
Di hari itu di tempat itu dan di mana saat itu Bai kecil sedang di gantung, dia di pukuli sampai wajah kucing nya bukan lagi wajah kucing lagi.
Lin Tian yang melihat itu pun menelan ludahnya, dia baru sadar sekarang tidak hanya ibu harimau, ibu kandung maupun ibu angkat atau bibi-bibinya. Yang namanya wanita sekali dia marah atas perbuatan salah yang kita perbuat maka habislah masa muda kita seketika itu.
"Aku tidak akan pernah membuat ibu-ibu ku marah" janji Lin Tian dalam hatinya.
Bahkan dia benar-benar berdoa sekarang untuk Bai kecil, semoga saja dia bisa tenang di sana dan tidak menderita lagi.
"I..ibu! hari ini sudah yah! aku salah... aku benar-benar salah, jangan pukuli wajah dan pantatku lagi, lihatlah! pantatku sudah bengkak begini, wajah ku juga sudah bukan wajah lagi" ucap Bai kecil dengan suara yang agak tidak jelas dan juga kesedihan yang amat dalam karena merasakan sakit di pantat Dan wajahnya.
"Sadar salah mu? apa kamu fikir aku akan percaya lagi dengan perkataan mu?" ucap Bai Yu yang tenang tapi jelas sangat marah saat melihat tingkah anaknya itu.
Bai kecil terdiam dia benar-benar tidak berani untuk berbicara lagi dengan Bai Yu, jika dia berbicara lagi maka nasib nya akan lebih malang di bandingkan dengan nyamuk yang mati di tepuk.
"Aku benar-benar harus kabur jika bisa lepas dari sini" fikir Bai kecil.
Swish...
"Hm? aura yang kuat?" ucap Bai Yu.
Di depan Bai Yu dan Bai kecil muncullah sosok cantik yang sangat mengikat, Bai kecil yang melihat wanita itu merasa seperti melihat harapan.
"Istriku! kamu datang untukku? bantu aku lepas dari sini, tolong istriku" ucap Bai kecil memohon kepada wanita tersebut.
Tentu wanita yang datang adalah Dewi bunga sendiri, dia mendengar kalau Bai kecil disini dan datang kesini untuk melihat apa yang terjadi.
Dewi bunga tidak memperhatikan Bai kecil dia melihat ke arah Bai Yu dan berjalan mendekatinya, lalu dengan tenang memberi hormat seperti anak menghormati orang tua nya.
"Salam ibu mertua, aku Ying Hua" ucap Dewi bunga kepada Bai Yu.
"Iya! menantuku memang semua sangat cantik" puji Bai Yu kepada Dewi bunga dengan membantu dia berdiri.
Bai Yu terlihat senang melihat Dewi bunga begitu juga Dewi bunga langsung saja akrab dengan Bai Yu.
__ADS_1
Bai kecil yang melihat itu langsung terdiam disana, entah kenapa nasib nya akan jadi lebih buruk lagi dari pada sebelumnya.
"Ibu apa yang di lakukan suami sampai di pukuli tak berwajah begini?" tanya Dewi bunga.
Bai Yu tersenyum lalu menceritakan apa yang terjadi, mendengar hal itu Dewi bunga langsung melihat Bai kecil dengan tatapan diam.
"Apakah kamu tidak puas dengan ku?" tanya Dewi bunga.
"Tidak..tidak ...aku puas" jawab Bai kecil dengan cepat.
"Lalu kenapa harus lari kesana?" tanya Dewi bunga lagi.
Bai kecil terdiam dan tak bisa menjawab nya dia benar-benar mati rasa sekarang, dia tidak tahu kalau istrinya ini juga akan mengerikan bila marah.
Plang...
Meong!!!!
"Jawab saja pertanyaan menantuku" ucap Bai Yu.
"Hanya itu? jawab yang jelas" teriak Bai Yu lagi.
"Ibu bukan kah itu agak keras kepada suami?" tanya Dewi bunga yang jelas agak lembut kepada Bai kecil.
"Oh, menantuku yang baik! ingatlah, kalau orang ini jika tidak kamu disiplin kan dan malah kamu manja maka sifatnya tidak akan pernah berubah! juga dia bukan kah sudah mencuri beberapa anggur berharga di alam mu? mari kita hukum lagi dia" jelas Bai Yu tanpa sedikitpun kasihan kepada Bai kecil.
Dia sebagai orang tua Bai kecil tentu lebih mengerti bagaimana sifat anaknya ini, yang selalu dari dulu membuat masalah untuknya walaupun dia bisa di andalkan di waktu sulit tapi dia masihlah nakal di waktu santainya.
Dewi bunga yang mendengar perkataan Bai Yu pada akhirnya mengangguk dan membiarkan Bai Yu untuk menghukum Bai kecil, bagaimana pun jika itu dia maka pasti dia juga tidak tahan melakukan hal seperti itu kepada suaminya.
Bai kecil di cambuk lagi oleh Bai Yu, Lin Tian yang melihat dari jauh merasa kasihan kepada Bai kecil tapi apalah daya Lin Tian.
"Maafkan aku saudaraku, aku tidak ingin terseret ke ombak yang sangat keras" ucap Lin Tian yang melihat penderitaan Bai kecil dari jauh.
__ADS_1
Pada akhirnya Bai kecil di bawa pergi oleh Dewi bunga setelah mendapat izin dari Bai Yu, Bai Yu merasa kalau lebih baik untuk Bai kecil pergi dengan Dewi bunga dan tentu dia juga punya alasa sendiri untuk itu juga.
Lalu tentu saja ada Naga kecil yang juga melihat dari jauh apa yang terjadi kepada Bai kecil yang malang itu.
Dia secara sembunyi-sembunyi melihat Bai kecil yang telah di siksa itu, takut kalau sampai dia keluar maka dia akan terseret lagi ke dalam hukuman yang di berikan oleh Bai Yu kepadanya.
"Huf, wanita memang tidak bisa di tebak, yah! aku harus pergi dan bersembunyi untuk beberapa hari ke depan." fikir naga kecil setelah dia menimbang-nimbang semuanya dengan baik.
"Demi masa depan Naga kecil yang cerah!" ucap naga kecil dengan penuh keyakinan dan percaya diri.
Dia lalu mulai terbang dan menghilang dari istana kehancuran itu, dengan cara sembunyi-sembunyi tanpa ada yang tahu kemana dia pergi.
"Huf, kemana Naga kecil? kenapa dia menghilang begitu saja? sial! jangan bilang dia sudah kabur?" fikir Lin Tian setelah tidak dapat menemukan Naga kecil di istana.
Lin Tian lalu berfikir tentang beberapa wanita yang sekarang masih dalam diskusi yang luar biasa, tentu diskusi itu di pimpin oleh Mu Xuanyin sendiri, istri pertama dan cinta pertamanya.
"Sebaiknya aku juga kabur untuk beberapa hari ini, jika tidak mungkin nasibku tidak lebih buruk daripada Bai kecil." fikir Lin Tian yang akan bersiap untuk pergi juga dari istana tersebut.
"Saatnya pergi!" ucap Lin Tian.
"Pergi kemana?" ucap suara yang muncul dari belakang Lin Tian secara tiba-tiba.
"Uhuk!"
Sebuah tangan menarik kembali mundur Lin Tian dan membuat dia tercekik seperti orang kehabisan nafas, Lin Tian menoleh dan melihat kalau tangan itu berasal dari Mu Xuanyin.
Melihat wajah tersenyum Mu Xuanyin perasaan Lin Tian seperti merasakan sesuatu yang tidak baik, tapi apa yang dapat dia lakukan? dia hanya menghela nafas karena terlambat pergi seperti Naga kecil dari sini.
"Semoga tidak bernasib sama dengan mereka!" ucap Lin Tian dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...