Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
182. Kekhawatiran


__ADS_3

"Kalian benar-benar tikus kurang ajar!" teriak jenderal Nan Mo yang mengarahkan pedang langsung ke dada Dong Siyu.


"Ugh! kamu pasti akan menemaniku juga jenderal Nan Mo, hahaha!" ucap Dong Siyu tanpa sedikitpun penyesalan ataupun ketakutan di matanya.


"Siapa yang mau ikut dengan mu!" ucap jenderal Nan Mo memotong tubuh Dong Siyu menjadi berkeping-keping.


BOOMM..


Orang-orang yang masih tersisa dari keluarga Dong, melihat kalau mereka tidak bisa menang lalu mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisi darah aneh dan saat lin Tian melihat darah itu ada perasaan menjijikan di hatinya yang membuat dia tidak senang.


"Jangan-jangan! paman Nan Mo, bakar semuanya sisa-sisa dari keluarga Dong sebelum mereka berubah!" teriak Lin Tian dengan serius melemparkan sebuah pedang api kepada Nan Mo.


Meskipun tidak mengerti apa yang sedang di cemaskan Lin Tian tapi Jendral Nan Mo langsung menyerang sisa dari keluarga Dong dengan pedang api milik Lin Tian.


BOOMM..


ROAARR..


"Sial! masih terlambat" ucap Lin Tian melihat beberapa dari keluarga Dong yang telah berubah menjadi mosnter darah raksasa, tapi kali ini berbeda karena monster darah raksasa itu memiliki sayap dan hanya dua tangan saja di tubuh mereka.


Dan kekuatan yang di rasakan oleh Lin Tian dari tubuh monster itu jauh berbeda dari sepuluh mosnter yang dia kalahkan sebelumnya, Lin Tian benar-benar dalam masalah sekarang.


Swishh.


"Nak, apa yang harus kita lakukan sekarang? dengan jumlah sebanyak ini di tambah lebih dari seratus monster bersayap tidak akan mungkin bisa kita selesaikan dengan sehari saja" ucap Jenderal Nan Mo dengan serius kepada Lin Tian.


"Aku tahu paman, sepertinya aku hanya bisa melakukan hal itu untuk sementara waktu tapi.." Lin Tian agak ragu untuk menggunakan teknik yang dia katakan itu.


"Tapi apa? jangan ragu untuk sekarang karena kita harus menyelamatkan orang-orang di istana jika sampai terlambat maka itu akan lebih merepotkan daripada mosnter darah disini!" ucap Jenderal Nan Mo meyakinkan Lin Tian.

__ADS_1


Mendengar perkataan Jenderal Nan Mo Lin Tian memutuskan menggunakan teknik itu, meskipun akan agak berdampak bagi alam bawah tapi hanya itu yang dapat dia lakukan untuk sekarang dan dia pun tahu teknik tersebut hanya akan menahan mereka untuk sementara waktu saja.


"Baiklah! kita akan utamakan untuk menyelamatkan orang-orang di istana dulu" jawab Lin Tian yang langsung maju ke depan sendirian.


Tiba-tiba perlahan rambut Lin Tian berubah menjadi biru, matanya berubah menjadi biru seperti es dan perlahan seluruh di sekitar Lin Tian di selimuti oleh hawa dingin yang luar biasa.


"Ini..!" wajah Jenderal Nan Mo berubah saat melihat perubahan yang terjadi kepada Lin Tian, dia tentu tahu kalau teknik yang digunakan Lin Tian adalah elemen es yang berasal dari alam es.


"Siapa dia sebenarnya?" fikir Nan Mo sangat penasaran dengan siapa Lin Tian.


"Phoenix es! bekukan seluruh alam!" ucap Lin Tian perlahan membentuk segel di tangannya, dan burung Phoenix es besar muncul di atas kepala Lin Tian.


Phoenix itu menatap semua makhluk yang di depannya dengan tatapan merendahkan, dia adalah elemen sejati dari es, dia adalah dewa dari elemen es, dengan kupasan sayapnya beberapa monster darah langsung membeku menjadi patung di tempat mereka.


RAAARRRRRR!.


"Bekukan!" ucap Lin Tian. Perlahan udara disana menjadi dingin dan Phoenix es itu terbang ke langit.


Phoenix es langsung mengayunkan kedua sayapnya yang mendatangkan badai es besar yang mengarah ke seluruh kelompok monster darah tersebut, setiap monster yang terkena oleh badai es itu langsung membeku di tempat mereka dan tidak bergerak lagi.


Melihat semua monster darah yang membeku membuat Nan Mo menghela nafas lega, tapi itu hanya sesaat saja karena fikirannya terfokus ke arah istana alam bawah.


"Paman, kamu pergi dulu ke istana untuk memimpin yang lainnya masuk jika bisa! aku akan membantu di tiga sisi lainnya dulu" ucap Lin Tian kepada Jenderal Nan Mo.


"Baik! aku akan menunggu di istana" jawab Jenderal Nan Mo langsung pergi setelah menjawab perintah Lin Tian.


Lin Tian juga naik ke atas Phoenix es, dia langsung melesat ke arah perbatasan timur untuk membantu disana dulu. Setalah menyelesaikan masalah di bagian timur dia langsung memerintahkan mereka untuk menuju ke istana untuk membantu menyelamatkan semua ahli dari alam langit.


Lin Tian juga pergi ke arah selatan dan membekukan semua monster darah tersebut, sama halnya dengan bagian timur dia juga langsung memerintahkan pasukan disana berangkat ke istana di ibukota.

__ADS_1


Swishh..


ROAARR....


Bai kecil yang berada di bagian Utara mengaum yang langsung membuat lubang hitam dan menelan seluruh monster darah yang tersisa disana, dia juga mengeluarkan serangan petir membakar hangus orang-orang yang akan menggunakan darah dari botol kecil yang mereka keluarkan.


Sebagai kaisar harimau yang pernah melawan pemilik darah dari botol yang di pegang keluarga Dong tentu dia lebih peka dari yang lain, bahkan saat orang-orang keluarga Dong mengeluarkan botol itu Bai kecil sudah tahu kalau mereka hendak ingin menjadi monster darah.


Swishh..


Lin Tian yang muncul melihat kalau pertempurang di sisi Bai kecil telah selesai agak senang, dia pun turun dari atas Phoenix es dan muncul di sisi Bai kecil yang baru saja menyelesaikan semua monster darah raksasa tersebut.


"Bagaimana kak? semua selesai?" tanya Bai kecil.


"Aku hanya membekukan mereka, karena aku terlambat menyadari kalau itu adalah darah dari mosnter itu" jawab Lin Tian menghela nafas.


Bai kecil yang mendengar jawaban Lin Tian hanya mengangguk, dia lebih mengerti dari Lin Tian masalah monster itu jadi dia bisa mencegah orang-orang ini dengan cepat tapi meskipun Lin Tian membekukan mereka semua tetap saja tidak akan membunuh mereka. Apalagi jika Lin Tian benar-benar menghancukan mereka pasti membutuhkan waktu lama karena di sisi dia monster darah lebih banyak dari di sisi yang lain.


"Semuanya berangkat ke ibukota sekarang, jika kita terlalu lama maka mosnter darah yang akan muncul lebih kuat dari apa yang kita fikirkan" ucap Lin Tian dengan serius. Semua pasukan keluarga Bei mengerti lalu langsung membawa pasukan ke ibukota dengan cepat, melihat hal itu Lin Tian hanya bisa menghela nafas berat.


"Menurutmu apakah jenderal Dong akan muncul?" tanya Lin Tian.


"Delapan puluh persen mungkin kak, tapi bukan itu yang aku takutkan kak" jawab Bai kecil.


"Maksud mu?".


"Aku hanya takut kalau sampai jenderal Dong telah berhasil membuat mosnter yang setara dengan monster yang dulu pernah aku bunuh, atau dia telah berhasil membuat monster dengan tubuh tuan muda kedua alam angin" jawab Bai kecil dengan wajah serius setelah melihat bagaimana keluarga Dong berani menelan darah mosnter itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2