
Bai Yu tersenyum jika memikirkan Lan Jingyi dan Mu Xuanyin yang sekarang entah kemana pergi, mereka akan ada di pagi hari lalu menghilang saat sore harinya.
Jelas kalau mereka mencoba menghindari Lin Tian tetapi dia sebagai ibu Lin Tian tahu kalau misalkan mereka menghindari Lin Tian karena ingin memberikan waktu bersama untuk Lin Tian dan Sheng Chu'er, sebab sejak Sheng Chu'er datang ke alam kehancuran serta telah melihat kembali dia sangat sering berdiam diri sendiri karena memang tidak ahli dalam bidang yang sama dengan Mu Xuanyin dan Lan Jingyi.
Dan kebetulan Lin Tian mengerti kenapa mereka menghindarinya karena itu juga Lin Tian tidak mencari keduanya ataupun memarahi keduanya saat ini, serta Lin Tian sekarang benar-benar fokus membantu Sheng Chu'er untuk meningkatkan kekuatannya.
BOOMM...
BOOMM...
Hal ini berlaku setelah sepuluh hari lagi dan kebetulan hari ini Sheng Chu'er baru saja selesai bertarung melawan Lin Tian, dan dia sedang istirahat bersama Lin Tian di tepi danau dengan tubuh di penuhi keringat.
Lin Tian yang melihat itu pun duduk di samping Sheng Chu'er dan memintanya untuk menidurkan kepalanya di pangkuan dia, Sheng Chu'er bingung kenapa tiba-tiba Lin Tian ingin dia tidur di pangkuannya tapi karena dia tahu Lin Tian hanya ingin yang terbaik untuknya dia pun menidurkan kepalanya di pangkuan Lin Tian.
"Sekarang aku ingin kamu mencoba menutup matamu" ucap Lin Tian.
"Eh? untuk apa?" tanya Sheng Chu'er bingung.
"Tutup saja" perintah Lin Tian tenang, Sheng Chu'er hanya mengangguk lalu menutup matanya perlahan dan setelah Sheng Chu'er menutup matanya tiba-tiba Lin Tian meletakan tangan kanannya di kepala Sheng Chu'er dan mengirimkan energi biru ke kepala Sheng Chu'er.
Perlahan Sheng Chu'er tertidur tanpa dia sadari di pangkuan Lin Tian, setelah melihat Sheng Chu'er tertidur Lin Tian menghela nafas lega bukan tanpa alasan Lin Tian meminta Sheng Chu'er tidur di pangkuannya.
Itu di karenakan tanpa seizin dia setiap malam selama hampir dua Minggu ini, gadis cantik ini berlatih setiap malam tanpa istirahat dan semua itu Lin Tian melihatnya sendiri, dia juga tidak mencegahnya karena jika dia melakukan itu maka akan mematahkan semangat Sheng Chu'er.
Swishh..
"Dia telah bekerja terlalu keras dua Minggu ini" ucap Bai Yu muncul di depan Lin Tian sambil menatap Sheng Chu'er dengan kelembutan seorang ibu.
__ADS_1
Lin Tian juga tahu hal tersebut, tapi dia tidak ingin mematahkan semangat dari Sheng Chu'er makanya dia selalu diam dan hanya memperhatikan wanita ini dari jauh.
Di luar gerbang alam kehancuran.
Gerbang portal alam kehancuran tiba-tiba bergetar dan tiga sosok pun muncul di luar gerbang itu, para penjaga agak tercengang melihat tiga orang yang datang, dengan satu pria dan dua wanita.
"Anakku! ayah datang." ucap pria itu dengan gembira memandang alam kehancuran.
Dua wanita yang melihat bagaimana gembiranya pria tersebut tidak dapat berkata-kata, tapi iya mereka juga jelas tahu kalau pria ini merindukan seseorang di hatinya karena itu lah mereka hanya tersenyum melihat dia.
Swish...
Tidak berselang begitu lama mereka sampai di istana kehancuran, para penjaga yang tahu siapa mereka tidak menghalangi mereka untuk masuk bahkan seorang pelayan membawa mereka ke tempat dimana Lin Tian dan Sheng Chu'er berada sekarang.
Di atas langit mereka melihat kalau Lin Tian dan Sheng Chu'er sedang bertarung, pria itu yang mana dia adalah ayah dari Sheng Chu'er melihat anaknya sedang berlatih bersama Lin Tian hanya diam sambil memandangi anaknya dengan perasaan rindu seorang ayah.
"Teknik pedang yang di gunakan Chu'er pasti di dapatkan dari Lin Tian" tambah Sheng Ming dengan tenang, dia sangat jelas kalau gerakan pedang Lin Tian hampir mirip dengan gerakan pedang yang di gunakan Sheng Chu'er sekarang.
Jadi tidak sulit menebak kalau Lin Tian yang mengajarinya teknik pedang tersebut, tapi dia kagum dengan ketekunan Sheng Chu'er yang sekarang dia lihat itu.
"Hm? sepertinya Chu'er telah kehilangan sesuatu?" ucap Sheng Mi yang menatap ada beberapa perubahan dengan tubuh Sheng Chu'er.
"Eh? apa itu?" tanya tetua agung tersebut dengan penasaran.
Sheng Ming dan Sheng Mi saling pandang lalu tersenyum melihat Sheng Chu'er, mereka sebagai wanita jelas tahu apa yang telah hilang dari Sheng Chu'er sekarang dan hal itu lah yang membuat mereka melihat Sheng Chu'er ada beberapa perubahan sejak terakhir kali melihatnya.
Melihat senyum para wanita itu membuat Tetua agung menjadi penasaran dan agak bingung dengan apa yang mereka maksud, mungkin jika dia tahu apa yang hilang dari Sheng Chu'er maka sekarang dia akan langsung turun untuk menanyakan langsung kepada anaknya itu.
__ADS_1
BOOMM..
BOOMM..
"Sudah bagus, hari ini sampai disini dulu!" ucap Lin Tian kepada Sheng Chu'er yang terlihat kelelahan.
Sheng Chu'er hanya mengangguk dia benar-benar belum dapat untuk menyaingi teknik pedang Lin Tian, bahkan dia benar-benar belum bisa untuk membuat sedikit luka gores di tubuh Lin Tian ataupun merobek bajunya.
"Jangan terlalu difikirkan, wajar saja kamu tidak dapat melukaiku! meskipun aku menekan kekuatanku sama denganmu tapi aku telah menguasai pedang cukup lama" Lin Tian mencoba menghibur Sheng Chu'er yang terlihat agak sedih.
"Em, Chu'er mengerti suami" jawab Sheng Chu'er sambil mengangguk mengerti.
"Iya, kali ini kita kedatangan tamu kamu bisa bertemu dengannya" ucap Lin Tian melihat ke langit di atasnya.
Di langit wajah Tetua agung berubah saat Sheng Chu'er memanggil Lin Tian suami, dia memandang kedua wanita di samping dengan tatapan tidak percaya tapi saat dia melihat kedua wanita memalingkan wajah mereka tetua agung menjadi benar-benar kesal dan langsung turun dari langit.
"Nak! apa yang kau lakukan kepada gadis kecilku? aku meminta mu untuk menjaga anakku bukan menjadikan dia istrimu kan?" ucap tetua agung marah.
"Hm, benarkah? kalau begitu mungkin ayah mertua sudah terlambat untuk mengatakannya, yah.. anda tahu kan aku kadang sering salah mengartikan setiap perkataan orang" jawab Lin Tian mencoba membuat alasan.
Melihat pria yang muncul di hadapannya itu Sheng Chu'er cukup kaget, tapi saat dia melihat bagaimana ayahnya marah kepada Lin Tian dan saling adu mulut membuat dia tertawa sendiri disana.
"Ayah? kenapa kamu tidak mengatakan kalau akan kesini?" tanya Sheng Chu'er mencoba untuk menghentikan keduanya yang sedang adu mulut itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...