Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
180. Kekacauan


__ADS_3

Pria yang berbicara menatap mereka semua dengan penuh ejekan, sedangkan yang lain berusaha untuk bergerak tapi mereka tetap gagal karena mereka tidak bisa menyalurkan energi di tubuh mereka.


"Percuma saja, apa yang akan kalian lakukan tidak ada gunanya! formasi dan kabut ini akan mengubah kalian perlahan menjadi monster darah, saat itu kalian semua akan berubah menjadi bawahan ku yang paling setia" ucap Pria itu dengan nada tenang.


Mendengar hal itu wajah Nan Yong sangat jelek, awalnya dia dan Lin Tian masih dalam mencari dalang dari semua hal yang terjadi di alam bawah. Baik dia dan Lin Tian tidak pernah berfikir kalau dalang dari semua yang terjadi di alam bawah alam benar-benar memulai serangan mereka duluan daripada mereka.


"Tuan muda, alam es telah membuat dinding es dan melingkari mereka di luar! kami tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi disana" ucap sosok yang muncul di hadapan pria muda tersebut.


"Hm, memang benar kata ayah kalau tiga alam ini adalah yang paling sulit untuk di taklukan mereka lebih pintar dari alam lainnya" ucap pria muda yang mana dia adalah Dong Tu.


Dong Tu sendiri telah di perintahkan oleh ayahnya agar menangkap dan menjadikan semua yang datang ke alam bawah menjadi monster darah agar mereka semua bisa di jadikan sebagai bawahan paling setia keluarga Dong, tapi menurut Dong Tu ini tidak akan berjalan mulus karena tiga alam tersebut dan benar saja mereka benar-benar sangat merepotkan untuk di urus.


"Biarkan saja, karena aku yakin kalau dinding es itu tidak akan dapat menahan mereka terlalu lama" ucap Dong Tu dengan tenang.


Dong Tu hanya duduk-duduk di atas tahta yang dulu pernah dewa nereka duduki, dia dengan jijik menatap para dewa yang berasal dari alam lain. Di mata Dong Tu dan ayahnya alam langit adalah milik mereka sejak kaisar langit telah mati, lalu ayahnya adalah orang yang ikut dalam rencana untuk menghancurkan kaisar langit dulu.


Dan seluruh keluarga Dong tahu itu semua tapi mereka masih tetap merahasiakannya karena mereka tahu jika terlalu terburu-buru hanya akan membuat keluarga Dong jatuh. Lalu secara tidak sengaja ayahnya menemukan mayat monster yang aneh, monster itu telah mati tapi masih tetap mengeluarkan aura yang sangat jahat bahkan seluruh tubuhnya masih tetap utuh sampai ke darah yang ada di dalam tubuhnya.


Dari situlah Jenderal Dong mulai melakukan berbagai percobaan untuk membuat pasukan yang tidak takut mati, dan akhirnya semua itu berhasil karena itulah dia dan ayahnya memulai rencana dengan menguasai alam bawah menjadikan pangkalan untuk keluarga Dong mereka sebelum menyerang negeri langit.


"Jadi keluarga Dong sejak dulu telah berkhianat terhadap kaisar langit?" ucap Jenderal Yun dengan marah, bahkan tiga jenderal tua yang ikut dengan tiga jenderal muda pun menatap Dong Tu dengan marah.

__ADS_1


"Begitulah, apa kalian tahu pasukan tersembunyi yang lebih kuat dari pasukan empat jenderal?" tanya Dong Tu.


"Ka..kalian benar-benar membunuh pasukan tersembunyi alam langit! kalian adalah pendosa alam langit!" teriak Jenderal Yun dengan marah, dia tentu tahu pasukan tersembunyi tersebut yang bertugas melindungi kaisar langit tapi tiba-tiba mereka semua menghilang saat kaisar langit dalam bahaya.


Bahkan semua Penguasa dan tiga jenderal berfikir kalau mereka adalah dalang dari semua yang terjadi dulu, tapi sekarang mereka tahu kalau pasukan itu tidak berkhianat tapi malah di tipu lalu di hancurkan oleh keluarga Dong. Bagi alam langit pasukan tersembunyi itu adalah inti dari alam langit karena mereka semua sudah ada sebelum kaisar langit naik tahta bahkan ada beberapa dari kelompok itu setara dengan dewa kegelapan atau bahkan lebih kuat.


"Mereka hanya masa lalu dan sekarang keluarga Dong adalah masa depan" jawab Dong Tu tidak sedikitpun merasa bersalah setelah mengatakan semua itu, dia sudah menganggap orang-orang ini serta pasukan mereka yang di luar sebagai orang yang akan mati jadi tidak masalah sedikit membuka masa lalu kepada mereka semua.


"Kau tahu kenapa keluarga Dong sangat ingin membunuh keluarga Nan?" tanya Dong Tu lagi, tapi Nan Yong hanya menggertakan giginya karena marah.


"Itu karena keluarga kalian adalah yang paling setia dengan sumpah kalian, dan kami tahu di antara empat jenderal meskipun Jenderal Nan paling liar tapi dia juga paling setia kepada kaisar langit, tidak! terhadap sumpahnya sebagai seorang jenderal!" ucap Dong Tu tanpa peduli apakah Nan Yong ingin tahu atau tidak.


"Sial! kita tertipu paman Nan Mo" ucap Lin Tian dengan wajah jelek.


Jenderal Nan Mo juga begitu, mereka melihat penghalang di ibukota tahu kalau mereka telah salah langka. Mereka berfikir kalau orang-orang ini tidak akan terlalu bertindak terang-terangan tapi ternyata mereka benar-benar langsung melakukan pukulan mematikan saat ini yang jauh dari fikiran Lin Tian.


"Keluarga Dong!" teriak Jenderal Nan Mo dengan wajah marah memandang perbatasan barat yang kosong itu, mereka jelas tahu kalau yang tinggal disini hanyalah prajurit biasa yang bahkan tidak tahu situasi sebenarnya.


Dan benar saja saat Lin Tian masih memikirkan rencana lain, tak jauh dari belakang mereka pasukan monster darah tiba-tiba muncul dengan di bimbing oleh orang-orang yang pernah berniat membunuh Nan Yong.


"Sepertinya kita harus menyelesaikan mereka dulu sekarang Paman Nan Mo" ucap Lin Tian melihat betapa banyaknya monster darah tersebut.

__ADS_1


"Tidak ada pilihan lain, tapi aku takut di berbagai kampung terjadi hal yang sama sekarang" jawab Nan Mo dengan serius.


Lin Tian meminta jenderal yang ikut dengan mereka untuk memimpin pasukan di sisi perbatasan, dan dia mengatakan di sisi selatan untuk si kucing putih menjadi pemimpin lalu menyelesaikan masalah ini secepatnya sebelum mereka menuju ke ibukota.


Jenderal itu pun mengangguk setuju, dia langsung memberikan perintah kepada yang lain tentang masalah itu bahkan Lin Tian langsung memerintahkan api dewa naga untuk membuat klon di perbatasan barat untuk memimpin juga dan jika mereka tidak mau maka katakan itu perintah dari Jenderal Zao sendiri.


"Paman kembali ke perbatasan timur dan pimpin pasukan, setelah semua selesai bawa ke ibukota segera! dan minta dua jenderal di ibukota untuk terus mengirim informasi kepada kami berdua" ucap Lin Tian kepada jenderal yang lainnya, tidak ada pilihan lain karena ini terjadi mendadak mereka pun hanya bisa menyelesaikan masalah di depan mereka dulu.


"Baik!" jenderal itu pun secepat mungkin masuk melewati perbatasan barat atau jalan aman dan tercepat untuk menuju ke perbatas timur, setelah dia pergi Lin Tian dan jenderla Nan Mo saling pandang dan tersenyum.


"Mau melihat siapa yang tercepat nak?" ucap jenderal Nan Mo kepada Lin Tian.


"Tentu!" jawab Lin Tian.


"Kalau begitu... Serang!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2