Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
378. Tertangkap (END)


__ADS_3

"Eh?". tiba-tiba Lin Tian merasakan roh api palsunya hancur.


"Kenapa kak?" tanya Bai kecil.


"Roh apiku hancur" jawab Lin Tian kaget dan tiba-tiba berdiri.


"Eh? bagaimana bisa?". ucap Bai kecil bingung.


"LIN TIAN!!!!!".


"HM? suara ini?" wajah keduanya tiba-tiba berubah.


"Kakak saatnya menggunakan teknik terkahir kita" ucap Bai kecil.


"Tunggu! kita sedang menyamar, mereka tidak akan tahu kalau kita disini" ucap Lin Tian juga cemas.


"Benar!".


"Eh? sial!".


Ucap Lin Tian tiba-tiba mengubah wajahnya. Dia merasakan kalau rantai yang mengikat Roh api asli telah di lepaskan oleh seseorang. Segera keduanya menjadi kaget, tapi sosok wanita cantik dengan wajahnya di tutupi cadar tiba-tiba sudah muncul di depan pintu tempat hiburan itu.


"LIN TIAN! dimana kamu?" teriak Mu Xuanyin memandangi setiap ruangan dan meja disana. Tapi dia tidak dapat menemukan Bai kecil maupun Lin Tian disana, karena Bai kecil sudah bersembunyi di dalam jubah Lin Tian dan Lin Tian juga menahan serta mengubah auranya.


Mu Xuanyin yang kesal tidak dapat merasakan aura dan juga tidak dapat menemukan Lin Tian menjadi sangat kesal dan bersiap untuk pergi. Saat itu Lin Tian dan Bai kecil merasa lega, Tapi tiba-tiba yang lain datang bersama dengan roh api yang telah bebas.


"Itu dia!" tunjuk roh api kepada Lin Tian yang telah mengubah wajahnya.


"HM?" semua keluarga Lin Tian memandangi Lin Tian yang memiliki janggut panjang dan tidak tampak seperti dirinya.


"Ma...maaf! apakah anda salah orang?" tanya Lin Tian berpura-pura tidak sadar.


"Iya itu dia! aku di ikat dan melihat sendiri bagaimana dia mengubah wajahnya" ucap roh api dengan keras.


"LIN TIAN!" teriak Mu Xuanyin di tambah yang lainnya.


"Kakak! saatnya teknik terkahir kita" ucap Bai kecil yang sudah sadar tidak dapat bersembunyi lagi dan duduk kembali di kepala Lin Tian.


"Iya!"

__ADS_1


"Teknik terkuat! Langkah seribu" ucap Bai kecil dan Lin Tian langsung menghilang dari ruangan itu.


"Kemana kau akan lari!" teriak Mu Xuanyin langsung terbang keluar dan mengejar Lin Tian.


Semua pelayan dan juga orang-orang disana sudah merasa jantung mereka ingin melompat keluar karena semua orang yang datang adalah orang-orang kuat dari negeri langit.


"Kakak! ayo sedikit lagi kita bisa merobek ruang disana" ucap Bai kecil menunjuk ke arah langit yang tidak jauh dari benua timur di alam api.


"Ayo! aku tidak bisa terus berlari disini, tapi jika berhenti semuanya hidup pria kita berakhir. Untuk hidup pria kita" ucap linntian segera mempercepat terbangnya.


"Bagus disini saja!" ucap Lin Tian bersiap merobek ruang.


"Eh?".


Tiba-tiba sesuatu melilitnya yang membuat Lin Tian dan Bai kecil tidak bisa masuk ke dalam ruang yang mereka robek. Saat Lin Tian melihat ke belakang, dia melihat kalau Lin Dong berubah ke wujud Kaisar naga emasnya, jadi karena itulah Lin Tian tidak bisa kabur.


"A..ayah!".


"Mau lari? jangan harap!" ucap Lin Dong kesal bercampur senang melihat anaknya.


"Ti..tidak aku tidak lari" ucap Lin Tian dan Bai kecil ketakutan.


"Habislah kita" ucap Lin Tian dan Bai kecil serentak.


"Bagus..bagus! kalian ingin lari bukan? ayo! lari lagi" ucap Mu Xuanyin kesal.


"Ehem. Itu istriku yang baik dan cantik, aku tidak lari kamu tahu aku dan Bai kecil lelah dan menderita luka serius jadi kami harus memulihkan diri disini. Dan takut kalau ada musuh besar yang melawan kami jadi aku dan Bai kecil melakukan sedikit perlindungan disini" jawab Lin Tian dengan alasannya.


"Oh! anakku, jadi musuh mana yang kamu maksud?" tanya Ying Huanhuan.


"Ehem. ibu, itu... musuhku sangat kuat sekarang, jadi bagaimana jika meminta ayah membebaskan aku agar mengejar musuhku sekarang?".


"Benar bibi!"


"Kamu diam!" ucap Dewi bunga dan Lin Feng'er menatap Bai kecil kesal.


"Baik, aku diam. Tunggu! Ying'er anak siapa itu?" tanya Bai kecil menatap Bai Ying yang menggendong Bai Hua'er.


"Ini? dia anakku dan juga Hei An ayah, namanya Bai Hua'er. Cucu ayah sendiri" jawab Bai Ying.

__ADS_1


"Oooo! cucuku ternyata, eh! Sialan pria bangsat apa yang kau lakukan dengan anakku? sialan! kau menodainya?" ucap Bai kecil tiba-tiba sadar kalau anaknya memiliki anak dengan Hei An.


"Ehem! kami sudah menikah lima tahun lalu dengan paman Xialong yang menggantikan ayah mertua" ucap Hei An agak menghindari tatapan Bai kecil.


"Sialan! naga kecil berani sekali kau menikahkan anakku dengan pria bajingan ini" teriak naga kecil kepada Naga kecil.


"Iya.. kakaka, aku tidak berdaya karena kakak ipar yang memintaku. Dan juga kakak, kamu harusnya memikirkan bagaimana kabur dari mereka" jawab Naga kecil menghindari tatapan Bai kecil juga.


"Mama, apakah dia kakek? kenapa kakek bisa jadi kucing? dia terlihat sangat imut" ucap Bai Hua'er polos.


"Oh dewa! cucuku bilang aku imut, lihat kak! cucuku mengatakan aku imut" ucap Bai kecil tiba-tiba gembira.


"Ehem! apa kamu tidak tahu kita dalam bahaya?" tanya Lin Tian kesal.


"UPS!"


"Ayolah, ibu, ayah bisakah aku di lepaskan kembali?" tanya Lin Tian dengan wajah sedih.


"Tanyakan sendiri kepada istrimu" jawab Lin Dong dan Ying Huanhuan serentak.


"Suami, kenapa kamu tidak ikut dengan kami? kami pastikan merawatmu dengan sangat baik jika kamu memang terluka" ucap Sheng Chu'er yang untuk pertama kalinya memasang wajah menakutkan di mata Lin Tian.


"Gluk!". Lin Tian dan Bai kecil hanya bisa pasrah karena diri mereka di bawa dengan di ikat oleh Keluarga mereka ke negeri langit. Dan mereka pun di ikat dan si gantung di depan gerbang istana oleh persetujuan semua keluarganya terutama istri Lin Tian dan Bai kecil.


Kabar mengenai Lin Tian dan Bai kecil kembali membuat seluruh alam langit bergembira, setelah hari itu semua orang berpesta termasuk keluarga Lin Tian dan Bai kecil. Hanya Lin Tian dan Bai kecil yang masih di gantung di luar gerbang terlepas hujan atau badai. Bahkan mereka yang ingin kabur sudah di ancam oleh keluarganya untuk tidak kembali lagi bila mereka berani kabur.


"Oh kakak, berapa lama kita disini?" tanya Bai kecil.


"Aku tidak tahu, dagingku!" ucap Lin Tian melihat kemeriahan dari dalam istana.


"Kakak, apakah kamu sudah melepaskan api ungu itu?" tanya Bai kecil.


"Sudah! kita tinggal menunggu siapa yang akan menjadi kaisar api untuk alam api nantinya" ucap Lin Tian sedikit tersenyum.


"Haaa.. jika benar sudah di temukan, aku ingin melihat orang yang mendapatkan keberuntungan itu" ucap Bai kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2