Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
315. Hati yang kesepian


__ADS_3

Setelah suara wanita itu hilang ketiganya saling pandang dalam diam sebelum setelah itu mereka tiba-tiba tersenyum dan tertawa bahagia di dalam kamar itu.


"Hahahaha! lihatlah, betapa lemahnya kita di hadapan wanita itu sekarang." ucap Bai Wutian sambil tertawa.


"Ais! bagaimanapun kita berada di rumah dia dan wajar saja jika dia marah kepada kita" jawab Dewa takdir sambil tersenyum.


"Hahaha, masih sama seperti dulu" ucap dewa kaisar Kematian yang membuat keduanya juga saling mengangguk.


"Baiklah! kebetulan aku membawa ini. Mari kita minum bersama mengingat dan mendoakan suadara-saudara kita yang dulu" ucap Bai Wutian mengeluarkan tiga botol anggur di depan keduanya.


"Hahaha! benar, untuk masa lalu dan masa depan kita bersama" ucap dewa takdir yang tidak sopan langusng meraih satu botol anggur dan mengangkatnya ke atas.


"Untuk saudara dan teman-teman kita!"


Clang..


Ketiganya terlihat dengan santai mengangkat botol anggur mereka dan meminumnya dengan wajah gembira. Tapi ada beberapa hal yang membuat mereka merasa pahit di hati masing-masing. Seperti dewa takdir sadar kalau semua yang dia lakukan dulu itu adalah sesuatu masa depan palsu yang digunakan untuk mengendalikan dia agar menghentikan dewa kaisar Kematian.


Dan ada dewa kaisar Kematian dengan hati bersalah karena terlalu berfikir sempit. Padahal, jika dia bekerja sama dengan saudara dan teman-temannya mungkin masa depan sekarang akan berbeda.


"Hahahaha!". Ketiganya tertawa dan bercanda bersama di malam itu sambil mengenang masa lalu yang membuat mereka kadang tersenyum, sedih dan canggung.


Di dalam kamar Lin Tian, terlihat Mu Xuanyin yang lebih tegas dan dingin dari biasanya duduk sambil membersihkan keringat di wajah Lin Tian. Di sisi lain Sheng Chu'er dan Ling Xu'er sedang duduk menemani Mu Xuanyin dengan wajah santai yang kadang juga membantu membersihkan wajah Lin Tian yang berkeringat.


"Kakak, kapan suami bangun?" tanya Sheng Chu'er lembut.

__ADS_1


"Entahlah, kondisinya lebih parah dari dua lainnya jadi membutuhkan sedikit waktu lagi untuk dia bangun" jawab Mu Xuanyin lembut.


Menatap pria di depannya membuat Mu Xuanyin merasakan bahagia di hatinya. Berkat Lin Tian dia bisa kembali hidup dan juga merasakan apa yang namanya cinta. Untuk seorang wanita yang dingin dan cuek seperti dia benar-benar sulit membuka hati untuk orang lain dan hanya pria inilah yang berhasil membuat dia membuka hatinya.


"Kakak, kekuatanmu sudah sangat kuat sekarang dan kami jauh di belakangmu. Sepertinya hanya kamu yang dapat membantu suami kakak" ucap Sheng Chu'er agak sedih setelah mengetahui kalau kekuatan Mu Xuanyin jauh di depannya.


Padahal, sejak dia mendapatkan roh rubah ekor sembilan membuat dia lebih percaya diri dapat menyusul Lin Tian dan dua saudarinya yang lain. Tapi sekarang Mu Xuanyin telah menunjukan kekuatan aslinya yang membuat dia agak tidak berdaya.


"Jangan terlalu kamu fikirkan, setelah suami kembali sehat aku sendiri yang akan melatih kalian" ucap Mu Xuanyin menghelus kepala Sheng Chu'er dengan lembut.


Bagi Mu Xuanyin yang telah mendapatkan kembali ingatannya tetap menganggap mereka bertiga sebagai saudarinya. Apalagi dia yang pernah kehilangan adiknya dulu, membuat dia benar-benar tidak ingin kehilangan orang terdekatnya lagi sejak saat itu.


"Benarkah?" tanya Ling Xu'er dan Sheng Chu'er menatap Mu Xuanyin dengan wajah berharap.


"Em, aku tidak berbohong kepada kalian suadari-saudariku". Mu Xuanyin tersenyum lembut melihat mereka berdua.


"Jingyi? dia tidak perlu untuk aku bantu, dia memiliki warisannya sendiri" jelas Mu Xuanyin yang terlihat sangat mengerti dengan situasi Lan jingyi.


Kedua wanita mengangguk pertanda percaya Mu Xuanyin, bagaimanapun Mu Xuanyin adalah orang kuat yang berada di ranah setengah dewa kaisar apalagi dia berada tingkat menengah.


"Xu'er, kamu yang terlemah di antara kita dan kamu jugalah yang paling jenius di antara kita dalam ilmu pedang. Jadi aku harap dalam waktu setengah tahun atau sebelum suami bangun kamu harus dapat menggabungkan jantung, hati dan niat pedang mu menjadi satu. apa kamu mengerti?".


Ling Xu'er mendengar kalau Mu Xuanyin meminta dia untuk menggabungkan jantung, hati dan niat pedangnya menjadi satu agak bingung. Karena dia belum yakin dapat menggabungkan ketiganya menjadi satu apalagi dia tidak pernah mendengar kalau ada yang berhasil menggabungkan ke tiganya menjadi satu.


"Kakak..."

__ADS_1


"Jika kamu bisa menggabungkan ketiga hal yang aku sebutkan tadi menjadi satu dan membentuk roh pedangmu sendiri. Kamu pasti bisa sekuat aku yang sekarang dan bahkan mungkin kamu bisa menjadi lebih kuat dariku" jelas Mu Xuanyin dengan serius kepada Ling Xu'er.


"Tapi, waktunya terlalu cepat kak" jawab Ling Xu'er jujur. Dia mungkin bisa menggabungkan ketiganya tapi akan butuh waktu setidaknya puluhan tahun untuk melakukannya.


"Tenang saja, aku sudah mengatur itu semua untukmu!" jawab Mu Xuanyin yang telah mengubah fikirannya. Jika dia ingin mengajari kedua saudarinya ini, maka dia harus menyeimbangkan kekuatan mereka agar mempermudah dia untuk mengajari apa yang perlu dia ajarkan.


"Baiklah kak, aku akan mengikuti semua petunjuk mu" Ling Xu'er dengan patuh mengikuti semua yang dikatakan Mu Xuanyin tadi. Meskipun dia masih belum yakin dengan dirinya sendiri yang dapat menggabungkan ketiganya dan membentuk roh pedangnya sendiri.


"Bagus, setelah kamu berhasil dan juga suami bangun aku akan mulai melatih kalian secara bersamaan" jelas Mu Xuanyin.


"Kakak! kenapa aku tidak kamu masukan?" tanya Lan Jingyi yang baru saja masuk ke dalam kamar itu.


Lan jingyi mengetahui apa yang sedang di bicarakan oleh ketiga wanita di depannya ini. Dia terlihat sedih dan kesal dengan Mu Xuanyin yang tidak mengajaknya berlatih bersama itu.


"Kenapa kamu harus berlatih juga? kamu sudah memiliki api gagak emas berkaki tiga! dan semua warisannya sudah ada di kepalamu, jika aku melatihmu dan mengubah jalur latihan mu sendiri. Itu akan menyebabkan kemunduran terhadap dirimu! bagaimanapun warisan gagak emas bukanlah warisan biasa bahkan di dunia kuno saat itu" jelas Mu Xuanyin yang mengatakan alasan dia tidak ingin mengubah atau membantu Lan Jingyi berlatih juga.


"Itu..."


"Alasan kamu tidak bisa melihat warisan itu karena hanya kurang tekanan! aku akan membantumu nanti agar kamu dapat benar-benar mewarisi warisan dari gagak emas berkaki tiga itu" jelas Mu Xuanyin.


Lan jingyi langsung senang setelah Mu Xuanyin mau membantunya, dia langsung memeluk Mu Xuanyin dengan tersenyum bahagia. Mu Xuanyin juga bahagia dan merasa hatinya terisi lagi, dulu setelah adiknya mati hanya ada Lin Tian yang menemaninya tapi sekarang tiga istri Lin Tian yang lain dapat mengisi hatinya.


"Adik, aku yakin kamu juga pasti melihat semuanya! kakak sekarang telah menemukan keluarga sendiri dan kakak sangat bagia sekarang" ucap Mu Xuanyin di dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2