
Setelah jenderal Zao pergi, Lin Tian tersenyum sedikit melihat ke arah dimana dia menghilang tapi perlahan wajahnya menjadi gelap saat dia memikirkan apa yang terjadi di alam bawah sekarang.
"Apakah kelompok tersebut ambil bagian dari masalah di alam bawah?" fikir Lin Tian dengan serius.
Jika benar kelompok ini ikut campur maka mungkin salah satu dari empat jenderal adalah kaki tangan mereka, dan ada kemungkinan kalau masalah di alam langit dulu dia juga dia ada keterlibat dan bertanggung jawab untuk tentang masalah itu dulu.
"Semuanya semakin rumit, dan kita semua semakin dekat dengan titik terang dari kejadian masa lalu, apakah ini takdir?" fikir Lin Tian memandang langit.
"Kakak Mu, kakak Lan?" panggil sosok cantik yang menggunakan gaun putih muncul di belakang Lan jingyi dan Mu Xuanyin.
"Oh, saudari Chu'er? apakah kamu sudah memberi hormat kepada ibu dan nenek?" tanya Lan jingyi.
"Em, sudah! apakah kita akan pergi sekarang?" tanya Sheng Chu'er.
Lan jingyi memandang Mu Xuanyin ingin mendengarkan apa yang akan Mu Xuanyin lakukan sekarang, Mu Xuanyin akhirnya mengangguk dan ketiganya bersiap untuk pergi dari sana.
"He.. Chu'er ku sayang!" panggil Lin Tian yang langsung membuat Sheng Chu'er bergetar.
"I..iya saudara Lin?" jawab Sheng Chu'er.
"Apa? saudara? apakah kamu perlu di hukum lagi?" tanya Lin Tian dengan tersenyum jahat memandang Sheng Chu'er.
"Ti..tidak suami, maaf" jawab Sheng Chu'er cemas memandang Lin Tian, bahkan wajahnya terlihat merah jika mengingat kejadian saat dia berdua bersama Lin Tian.
Swish..
"Kamu masih nakal, kamu akan aku hukum agar bisa mengubah kesalahan yang telah kamu lakukan" ucap Lin Tian yang muncul di belakang Sheng Chu'er, dia langsung memeluk Sheng Chu'er dengan erat yang membuat wanita itu sangat cemas sekarang.
"Kakak Mu, kakak Lan to..." belum dia selesai berbicara dia sudah tidak melihat dua wanita itu di depannya lagi.
__ADS_1
Sekarang dia sadar kalau Kedua saudarinya telah meninggalkan dia disana sendirian dengan Lin Tian, wajahnya benar-benar merah karena malu bercampur kesal setelah di tinggalkan oleh Dua wanita tersebut.
"Baiklah! mari mulai hukumannya" ucap Lin Tian menarik Sheng Chu'er yang tidak bisa lari itu menuju kamarnya.
"Tidak...tidak.. maafkan aku suami" teriak Sheng Chu'er dengan wajah tidak berdaya, tapi Lin Tian tentu tidak peduli dia menarik Sheng Chu'er ke dalam kamarnya begitu saja.
Sedangkan dua wanita yang tadinya melarikan diri melihat kalau Sheng Chu'er telah di bawa oleh Lin Tian merasa lega, mereka lalu berlari dengan cepat dari tempat itu tanpa menoleh ke belakang sama sekali.
"Sepertinya para jenderal itu semakin resah untuk menghilangkan semua bukti" ucap Ming Bi'er dengan serius setelah melihat semua yang terjadi di depan istana.
"Bukan mereka cemas, tapi sebenarnya di antara mereka ada yang mendesak untuk bergerak agar Dia dapat menghindari tuduhan oleh para penguasa alam lain".
Ucapan Bai Yu membuat Ming Bi'er tidak mengerti, dia memandangi Bai Yu dengan serius ingin meminta penjelasan yang jelas.
"Coba ibu fikirkan, selain dari orang itu lepas dari tuduhan semua penguasa laim menurut ibu apalagi yang akan di dapat oleh orang yang tertuduh? aku yakin dengan status dari masing-masing mereka pasti akan membuat semua alam akan memusuhi mereka dan meminta mereka untuk turun dari posisi jenderal" jelas Bai Yu.
Jika hal ini benar maka jelas dia ingin menghancurkan empat jenderal alam langit, dan juga pasti ada kemungkinan lain yang akan membuat semua alam jauh ke dalam kekacauan.
"Tentu saja ada satu hal lagi, yaitu dia dapat masuk ke dalam istana langit dan mengambil semua hal yang ada di dalam dan menjadi kaisar langit yang baru."
Bai Yu langsung melanjutkan yang ingin dia katakan sebelum Ming Bi'er ingin bertanya lagi padanya, tentu Ming Bi'er yang tadi sudah terkejut pun menjadi lebih kaget dari sebelumnya.
Rencana yang benar-benar luar biasa, menghancurkan semua dengan satu kali pukul lalu dia akan mendapatkan hal yang lebih dari apa yang hancur itu.
"Lalu, apakah itu alasan Lin Tian tidak setuju untuk membantu mereka?" tanya Ming Bi'er.
Bai Yu menggelengkan kepalanya, dia lebih mengerti Lin Tian dari siapapun karena selama ini dia selalu bersama Lin Tian.
Dan apa yang dia katakan pada Ming Bi'er tentu Lin Tian juga tahu, tapi sebenarnya dia tidak menolaknya bukan karena hal itu.
__ADS_1
Jika hanya itu Lin Tian tidak akan takut untuk terus menuju ke alam bawah untuk membantu menghabisi semua masalah disana, tapi masalahnya adalah dia yakin orang di balik ini juga mungkin sudah curiga tentang siapa Lin Tian sebenarnya, jadi ada kemungkinan dia ingin membuat Lin Tian membokar jati dirinya di hadapan dia lalu dengan itu dia memanfaatkan Lin Tian untuk keuntungan dirinya.
Seperti mengecoh kelompok misterius untuk menyerang Lin Tian sedangkan dia sibuk untuk membongkar cara untuk masuk ke istana langit.
"Sebaiknya kita ikuti saja kemauan Lin Tian, dia lebih tahu apa yang harus di lakukan dari pada kita" ucap Bai Yu dengan tenang.
Dia yakin kalau Lin Tian lebih mengerti apa yang harus dia lakukan daripada dia, jadi maka dari itu Bai Yu tidak terlalu banyak fikir tentang masalah yang terjadi di alam bawah.
Tugasnya hanya melindungi Lin Tian sampai dia siap untuk naik ke tahta kaisar langit, dan saat semua telah berhasil maka tugas dia pun berakhir.
Meskipun dia masih punya satu hal yang menjadi beban di hatinya dari dulu sampai sekarang tapi dia tidak punya banyak harapan, hanya dia berharap kalau apa yang dia harapkan masih bisa jadi kenyataan dalam hidupnya ini.
"Aku hanya berharap untuk keselamatan mu, jika kita bisa bertemu lagi maka hidupku pasti akan lebih berwarna dari pada sekarang".
Bai Yu mengucapkan perkataan itu di dalam hatinya sambil memandangi langit malam itu penuh dengan harapan dan juga kerinduan seorang wanita.
......................
"Tidak..tidak..!"
Terlihat di bagian lain dari istana naga kecil di ikat dengan dua tangan kecil dan kaki kecilnya di tarik oleh tali di kiri dan kanannya seperti seseorang yang akan di hukum mati.
"Tenang saja, aku tidak akan meleset" ucap Lin Niao terlihat menutup matanya dengan kain Dan di tangan Lin Niao ada api biru yang terlihat mengambang di tangannya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1