
Terlihat dewa neraka masuk dengan marah memandang jenderal Zhao dan jenderal Nan. Saat dia akan masuk, dia mendnegar kalau tiga jenderal sangat memperhatikannya tapi baru saja saat dia merasa terharu semuanya hancur dengan ucapan yang di lontarkan oleh jenderal Nan.
"Teman lamaku, apa kamu sudah pulih? kenapa kamu tidak bilang jika ingin hadir disini?" tanya jenderal Nan.
"Sial, jika aku tidak masuk kalian sudah pasti melanjutkan sindiran tadi" teriak dewa neraka dengan marah.
"Oi! kau baru saja kembali dan membuat keributan disini, harusnya kamu datang meminta maaf bukan?".
"Zhao kecil apa kamu berani mengulangi ucapanmu tadi?". dewa neraka menatao jenderal Zhao dengan senyum menghina. Saat jenderal Zhao melihat senyuman dewa neraka entah kenapa dia tiba-tiba berkeringat dingin.
"A...aku, sepertinya tidak keberatan kalau dewa neraka kembali ke alam bawah" ucap jenderal Zhao berbalik memandang Lin Tian.
Melihat jenderal Zhao ketakutan semua orang tercengang, apa yang bisa membuat jenderal Zhao yang perkasa begitu takut dengan dewa neraka. jenderal Nan dan Bei yang akan mengatakan sesuatu tidak berani berbicara. Mereka terus memikirkan apa yang dapat membuat jenderal Zhao ketakutan tapi mereka tidak mendapatkan satu pun pencerahan di otak mereka.
"Ayolah, saudaraku! kenapa kamu takut dengan dia? kita ada tiga dan dia sendiri".
"Benar, ayo lawan dia kita lihat apakah dia masih bisa mengalahkan kita?". jenderal Nan membujuk jenderal Zhao tapi jelas jenderal Zhao tidak peduli dengan rayuan mereka.
"Sial! aku ingat kalau pria ini mengatakan hal memalukan itu didepan semua orang, kelar hidupku." fikir jenderal Zhao penuh keringat.
"Ayolah, gemuk kecil! kamu masih berani melawan kakak ini? apa kamu tidak ingat siapa yang membuatmu menjadi gagah dan setampan sekarang gemuk kecil?".
Ucapan dewa neraka sontak membuat dia orang terpana, mereka bingung siapa yang disebut gemuk kecil tapi semua itu langsung terjawab saat mereka melihat kalau jenderal Bei gemetar di hadapan mereka semua.
"Sial! ternyata dia masih ingat itu".
"Ayolah, apa kamu tidak ingat kalau kamu pernah..."
__ADS_1
"Ah! saudaraku, ayolah aku bercanda tadi, setelah ini selesai mari kita minum bersama". jenderal Bei buru-buru menghentikan dewa neraka untuk melanjutkan ucapannya tadi.
Karena jika Dewi bunga tahu kalau dia pernah mengintip beberapa bidadari di alam bunga saat sedang mandi, sudah pasti dia akan di buru oleh semua bidadari langit dan istrinya pasti menggantung dia sampai mati saat itu juga.
"Itu bagus! tapi aku tidak tahu apakah jenderal Nan yang hebat sadar kalau dia itu dulu...."
"Ayolah saudaraku, kamu yang terhebat dan terkuat mari kita lupakan masalah. Bersama-sama kita tatap masa depan." ucap jenderal Nan yang benar-benar takut kelakuan buruknya dulu terbongkar.
"Aku puas dengan sikap kalian ini, saudara yang baik".
Lin Tian terdiam melihat betapa mudahnya dewa neraka manaklukan ketiga jenderal itu. Awlanya dia ingin melihat apa yang akan terjadi di antara ke empatnya, dan itu sudah pasti akan sangat menarik. sayangnya ternyata mereka tiga jenderal langsung takluk di tangan dewa neraka dengan begitu mudahnya.
"Apakah ada masalah?" tanya Lin Tian saat melihat Mo Gui mengerutkan keningnya.
"Mereka bergerak tuan". jawab Mo Gui.
"Itu...."
Mo Gui ragu apa harus mengatakan informasi lainnya kepada Lin Tian atau tidak, tapi dia terpaksa melakukannya karena sekarang bukanlah saat untuk ragu. Jadi Mo Gui mendapatkan informasi dari roh api, awalnya memang ada pasukan dewa penghancur yang datang ke alam apai. Tapi itu berhasil di musnahkan oleh beberapa pemuda yang tidak jelas asal usulnya, dia dewa api tidak tahu mereka tapi karena dia merasakan kekuatan dua dari mereka sangat kuat, roh api tidak menampakkan wujudnya.
Lin Tian terdiam mendengarnya, jika dia tebak pemuda yang baru saja dikatakan Mo Gui maka mereka pasti enam berandalan. Tapi Lin Tian tidak akan memberitahu siapapun disini karena pasti jika pasangan saudaranya itu tahu kalau mereka di alam api, alam api akan jadi tempat perang bagi pasangan saudara-saudaranya itu.
"Zi Yanling, apakah ada tempat yang masih berperang atau tempat yang kamu tebak sebagai markas orang-orang ini?" tanya Lin Tian.
"Tidak kaisar, jika mereka memiliki markas tersembunyi seharusnya tempat itu sangat berbahaya, jarang di temui oleh orang lain dan juga benar-benar sudah dilupakan". jawab Zi Yanling dengan wajah serius.
"Tempat yang terlupakan? apakah di alam langit ada tempat seperti itu?" tanya Lin Tian kepada tiga jenderal.
__ADS_1
"Aku belum mendengar tempat seperti itu, kalau di negeri langit setauku tidak ada tempat yang berbahaya atau tempat yang belum dijelajahi. Karena sejak dulu, alam langit telah benar-benar sepenuhnya di jelajahi oleh para leluhur dan kaisar langit pertama". jelas Jenderal Zao sambil mengingat apakah ada tempat yang seperti itu di negeri langit.
"Sebenarnya ada satu tempat yang bisa menjadi tempat persembunyian mereka di negeri langit ini". ucap dewa neraka menatap Lin Tian serius.
"Hm? apa tempatnya? setauku tidak ada tempat yang bisa dijadikan persembunyian di negeri langit ini." Jenderal Nan terlihat bingung dengan apa yang dikatakan oleh Dewa neraka, bagaimanapun dia telah menelusuri trmpat-tempat yang jarang di kunjungi oleh para dewa di negeri langit ini.
"Itu karena kamu terlalu bodoh dan sedikit bodoh!".
"Oi! kamu ingin bertarung denganku?" ucap jenderal Nan dengan kesal.
"Apa kamu fikir aku takut? dengan kekuatan ku sekarang kamu bukan lawanku! dan aku ingat kamu telah kalah dariku sebanyak Satu juta sembilan ratus delapan puluh!". dewa neraka berteriak lebih keras dari jenderal Nan yang membuat jenderal Nan terdiam.
Ucapan dewa neraka membuat jenderal Nan terdiam dan tidak dapat mengucapkan satu katapun sebagai balasannya. Memang benar sejak dulu dia tidak pernah menang melawan dewa neraka, dia hanya pernah beberap kali seimbang dengannya saat itu.
"Huf.. Dewa neraka dimana itu?" tanya Lin Tian. Setelah Lin Tian fikir, beberapa bulan ini telah jadi peperangan di alam langit. Dan sekarang satu persatu pasukan dewa penghancur sudah pasti mundur.
Jadi Lin Tian tidak punya pilihan lain selain menemui dewa penghancur di markasnya. Dia ingin melihat siapa dewa penghancur ini sebenarnya, dan apa tujuan dari dewa penghancur melakukan semua hal yang terjadi di alam langit.
"Di gunung Huangwu!" jawab dewa neraka.
"Gunung Huangwu?". wajah tiga jenderal heran menatap dewa neraka. Gunung yang dikatakan dewa neraka hanyalah gunung biasa yang terletak jauh sebelah barat negeri langit. Dimana tempat itu sangat tandus, dan disana ada satu gunung yang aktif tapi tidak memiliki efek apapun meskipun meledak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1