
Di hari esoknya, tepat di langit negeri langit. Sosok pria berpakaian putih berdiri memandangi istana langit dengan tatapan yang tidak pasti. Pria itu menatap untum sementara istana langit dengan penuh keraguan, dia pernah mendengar soal dewa takdir yang masih hidup dan juga dewa kematian yang juga selamat dari bencana besar.
"Apakah pria itu mau atau tidak aku akan tetap membawanya pergi untuk menemui tuan" ucap leluhur roh dengan nada tenang.
Swisshh...
BOOMM...
"Hm?".
Beberapa orang di dalam istana kaget mendengar ledakan yang berasal dari formasi di luar istana. Sengaja di pasang oleh Lin Dong agar tidak mengganggu proses latihan yang akan segera di mulai di tempat rahasia yang telah dia dan Mu Xuanyin siapkan. Tapi, dari luar dia mendengar goncangan keras yang membuat dia dan penguasa lain kaget.
"Apa yang terjadi?" tanya Lin Diao kepada Lin Dong.
"Tamu tidak di undang, dan kekuatannya Setara denganku dan juga dua dewa kuno! kalian diam disini dan lanjutkan latihannya" ucap Lin Dong keluar dari tempat rahasia latihan itu, atau ruang dimensi melahap yang khusus tercipta untuk melatih semua penguasa yang ada disana.
"Paman, aku ikut! aku tidak di perlukan disini" ucap Tian Hunhu.
"Ayo! dua saudara aku serahkan kepada kalian disini" ucap Lin Dong.
"Serahkan kepada kami" jawab keduanya dengan santai.
Lin Dong dan juga Tian Hunhu langsung keluar dari tempat itu dan pergi ke depan istana, di langit dia melihat sosok pakaian putih yang di kelilingi banyak roh sedang berusaha untuk masuk menerobos formasi yang dia buat.
Swiss..
"Leluhur roh? dia kenapa disini?" ucap Tian Hunhu menatap pria pakaian putih itu dengan serius.
"Ho? aku melihat kamu bersama dengan dewa elemen, apakah kamu telah menyadari kesalahanmu? atau kamu menyesal dan memutuskan menyerah kepada kaisar langit?" tanya Leluhur roh menatap Tian Hunhu dengan senyum mengejek.
"Bukan urusanmu!" ucap Tian Hunhu dengan marah memandang Leluhur roh.
"Hahaha, sepertinya kamu telah menyerah kepada kaisar langit yang bodoh itu" ucap Leluhur roh menghina Tian Hunhu.
Tian Hunhu akan marah tapi di tahan oleh Lin Dong, saat Tian Hunhu ingin meminta Lin Dong melepaskan dirinya. tiga sosok muncul di langit, sosok itu adalah Bai Wutian, dewa kematian dan juga dewa takdir.
"Apa kabar saudaraku?" tanya Dewa takdir menatap leluhur roh yang kaget melihatnya. Meskipun leluhur roh mengetahui dewa takdir telah hidup kembali tapi hal yang ada di depan matanya ini benar-benar membuat dia jatuh ke dalam kebingungan.
__ADS_1
"Bocah itu mengubah terlalu banyak takdir!" ucap Leluhur roh dengan kesal memandang Dewa takdir dan dewa kematian yang masih hidup itu.
"Ho? lalu apa? dia tidak sepertimu yang telah terpengaruh karena menjaga pintu putih tersebut! kau yang di panggil sebagai leluhur dari seluruh roh malah benar-benar menjadi budak dari orang di balik pintu itu" ucap dewa kematian Memandang leluhur roh dengan jijik.
"Sialan! pengkhianat tidak pantas mengatakan hal itu kepadaku!" jawab Leluhur roh dengan marah.
"Oh? pengkhianat? apakah begitu? lalu kamu apa?".
Suara yang dikenal oleh leluhur roh tiba-tiba terdengar dari belakangnya, sontka leluhur roh kaget berbalik untuk melihat. Tapi baru saja dia berbalik wajahnya di pukul oleh naga kecil dengan sangat keras sampai dia terbang jauh dari istana langit itu sampai ke gunung yang hampir ratusan jauhnya.
"Sepertinya tubuhmu masih lemah setelah hidup selama ini" ucap naga kecil yang dalam kondisi manusia.
"Apakah kamu selalu melakukan hal itu jika bertemu dengan teman lama?" tanya Bai Wutian menatap Nata kecil tidak berdaya.
"Apa yang kamu fikirkan? tentu saja tidak! tapi kadang-kadang aku harus melakukan hal seperti ini lebih seringa agar beberapa teman lama sadar dengan kesalahannya" jawab naga kecil berfikir sejenak sebelum menjawab.
Swisshh...
"Kau terlalu cepat bukan?" ucap Bai kecil yang muncul di belakang naga kecil.
Naga kecil menunjuk ke arah gunung yang sekarang telah berlubang itu, dimana tempat itu adalah tempat leluhur roh berhenti setelah di pukul oleh naga kecil. Bai kecil melihat lubang kecil seukuran manusia di gunung itu mengangguk sebelum mengucapkan kata-kata yang membuat semua yang mendengar ingin pingsan.
"Itu terlalu kecil bukan? tidak bisakah jika bertemu teman lama lebih sedikit di besarkan begitu? Ais, harusnya aku yang melakukannya, mungkin bisa jauh lebih besar darimu" ucap Bai kecil menghela nafas penuh penyesalan.
"Hm, kalau begitu lain kali akan kulakukan lebih baik lagi kak" jawab Naga kecil seperti sedang menyesali kesalahannya.
"Apakah mereka berdua itu gila atau bodoh?" tanya Dewa kematian kepada Bai Wutian.
"Anakku tidak gila, hanya saja dia sedikit begitulah" jawab Bai Wutian sedikit mengeluh dengan sifat anaknya yang benar-benar berandalan itu.
"Duku kamu muda tidak seperti itu, tapi kenapa anakmu lebih gila darimu?" tanya Dewa takdir memasang wajah mengejek kepada Bai Wutian.
"Jangan meledekku! kalian saja tidak punya pasangan, bagaimana kalian bisa mengerti susahnya mengurus anak" ucap Bai Wutian yang membuat keduanya langsung tidak dapat menjawab.
"Sial! kenapa nasibku harus seperti ini" ucap keduanya mengeluh di dalam hati.
BOOMM...
__ADS_1
"Naga langit!" teriak Leluhur roh keluar dari gunung dan menatap naga kecil dan Bai kecil marah.
"Apa?" tanya naga kecil santai yang membuat leluhur roh semakin marah. Leluhur roh terus memancarkan auranya keluar yang membuat semua tempat bergetar bahkan beberapa roh lemah yang ada di negeri langit gemetar ketakutan.
"Mati! Tombak roh" ucap leluhur roh menyerang naga kecil menggunakan tombak putih yang tergabung dari beberapa roh tombak.
Swisshh....
"Hanya tombak kecil!" ucap Bai kecil yang maju ke depan naga kecil. Mengangkat satu tangannya Bai kecil menangkap ujung tombak itu dengan santai.
"Apa?" leluhur roh kaget melihat tombak rohnya di tangkap begitu muda oleh Bai kecil.
"Benar-benar lemah! pantas kamu sangat mudah di kendalikan" ucap Bai kecil sambil menghancurkan tombak roh tersebut dengan santainya.
cracckkkk...
BAAMMM...
Swish...
"Terima pukulanku lagi!" ucap naga kecil muncul di belakang leluhur roh lagi.
"Apa kamu fikir aku akan tertipu lagi untik kedua kalinya?" ucap leluhur roh dengan marah, dia menggunakan roh lainnya menahan pukulan dari naga kecil.
Swisshh..
"Hei! kamu tidak tertipu itu benar, hanya saja kamu terbohongi lagi oleh kami dua saudara" ucap Bai kecil yang muncul di depan leluhur roh yang akan mulai melancarkan pukulan ke naga kecil.
"Terima kasih atas kebodohanmu" ucap Bai kecil langsung memukul wajah leluhur roh lagi.
BOOMM...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1