam sekejap.


Bahkan keduanya tidak sempat menghindari tentakel tersebut karena fikiran mereka telah di penuhi dengan kebingungan, akibatnya tentakel menembus jantung keduanya tanpa sedikitpun masalah ataupun halangan yang berarti.


"Ka..kamu! bagaimana bisa monster buatanku menjadi seperti ini?" ucap jenderal Dong.


"Buatan mu? kalau bukan karena aku ingin kalian mencarikan ku tubuh baru mana mungkin aku akan membiarkan kalian menggunakan darahku, yang tidak kalian tahu adalah meskipun aku telah mati tapi selama sesuatu yang ada di mayat ku dulu masih ada maka aku dapat berpindah ke tubuh yang lain selama tubuh itu cocok untukku" jawab tuan muda alam angin dengan dingin, yang mana hanya keduanya saja dapat mendengarkannya.


Wajah keduanya pun sekarang sadar kalau mereka telah di manfaatkan oleh monster tersebut yang ingin mencari tubuh baru untuknya, tapi benda yang di maksud oleh tuan muda alam angin tentu mereka tidak tahu akan hal tersebut.


"Jadilah budakku!" ucap tuan muda alam angin, perlahan mata keduanya berubah menjadi merah darah dan rambut mereka berubah semerah darah.


"Hormat kepada tuan!" ucap jenderal Dong dan leluhur Dong setelah sepenuhnya di kendalikan oleh tuan muda alam angin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2