
Sosok wanita keluar dari kegelapan di ruang tersebut, saat Lin Tian melihatnya wajah Lin Tian agak jelek karena wanita yang keluar dari sana adalah Ye Lihua permaisuri kekaisaran malam.
"Ka..kamu Dewi malam!" ucap sang iblis dengan wajah ketakutan.
Dewi malam adalah seorang permaisuri yang sama kuatnya dengan delapan dewa Dewi, dan di katakan kalau dia adalah wanita yang sangat dingin dan membenci sistem yang di terapkan oleh Dewa Dewi.
"Apa maksudmu kalau dunia kita ini akan terjadi bencana?" tanya Ye Lihua serius.
"Itu...itu...!" wajah sang iblis ketakutan, dia mencoba melihat ke arah Lin Tian yang masih diam dan memandang wanita itu dengan tatapan bingung.
"Tu..tuan..!" ucap sang iblis.
Lin Tian meminta dia diam, lalu Lin Tian berdiri di depan sang iblis dengan masih menatap Ye Lihua dengan tatapan tajam. dia tidak menyangka kalau wanita ini bisa menembus masuk ke ruang yang dia buat, padahal jika Lin Tian fikirkan tidak akan ada satu orang pun yang dapat menembus ke ruang yang dia ciptakan, jangankan menembus untuk menemukan ruang ini juga hanay sedikit kemungkinan.
"Kenapa kamu bisa masuk kesini?" tanya Lin Tian.
"Aku masuk dengan ini!" jawab Ye Lihua yang langsung mengangkat jari manisnya, sesaat itu sebuah benang merah terikat ke jari manis Lin Tian juga.
Melihat benang merah itu wajah Lin Tian seketika itu kaget, dia merasakan kalau benang merah ini terikat dengan dirinya dan Ye Lihua bahkan dia entah kenapa tidak bisa melepaskan benang itu dari dirinya.
"Percuma! sekali benang ini terikat dengan kamu maka akan sulit melepaskannya, kecuali jika aku mati maka baru benang ini akan terlepas" ucap Ye Lihua dengan serius.
Mendengar ucapan Ye Lihua membuat Lin Tian cemberut, kenapa wanita ini memasang benang merah kepada dirinya begitu saja? jika dia tebak benang ini hanya bisa di gunakan sekali dan tidak ada cara untuk melepaskannya jika di dengar dari ucapan Ye Lihua.
"Ap tujuanmu? kenapa kamu mengikutiku?" tanya Lin Tian serius.
"Aku tidak benar-benar mengikutimu, hanya aku penasaran dengan siapa kamu karena itulah aku menggunakan benang merah takdir ini kepadamu" jawab Ye Lihua.
__ADS_1
"Siapa diriku? sepertinya kamu tidak pernah percaya dengan perkataanku sebelumnya bukan?" tanya Lin Tian sambil tersenyum.
"Iya, kamu benar-benar berbeda dari delapan pengikut dewa Dewi, bukan hanya saja mereka tapi energimu dan juga aura mu berbeda dari kami atau bisa kusebut dunia ini" jawab Ye Lihua.
Lin Tian terdiam, dia baru ingat kalau energi dan auranya memang berbeda dengan orang-orang di dunia ini atau lebih tepatnya di seluruh dunia yang masih ada sekarang. Dia benar-benar lupa akan hal tersebut karena terlalu banyak berfikir tentang masalah dunia ini.
"Aku tidak menyangka kalau kamu begitu sensitif dengan energiku" ucap Lin Tian menghela nafas.
"Ini memang naluriku, sejak aku masih kecil kekuatan ini telah ada di diriku, jadi bisakah kamu menjawab apa maksud dari iblis itu tadi?" ucap Ye lihua.
"Seperti yang kamu dengar, kalau bencana akan datang melanda seluruh dunia yang ada, tidak! Tapi kehancuran ini disebabkan oleh perang besar yang akan segera terjadi dalam waktu dekat" ucap Lin Tian dengan serius.
Dia tidak perlu menyembunyikan masalah tentang bencana kepada Ye Lihua karena itu tidak akan mengubah takdir, apalagi cepat atau lambat hal ini juga akan keluar dari mulut delapan dewa Dewi.
"Apa? kamu maksud kalau bencana ini bukan alami tapi dibuat oleh seseorang?".
Tapi....
"Iya, hanya itu yang aku tahu! Selebihnya aku tidak tahu, jika kamu tidak percaya kamu boleh mencoba tanyakan sendiri kepada dia" jawab Lin Tian sambil menunjuk ke arah sang iblis.
Ye Lihua mengangguk pertanda dia yakin dengan ucapan Lin Tian, setelah itu Lin Tian berencana untuk membawa sang iblis ini bersamanya. Itu karena sejak iblis ini masuk ke tempatnya, Lin Tian telah mulai mengeluarkan hal yang mengganggu di dalam tubuh iblis itu.
"Terima kasih tuan, ini berkah untuk saya karena anda telah membantu saya" ucap Sang iblis berterima kasih tulus kepada Lin Tian.
"Tidak perlu berterima kasih kepadaku, ini masalah kecil untukku" ucap Lin Tian.
"Tidak! suku iblis kami selalu menjunjung rasa terima kasih, aku Mo Gui bersumpah setia kepada anda dan apapun perintah anda hamba akan siap melaksanakan semuanya meskipun harus mati" ucap Mo Gui langsung bersumpah sambil berlutut kepada Lin Tian.
__ADS_1
Lin Tian yang mendengar hal itu agak ragu, dia berasal dari masa depan mana mungkin dia bisa bertemu lagi dengan Mo Gui. Meskipun kekuatan pria ini agak tinggi dari Hunhu tapi itu tidak akan berguna bagi Lin Tian di zaman ini.
"Huf... baiklah! kamu boleh setia kepadaku tapi aku juga ingin kamu melakukan sesuatu untukku" ucap Lin Tian.
"Apa itu tuan?" tanya Mo Gui dengan hormat.
"Kamu pergi dan buatlah sebuah kelompok tersembunyi yang bisa menjadi kuat dan bisa menjadi pisau serta tameng bagiku, jika kamu bisa melakukannya maka aku akan membiarkanmu untuk menjadi bawahanku" ucap Lin Tian berusaha mencari cara agar membuat Mo Gui tidak mengikutinya.
"Yakinlah tuan, hamba akan menjalankan semua yang anda perintahkam dengan sempurna" jawab Mo Gui yang membuat Lin Tian tidak bisa berkata-kata.
Di belakangnya Ye Lihua terlihat tersenyum di bawah penutup wajahnya, dia tidak menyangka kalau pria ini akan menolak iblis yang sangat kuat ini untuk menjadi pelayannya.
"Tapi ingat! aku ingin kamu menjadikan permaisuri malam sebagai target untuk kekuatan kalian, jika kelompokmu bisa maka datang padaku dan bantu aku merebut langit!" ucap Lin Tian dengan nada tenang tapi ada aura yang sangat luar biasa keluar dari tubuhnya.
"Yakinlah tuan, hamba pasti akan datang kepada tuan! dimanapun tuan, dan sejauh apapun tuan berada hamba pasti akan datang dan membantu tuan untik merebut langit!" ucap Mo Gui dengan penuh rasa hormat berlutut.
"Bagus! sekarang kamu boleh pergi! dan gunakan ini untuk membuat pasukan" ucap Lin Tian melemparkan sebuah cincin ke arah Mo Gui.
"Ini?" baik Mo Gui dan Ye Lihua agak bingung dengan cincin yang di berikan oleh Lin Tian. Lin Tian yang sadar akan sesuatu memukul kepalanya dengan kesal.
"Aku lupa kalau di dunia ini cincin spacial belum ada, mereka hanya sering menggunakan Kantong ruang disini" ucap Lin Tian dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1