Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
261. Kemarahan


__ADS_3

Leluhur roh sangat marah saat tahu kalau takdir yang dia lihat telah berubah lagi, bahkan saat dia mencoba melihat lagi dan lagi Takdir itu terus berubah tidak jelas akhir dari takdir tersebut.


"Kenapa? kenapa orang ini lahir di saat Seperti ini! kenapa?" teriak leluhur roh dengan marah dan penuh kebencian.


Bukannya dia marah karena Lin Tian melawan takdirnya tapi dia marah karena kenapa Lin Tian tidak lahir di zamannya, jika dia lahir di zamannya maka seluruh saudara dan keluarganya tidak akan mati sia-sia saat itu.


Dan meskipun dia melihat sendiri takdir dari seluruh orang-orang terdekatnya tapi akhirnya dia tidak dapat mengubah takdir mereka, mereka akhrinya mati tepat di depan mata leluhur roh.


Hal itu adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya karena itulah saat kehancuran zaman kuno dia pun hanya terus percaya kepada takdir, kadang ada beberapa orang yang menyimpang dari takdirnya tapi pada akhirnya dia mati sesuai takdri yang dia lihat.


tapi Lin Tian...


Dia bahkan tidak tahu dari apa pria itu terbuat hingga dia mengubah satu demi satu takdirnya dan orang di sekitar dia dengan begitu mudah.


"Hahahaha! lucu sekali, takdir dulu mempermainkan aku tapi sekarang takdir yang di katakan itu tidak dapat melawan pemuda yang bahkan belum berumur seratus tahun" ucap leluhur roh dengan tertawa gila di tempatnya.


......................


Alam elemen, saat ini Lin Sang dan jenderal wanita itu masih duduk menikmati waktu mereka bahkan saat alam lain sibuk berperang tapi mereka hanya menikmati teh dan mengobrol dengan santai disana.


BOOMM..


"Ini?"


Wajah keduanya kaget, mereka dapat merasakan getaran hebat dari seluruh alam elemen dan hal ini baru pertama kalinya terjadi sejak berdirinya alam langit.


Lin Sang yang bingung untuk sementara waktu tersenyum tiba-tiba, perlahan dia tertawa gila di sana yang membuat jenderal wanita itu menjadi bingung.


"Nah! nona, sepertinya cucuku telah kembali dan munggkin sekarang kelompokmu dalam bahaya" ucap Lin Sang yang langsung membuat jenderal wanita itu gemetar.


"Bagaimana bisa pemuda itu melakukan hal seperti ini? itu mustahil baginya untuk mengalahkan dewaaut darah dan yang lainnya" jawab jenderal wanita.


"Kau salah! cucuku itu lebih kuat dari apa yang kamu bayangkan, dan ada satu hal yang harus kamu tahu! iya, karena cucuku berani menggunakan kekuatan tersebut maka sudah dipastikan dia tidak akan menyembunyikan siapa dia lagi" ucap Lin Sang dengan senyum penuh kebanggaan.


"Apa maksudmu?" tanya jenderal wanita itu.


"Oh! maksudku, kebetulan cucuku mendapatkan warisan kaisar langit dan sejarang dia adalah kaisar langit yang baru" jelas Lin Sang.

__ADS_1


"Apa?" semua orang disana termasuk jenderal wanita kaget, bagaimana tidak? dia tentu jelas maksud dari ucapan Lin Sang itu.


"Tidak mungkin! mana mungkin ada orang yang dapat mewarisi warisan yang di tinggalkan oleh kaisar langit itu" teriak jenderal wanita yang sekarang tidak setenang sebelumnya.


Lin Sang tidak menjawab, dia lebih mengerti cucunya daripada yang lain sejak dia bertemu dengannya. Apalagi semua yang telah dilakukan Lin Tian membuat dia bangga dan juga yakin tanpa syarat kepada Lin Tian.


......................


"Hm? aura yang mirip tapi juga berbeda" ucap dewa penghancur dengan suara dingin.


"Tuan"


Sosok hitam muncul dan berlutut di hadapan dewa penghancur, tapi kali ini sosok itu benar-benar berbeda karena aura di tubuhnya sangatlah kuat. Jika Lin Tian ada disini mungkin dia akan tahu apa basisi kultivasi orang itu.


"Apakah mereka telah pergi?" tanya Dewa penghancur.


"Sudah tuan, sesuai perintah anda beberapa dari mereka telah pergi dan saya baru saja mengirim orang itu untuk membantu juga" jawab bawahannya tersebut.


Mendengar hal itu dewa penghancur mengangguk, tapi untuk sementara tiba-tiba di Diam. Pria itu masih berlutut menunggu tuannya berbicara lagi, karena dia jelas sifat tuannya sekarang sedang memikirkan sesuatu yang telah membuat dia kesal atau bingung.


"Kamu! pergilah dan bantu mereka, jika mereka telah kalah kembalilah dan ceritakan semuanya padaku! apa kamu mengerti?" perintah dewa penghancur secara tiba-tiba.


"Jangan remehkan goncangan yang terjadi barusan, jika aku benar maka kaisar langit yang baru telah muncul di negeri langit" jelas dewa penghancur dengan suara dingin.


"Ituu?" wajah pria berubah menjadi aneh, dia tentu mengerti apa yang dimaksud oleh dewa penghancur tapi baginya hal tersebut tidak mungkin adanya.


Mana mungkin ada orang yang cocok dengan warisan kaisar langit? dia juga tahu apa yang di maksud warisan kaisar langit itu hanyalah teknik dan juga cara kultivasi yang telah dilakukan kaisar langit selama masa hidupnya.


"Pergilah! lakukan apa yang aku katakan tadi" ucap dewa penghancur dengan tenang setelah beberapa saat dua mencoba tenang.


"Baik tuan".


Pria itu akhirnya pergi dari tempat dewa penghancur yang sekarang telah berdiri dengan dingin memandang ke langit. Dia mengejek dirinya sendiri tentang apa yang dia lakukan dulu.


"Sepertinya kamu bingun" ucap sosok yang tiba-tiba muncul di belakang dewa penghancur.


"Aku bukan bingung tapi aku hanya menyesal karena gagal menghancurkan seluruh warisan orang itu, jika aku tahu hal ini terjadi maka lebih baik aku menghancurkan seluruh warisan yang dia tinggali sepenuhnya" jawab dewa penghancur.

__ADS_1


Pria misterius itu tidak menjawab, dia hanya menghela nafas dengan sikap yang di tampilkan oleh dewa penghancur tersebut. "Hitam atau putih? , tapi apa yang sebenarnya kamu pilih itulah yang akan membimbing kamu masuk kedalam jurang penyesalan atau rasa bahagia yang luar biasa.


......................


BOOMM..


ARRRRRR!


Phoenix es milik alam es tiba-tiba muncul di hadapannya Lin Tian sambil dia mengelilinginya dengan penuh kerinduan. melihat roh Phoenix wajah dewa naga kepala sembilan menjadi jelek


"Sudah saatnya kita akhiri ini" ucap Lin Tian.


"Iya!" jawab lima berandalan serentak.


"Teknik delapan elemen! pedang hukuman" ucap Lin Tian mengangkat pedang elemennya ke langit.


Di langit sebuah pedang besar dengan aura kuno terbang dengan bangga di langit, dan kini pedang ujung pedang itu telah mengarah tepat ke dewa naga kepala sembilan.


"Pedang itu ...! tidak! aku tidak akan kalah!" teriak dewa naga kepala sembilan.


Dia langsung mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk Menahan serangan pedang yang berasal dari Lin Tian itu.


BOOMM....


"Ugh!' dewa naga kepala sembilan terlempar dengan jauh setelah terkena serangan pedang yang di hasilkan olehjn Tian tersebut.


"Belum! Teknik gaya tombak, tombak dewa tombak!" ucap Lin Tian yang secara langsung mengganti senjatanya tadi dengan tombak sekarang.


BOOMM..


"aku tidak akan mati semudah itu" ucap dewa naga kepala sembilan dengan keras.


"Serang" ucap Lin Tian mengangkat tombaknya menyerang Dewa Kela sembilan itu.


BOOMM.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2