Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
299. Harta karun


__ADS_3

"Kamu ternyata masih hidup!" ucap Lin Tian sedikit membenci dewa kaisar Kematian itu.


"Apa yang kamu lihat belum tentu semua itu benar" ucap dewa kematian memghela nafas.


Lin Tian yang mendengar ucapan kalimat dewa kaisar kematian terdiam untuk beberapa saat. Barulah saat itu dia kembali tenang dengan memikirkan segala kemungkinan yang terjadi disaat dia berada di zaman kuno.


"Apakah kamu bisa menjelaskan kepadaku semuanya?" tanya Lin Tian serius.


"Auramu... apakah kamu pemimpin dewa di zaman sekarang?" tanya dewa kematian.


Lin Tian membalasnya dengan anggukan santai. Setelah apa yang terjadi di zaman kuno ada sedikit rasa benci di hati Lin Tian karena kematian Dewi bulan saat itu.


"Nak, kamu harus keluar dari sini sekarang! sosok yang ada disini bukanlah apa yang bisa kamu lawan" ucap dewa kaisar Kematian dengan nada yang lebih serius.


"Apa maksudmu?" tanya Lin Tian.


"Pokoknya kamu harus keluar dari dimensi tata Surya ini! karena kamu adalah pemimpin dewa di zaman ini, aku hanya berharap agar kamu bisa mengatasi bencana yang akan datang dengan kekuatan yang lebih kuat dari kekuatanmu sekarang!".


Dewa kaisar Kematian hanya mengatakan agar Lin Tian pergi dari dimensi itu dan dia memiliki harapan tinggi terhadap Lin Tian. Itu karena dari umur serta kekuatan Lin Tian yang sekarang, dia yakin kalau diberi seratus tahun lagi maka kemungkinan apa yang tidak dapat dia selesaikan dulu mungkin dapat di selesaikan oleh Lin Tian.


Jadi dia sudah memutuskan apapun yang terjadi meskipun dia harus mengorbankan hidupnya sendiri, Lin Tian harus keluar dari dimensi ini dan dia akan berusaha untuk memberikan kerusakan terhadap dimensi ini agar dapat memberi Lin Tian waktu untuk tumbuh.


"Kenapa aku harus keluar? aku baru saja menemukan empat harta Karun" ucap Lin Tian yang membuat Dewa kaisar kematian tidak mengerti.


Bahkan empat meteor juga tidak mengerti apa maksud dari ucapan Lin Tian. Mereka heran dimana letak harta yang dimaksud oleh Lin Tian? dan seingat mereka, dimensi ini tidak ada harta yang berharga bahkan harta biasapun tidak ada.


Apalagi dimensi atau tepatnya tata Surya ini hanyalah tempat hidup bagi mereka kelompok suku meteor kuno. Melihat empat meteor kebingungan, Lin Tian menjadi semakin tersenyum lebar bahkan dia merasa tidak sia-sia datang kesini meskipun dia tahu kalau ada keberadaan yang kuat disini.


"Nak! kau jangan bercanda!" ucap dewa kaisar Kematian dengan wajah marah.


"Kamu tunggu disini dulu! aku harus..."


BOOMM....

__ADS_1


Tiha-tiba sebelum Lin Tian selesai berbicara dua sosok merobek ruang dan muncul di belakang empat meteor yang telah berubah wujud itu.


Melihat dua sosok yang muncul Lin Tian mengerutkan alisnya. Karena dua orang yang muncul adalah Dewa kematian dan dewa kehancuran dapat di bilang sebagai musuh lama Lin Tian.


"Kau!"


Lin Tian dan dua dewa itu saling menunjuk tidak percaya memandang Lin Tian. Untuk sementara suasana disana menjadi tegang sebelum dewa kehancuran menghela nafas memandang Lin Tian.


Swisshh...


Dia membawa dewa kematian datang ke sisi Lin Tian dengan cepat di bawah mata empat meteor yang masih kaget dengan apa yang terjadi di depan mereka. Bagaimana mereka tidak kaget, karena satu persatu orang muncul di dimensi bahkan sampai ke tata Surya yang di jaga oleh banyak makhluk buatan yang diciptakan sendiri oleh tuannya.


"Kenapa kamu ada disini?" ucap dewa kehancuran dengan wajah bingung memandang Lin Tian.


"Kenapa? apa aku harus memberitahu kalian jika aku ingin pergi kemana begitu?" jawab Lin Tian agak tidak suka melihat dewa kehancuran yang marah kepadanya itu.


"Bocah! harusnya kamu tidak datang kesini! Sial, jika sesuatu terjadi kepadamu maka semua yang kami lakukan sia-sia" ucap dewa kematian dengan marah memandang Lin Tian.


Jadi saat melihat Lin Tian disini hal pertama yang ada di fikiran mereka adalah memaksa Lin Tian untuk pergi dari sini atau melindungi dia sampai mereka menemukan jalan untuk keluar.


"Sial! kalian datang satu persatu dan sekarang benar-benar telah menganggap kami tidak ada" ucap elang perak memandang mereka berempat dengan marah.


Lin Tian melihat adanya elang perak, singa perak, serigala perak dan ular perak membuat dia agak lucu. Mereka pasti tidak akan menyangka kalau harta yang di maksud Lin Tian adalah diri mereka sendiri.


"Kalian tunggu disini dulu. Aku harus mengambil hartaku" ucap Lin Tian dengan senyum bahagia.


Tanpa menunggu jawaban ketiganya Lin Tian bergegas maju menyerang ke empat meteor yang telah berubah bentuk itu. tentu ke empatnya menjadi sangat marah melihat Lin Tian yang begitu santai bahkan terlihat sangat bahagia saat melihat ke arah mereka.


"Sial! semut mati" teriak elang perak yang paling kesal dengan tingkah Lin Tian.


BOOMM..


Lin Tian dengan muda menghindari serangan yang berasal dari bulu elang perak. Dia langsung maju dan mengulurkan tangan ke arah elang perak tersebut dengan santainya.

__ADS_1


"Kamu yang pertama, Telan!" ucap Lin Tian saat telah sampai tepat dikepala elang perak.


"Kau fi..."


Belum selesai elang perak berbicara tiba-tiba dia merasakan hal aneh yang membuat dirinya terasa dihisap oleh sesuatu. Bahkan dia tidak bisa menolak dari daya hisap yang tiba-tiba muncul entah darimana itu.


"Kau...!"


Saat elang perak melihat senyum Lin Tian dia akhirnya sadar kalau orang yang telah melakukan itu adalah Lin Tian. karena perlahan dari telapak tangan Lin Tian lubang hitam kecil muncul dan mencoba menghisap paksa dia masuk kedalamnya.


"Tidak! tolong aku" ucap elang perak sadar kalau dia benar-benar terhisap kedalam sana maka dia tidak akan hidup lagi.


"Cepat tolong elang perak" ucap singa perak.


Ketiganya maju bersama untuk menolong elang perak tapi saat mereka akan mendekatinya sesosok pria mirip Lin Tian muncul. Tentu itu adalah klon Lin Tian yang sengaja Lin Tian lepaskan untuk menghalangi tiga meteor perak itu mengganggu dia menelan elang perak.


"Kalian bermain denganku dulu! giliran kalian pasti akan datang satu persatu" ucap klon Lin Tian yang memiliki elemen api itu.


BOOMM..


"Sial!" ucap ketiga meteor itu setelah mendapatkan berbagai serangan yang kuat darinya.


Tidak lama setelah beberpaa menit elang perak akhirnya tersedot ke dalam lubang hitam tersebut di bawah mata kaget tiga meteor lainnya.


"Selanjutnya giliran kalian" ucap Lin Tian dengan senyum dingin memandang tiga meteor perak yang tersisa.


"Sial! orang ini terlalu aneh!" ucap ular perak memandang Lin Tian dengan ketakutan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2