Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
267. Pintu istana langit


__ADS_3

Di depan pintu istana langit, terlihat Lin Tian berdiri di depan pintu besar itu di ikuti di belakang mereka tiga jenderal dan lima berandalan.


Tidak lupa Lang kecil yang terlihat diam memandangi Lin Tian, dia ingin melihat apakah pria ini bisa membuka pintu istana langit yang telah lama tertutup itu.


Bahkan semua rakyat dari negeri langit juga hadir sambil berdoa agar pintu istana langit itu terbuka, mereka penuh harapan dengan kaisar langit yang baru ini dan mereka benar-benar berharap alam langit bisa kembali teratur seperti dulu lagi.


Swiss..


"Ho, akhirnya mereka kembali" ucap Lin Tian melihat Zi Yanling kembali dengan membawa pasukannya lagi.


tapi Lin Tian langsung terdiam melihat pria dengan dua tanduk di kepalanya berdiri di samping Zi Yanling, dia berfikir kalau dirinya bermimpi karena melihat sosok yang dia kenal.


Bahkan dia mengusap matanya sambil melihat lagi ke arah pria tersebut, saat dia melihat lagi pria itu Lin Tian melihat kalau dia juga meneteskan air mata.


Pria itu langsung turun dan tiba di depan Lin Tian, seketika itu di bawah tatapan banyak orang yang bingung dia berlutut dengan gemetar kearah Lin Tian.


"Mo Gui menghadap tuan" ucap Mo Gui dengan hormat kepada Lin Tian.


"Ka...kamu? bagaimana bisa?" tanya Lin Tian bingung, dia ingat kalau Mo Gui adalah iblis yang bersumpah setia kepadanya waktu dia kembali ke zaman kuno.


Tapi dia berfikir kalau Mo Gui kemungkinan tidak akan selamat dari bencana itu, makanya dia menghela nafas dan mulai melupakannya. Apalagi dia setengah yakin kalau tidak mungkin bisa selamat dengan kehancuran yang dilakukan oleh dewa kematian saat itu.


"Terima kasih dengan cincin pemberian tuan, aku bisa selamat dari bencana itu berkat cincin tuan" jawab Mo Gui dengan hormat.


Lin Tian langsung ingat kalau dia pernah memberikan cincin untuk Mo Gui dulu, dan cincin seperti itu juga memiliki fungsi untuk melindungi tuannya dari bahaya. Atau ada fungsi lain yaitu mengisap roh dari tuannya ke dalam cincin di saat tuan dari cincin itu benar-benar sudah berada di ujung kematiannya.


Bisa di bilang itu adalah nyawa kedua bagi pemilik cincin tersebut, karena dengan cincin itu sebagian dari roh atau jiwa mereka akan terpelihara dan bisa terus hidup untuk memulihkan tubuhnya di dalam cincin itu juga.


"Aku benar-benar tidak menyangka akan bisa bertemu kamu lagi Mo Gui" ucap Lin Tian menghela nafas.


Sekarang dia telah mengubah takdir orang lain lagi, awalnya dia menghidupkan kembali dewa takdir dan sekarang Mo Gui selamat dari bencana itu akibat dari cincin pemberiannya.

__ADS_1


"Iya tuan! dengan begini aku bisa melayani tuan dengan sepenuh hatiku" jawab Mo Gui dengan hormat.


"Bagus! kalau begitu bagaimana? apakah kamu sudah membuat kelompok yang kamu janjikan itu?" tanya Lin Tian.


"Lapor kepada tuan, semuanya sudah HBA laksanakan! saya memiliki lima ribu orang dengan masing-masing ranah terendah mereka adalah Dewa surgawi tingkat tinggi tahap puncak kurang dari lima ratus, dan selebihnya adalah dewa penguasa ke atas" jawab Mo Gui dengan hormat melaporkan seluruh bawahannya kepada Lin Tian.


"Kamu benar-benar bekerja keras!" ucap Lin Tian salut dengan Mo Gui, dia tahu kalau clan iblis Mo adalah orang yang selalu setia dan selalu berpegang teguh pada janji mereka.


"Ini tidak seberapa dengan kehebatan tuan" jawab Mo Gui merendahkan dirinya, dia juga tahu apa yang selama ini di lakukan Lin Tian.


Dan dia merasa kagum dengan setiap perbuatan serta rencana tuannya itu, bahkan dia masih tidak akan lupa bagaimana Lin Tian menolongnya dulu.


Bahkan dia dengan percaya menyerahkan cincin ruang yang telah menyelamatkan hidupnya dulu, kalau bukan karena cincin itu maka dia akan mati seperti yang lainnya.


"Mo Gui! kau dan Zi Yanling ku perintahkan bekerja sama untuk membangun pasukan rahasia lagi, apakah kamu bisa melakukannya?" ucap Lin Tian dengan serius.


"Ha! budak tua ini bisa melakukannya tuan" jawab Mo Gui dengan hormat.


"Sesuai perintah anda kaisar" jawab Zi Yanling dengan hormat.


Lin Tian mengangguk, dia lalu tidak lagi memperhatikan keduanya dan menatap kembali ke pintu di depannya tersebut. Dia dapat merasakan kalau ada sesuatu penghalang yang kuat mencegah siapapun untuk masuk ke dalam istana itu.


Tapi entah kenapa dia merasa kalau di dalam pintu ini ada hal aneh yang membuat dia sedikit tidak senang, apa itu dia pun tidak tahu tapi yang jelas itu adalah sesuatu yang pernah dia temui.


"Tuan, dengan kekuatan tuan bukankah bisa dengan mudah membuka pintu ini, kenapa anda masih diam tuan?" tanya Mo Gui yang berdiri di sisi kanan Lin Tian seperti tangan kanan Lin Tian.


"Apakah kamu tidak merasakan ada sesuatu yang akrab di dalamnya?" tanya Lin Tian kepada Mo Gui.


"Sesuatu yang akrab?" Mo Gui tiba-tiba sedikit bingung dengan perkataan Lin Tian, dia lalu mulai memeriksa pintu tersebut dengan inderanya dan untuk sesaat dia tidak dapat merasakan apapun tapi wajahnya tiba-tiba berubah karena apa yang ada didalam pintu itu membuat seluruh tubuhnya gemetar.


"Tuan itu?" Mo Gui menatap Lin Tian dengan serius.

__ADS_1


"Iya! aura ini dan juga energi ini sangat mirip bahkan di dalam sana bukanlah benda mati tapi makhluk hidup!" ucap Lin Tian dengan serius.


"Tu..tuan ini? setauku benda itu tidak hidup dan hanyalah benda mati dengan aliran energi yang besar, dan itu juga hanya ada di zaman kuno bahkan aku yang telah hidup selama ini tidak pernah menemukan jejak dari benda ini" ucap Mo Gui dengan seluruh tubuhnya gemetar ketakutan saat mengingat masa-masa di mana seluruh dewa yang berkuasa mati.


"Mo Gui, aku tahu kekuatanmu luar biasa jadi bersiaplah untuk menyerang! aku tidak tahu kenapa benda itu ada di istana tapi aku hanya bisa menduga kalau ini ada hubungannya dengan kaisar langit terdahulu" jelas Lin Tian.


"Baik tuan!" ucap Mo Gui bersiap dalam posisi pertempurannya.


"Adik kecil? apakah ada masalah?" tanya Long Aotian yang tidak mengerti kenapa Lin Tian dan Mo Gui mengambil sikap tempur.


"Kakak, kalian menjauhlah dan bersiap jika ada sesuatu yang bahaya terjadi" ucap Lin Tian dengan serius.


"Apakah itu sangat serius?" tanya Bing Zhao.


"Iya!"


Mendengar dan melihat tatapan Lin Tian Bing Zhao mengangguk dan langsung memerintahkan seluruh orang disana menjauh dari pintu istana langit itu.


"Hitungan tiga akan aku buka, bersiap"


"Satu".


"Dua".


"Tiga".


Kraaaaccccckkkk


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2