Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
169. Monster darah raksasa


__ADS_3

"Hm? aura ini?" Lin Tian merasakan ada aura kehidupan tidak jauh dari dimana dia sedang terbang, tanpa berfikir dia pun langsung menuju ke arah dimana aura itu berada.


BOOMM..


"Cepat mundur!" teriak pria muda yang terlihat sedang berusaha untuk mengatur para bawahannya untuk mundur.


Di depan mereka banyak monster darah yang terus mengejar mereka tanpa takut sedikit pun, pria muda itu melihat kalau monster darah ini benar-benar tidak memiliki fikiran sama sekali mereka seperti mengejar dia dan pasukannya karena insting yang ada padaa mereka, mereka lebih tepat di panggil sebagai zombie.


"Ah!"


Salah satu dari pasukan atau bawahannya di gigit oleh monster darah tersebut, saat pria itu melihat bawahannya yang telah mati hatinya sangat sakit dan dia juga melihat monster darah yang lain datang ke arah mayat bawahannya itu juga lalu mengisap darah di tubuh pria yang mati itu.


Dan tidak lama bawahan pria muda itu yang mati hidup lagi dengan matanya sudah berubah serta ada taring di giginya, di tambah badannya perlahan benar-benar berubah seperti monster darah tersebut.


"Sial! ternyata siapapun yang di gigit oleh mereka akan berubah menjadi seperti mereka, jadi begini cara mereka terus berkembang!" ucap pria tersebut di dalam hatinya dengan hati yang sakit.


ROAAARRRR....!


Tiba-tiba semua kultivator disana mendengar suara yang sangat keras dari arah belakang monster darah, saat mereka melihat ada monster darah raksasa berbentuk manusia tapi tangan dari monster itu ada empat serta di atasnya ada tanduk seperti sapi.


ROAARRR!


BOOMM..


Monster darah raksasa itu pun menginjak monster darah yang kecil tanpa peduli kalau yang dia injak itu teman atau lawannya, melihat monster raksasa itu wajah semua orang disana berubah menakutkan.


Mereka hanya keluar untuk memeriksa kalau ada beberapa roh yang tersesat di sekitaran kota, tapi karena mereka mendengar ada beberapa teriakan membuat mereka sampai disini dan saat mereka sampai yang mereka lihat adalah beberapa roh yang tadi masih ada telah menghilang.


Lebih parah lagi mereka melihat sendiri kalau ada beberapa roh yang menjadi monster darah, hal ini membuat mereka benar-benar merasa bersalah terhadap roh-roh tersebut dan akhirnya mereka tidak punya pilihan lain selain membunuh roh yang menjadi monster darah.


Tapi saat mereka akan selesai malah gerombolan lain dari monster darah bermunculan yang membuat mereka menjadi terdesak dan memilih mundur, hal lain pun terjadi saat mereka mundur lalu melihat teman-teman mereka menjadi monster darah juga secara perlahan.

__ADS_1


ROAARR...


Monster darah raksasa mengambil dua monster daray kecil dan menelan kedua monster darah itu ke mulutnya, setelah menelan monster darah raksasa itu menelan dua monster darah lainnya dia terlihat kurang puas dan terus berteriak gila disana


ROAARRR!


Monster darah itu melihat tidak jauh darinya ada kultivator hidup membuat dia menjilat bibirnya, dia melihat kalau para pasukan itu adalah makanannya jadi dia langsung mengejar ke arah pasukan yang mundur itu dengan cepat


"Cepat mundur sambil menyerang! jangan biarkan monster itu menyerang kalian atau memakan kalian!" teriap pria muda itu menggertakan giginya karena marah.


ROAARR..


BOOMM..


"Ah!" bagaimana pun kekuatan monster darah itu berada di dewa penguasa tingkat menengah sedangkan sebagian dari mereka hanya berada di dewa surgawi tingkat tinggi dan dewa penguasa tingkat menengah jelas bukan lawan monster darah raksasa itu.


"Ha,ha,ha,!" monster darah raksasa itu tertawa sambil mengambil beberapa kultivator yang tidak bisa lagi bergerak akibat serangannya, lalu dia pun menelan dengan puas kultivator tersebut.


Monster darah raksasa melihat ke arah pria muda itu, dia terlihat seperti sedang mengejek pria muda yang tengah berlutt di belakang bawahannya itu.


"Tuan muda, pergilah sekarang! kami tidak bisa membiarkan Anda kehilangan nyawa disini! kalau sampai jenderal Nan kehilangan anda maka dia akan sangat terpukul!" ucap salah satu kapten yang berdiri di depan pemuda itu.


"Tidak! kita adalah saudara, ayah pernah bilang kalau kita adalah keluarga hidup mati bersama" jawab pemuda yang tidak mau pergi itu memandang kapten di depannya.


Kapten itu merasa tersentuh dengan kata-kata dari tuan mudanya tersebut, selama dia bertugas di keluarga Nan dia tidak pernah merasa menyesal karena seluruh orang-orang di keluarga Nan selalu bersikap baik kepada prajurit kuat maupun lemah.


"Tuan muda, kami adalah pasukan mu jika seorang jenderal mati disini maka itu adalah kekalahan kita dan selama jenderal masih hidup maka dia masih bisa memimpin pasukan untuk kembali membalaskan dendam saudaranya yang mati untuk dia" jelas kepten itu dengan tenang kepada tuan muda keluarga Nan tersebut.


pemuda yang di panggil tuan muda itu terdiam, tapi dia masih tidak ingin pergi dari sana karena dia sudah menganggap pasukan yang dia pimpin ini seperti saudaranya sendiri bahkan jika dia mati maka dia lebih baik mati bersama saudara-saudaranya dalam Medan perang.


"Tidak! meskipun kultivasiku hanya dewa penguasa tingkat rendah tapi aku akan tetap bertarung dengan monster ini!" ucap pria muda itu dengan nada tegas.

__ADS_1


Dia berdiri dan mengangkat senjatanya untuk bersiap menyerang monster itu, melihat hal ini si kapten benar-benar tidak berdaya dia juga bersiap untuk menyerang monster itu juga.


"Dengarkan perintahku! kita hidup bersama mati bersa, jadi jika kita mundur mari mundur bersama! tapi jika kita tidak bisa mundur lagi dengan setetes darah terakhir dari kita mari potong musuh yang ada di depan kita meskipun hanya satu jari dari mereka yang terputus!" teriak tuan muda Nan tersebut dengan keras.


Mendengar itu semua pasukan menggertakan gigi mereka sambil mengangkat senjata mereka susah payah dan bersiap untik bertempur dengan seluruh yang mereka miliki.


"Hidup keluarga Nan!" teriak tuan muda itu sambil menyerang ke arah monster darah raksasa.


"Hidup keluarga Nan!" ucap si kapten yang mengikuti tuan muda Nan dari belakang.


"Hidup keluarga Nan!" teriak semua pasukannya yang masih hidup disana menyerbu ke arah monster darah lainnya dengan tekad mereka.


BOOMM..


BOOMM...


ROAARRR...


Monster raksasa itu pun memukul dan menangkis serangan dari kapten dan tuan muda nan, monster itu pun langsung memukul dengan tangan raksasanya ke arah tuan muda dan kapten yang membuat mereka langsung jatuh ke tanah dengan sangat keras.


"Ugh!"


Keduanya memuntahkan darah karena terluka berat hanya dengan satu kali pukulan dari monster darah itu, mata mereka yang di penuhi darah menatap monster darah dengan kebencian karena keduanya melihat beberapa dari pasukan mereka tewas di tangan monster darah itu. Monster darah itu tersenyum dan langsung memukul ke arah keduanya dengan sangat keras.


ROAARR...!


BOOMM...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2