
Kepala suku batu suci pun menghela nafas berat, baru saja suku mereka bertemu dengan kaisar langit tapi mereka malah menjerumuskan kaisar mereka ke dalam neraka yang sangat sulit bagi orang hidup untuk kembali.
Meskipun ada, itu hanya dewa neraka yang benar-benar berani turun ke neraka karena dia saat itu adalah penguasa seluruh alam bawah itu sendiri, dan jika ada yang ingin ke neraka mereka juga harus mendapatkan izin dari dewa neraka serta membawa tokennya ke bawah agar mereka bisa kembali dengan mudah.
"Kepala suku, apa yang harus kita lakukan sekarang? apakah kita akan turun ke neraka untuk membantu kaisar?" tanaya patung batu bermata biru kepada kepala suku itu.
"Tidak bisa, kita tidak bisa turun ke bawah karena itu akan melanggar sumpah kita dan juga perintah dari kaisar baru" jawab kepala suku itu dengan tegas. Suku batu suci selalu menempati janji mereka dan selalu patuh akan perintah dari tuan mereka karena itulah kaisar langit dulunya mau menerima mereka sebagai bawahan di alam bawah.
"Lalu kita bagaimana sekarang?" tanya patung bermata merah.
"Kalian bawa beberapa orang ke istana pengadilan, dan aku akan mencoba menunggu kaisar di jembatan itu! aku yakin selama kaisar menemukan roh pelindung alam bawah maka dia bisa keluar" ucap kepala suku dengan sungguh-sungguh.
"Lalu? jika kaisar tidak kembali?"
"Nanti kita fikirkan masalah itu, sekarang laksanakan perintah kaisar yang telah kalian terima!".
Akhirnya dua patung itupun mengikuti perintah dari kepala suku, mereka membawa beberapa suku batu ke istana pengadilan untuk menyelidiki apa yang ada disana. Sedangkan kepala suku membawa dua orang bersamanya untuk menunggu Lin Tian di depan jembatan. Dia juga memerintahkan bagi sukunya yang di jembatan lain untuk selalu memperhatikan kejadian aneh di masing-masing tempat mereka.
"Kepala suku? apakah benar kaisar langit yang baru turun ke neraka?" tanya suku batu yang ikut dengan kepala suku itu.
"Iya! ini juga ulah kedua orang bodoh itu, aduh! semoga kaisar baik-baik saja" jawab kepala suku dengan cema. Dia melihat ke bawah jembatan tapi jelas tidak ada yang bisa dia lihat karena semuanya di tutupi oleh kabut yang sangat tebal.
......................
Di tempat lain, ada dua sosok yang mana satunya berbentuk manusia yang lainnya adalah kucing putih kecil, keduanya seperti terbaring lemah di tempat itu dengan wajah yang sangat bahagia.
__ADS_1
"Hm? kenapa aku merasa ada yang sedang mengutukku?" fikir Bai kecil saat berbaring di sebuah tempat sekitar ibukota alam bawah, di sampingnya terlihat ada Lin Guang yang tidak bisa berdiri lagi karena terlalu banyak minum.
Keduanya jelas berpesta disana setelah Bai kecil mencuri banyak anggur dan barang yang tidak terlalu berharga dari para jenderal tua dan tetua dari berbagai alam yang ikut membantu di alam bawah sebelumnya.
"Saudaraku, kenapa kamu bangun? ayo minum lagi, haa... Anggur yang enak!" ucap Lin Guang sambil mengangkat botol anggur ke langit.
"Iya, aku juga ingin minum lagi" balas Bai kecil yang juga ikut mengangkat botolnya lalu meminum anggur itu dengan terlihat bahagia.
......................
Di alam kehancuran...
"Kakak semua, apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Sheng Chu'er yang baru saja muncul di taman tempat dua wanita lainnya berkumpul.
Terlihat kedua wanita duduk disana sedang memikirkan sesuatu yang sangat serius, saat kedatangan Sheng Chu'er pun mereka berdua tidak memperhatikannya karena terlalu asyik dalam fikiran mereka masing-masing.
Mendengar ucapan dari Lan jingyi tiba-tiba entah kenapa dia merasakan kedua wanita ini terlihat begitu serius memikirkan untuk mempunyai anak, padahal selama suami mereka di rumah keduanya selalu mengorbankan dia untuk melayani suami mereka.
"Tumben sekali kakak-kakak memikirkan hal seperti itu? Apa ada sesuatu hal yang membuat kakak ingin mempunyai anak?" tanya Sheng Chu'er.
"Bukan begitu hanya..."
Mu Xuanyin terlihat menghela nafas berat, sebenarnya bukan masalah itu yang sedang dia fikirkan tapi prinsip dunia ini jauh berbeda dengan prinsip manusia biasa yang mana wanitanya tidak terlalu sulit mempunyai anak selama mereka masih di batas umur yang wajar dan juga subur untuk melakukan itu.
Berbeda dengan mereka di dunia kultivator atau seorang Dewi, dimana semakin kuat dan semakin tinggi kultivasi mereka maka untuk memiliki anak akan cukup sulit, dan juga jika mereka hamil maka kehamilan mereka berbeda dengan manusia biasa yang biasanya hanya sembilan bulan.
__ADS_1
Perbedaannya adalah semakin lama mereka mengandung anak mereka maka semakin tinggi kemungkinan untuk anak mereka akan memiliki kekuatan yang luar biasa dan mungkin untuk anak itu lebih baik daripada orang tua mereka.
Hal yang di takuti para wanita adalah jika mereka maju ke alam dewa penguasa tingkat tinggi atau menengah maka kemungkinan untuk memiliki anak akan sangat sulit, kecuali jika ada seseorang master alkimia memiliki semacam Pill yang luar biasa untuk mereka.
Baru-baru ini mereka bersama meminta nasehat kepada Bai Yu, karena Bai Yu adalah wanita yang sudah berkeluarga lebih lama dari mereka maka keduanya pun dengan mudah berbicara soal itu dengannya. Karena itu jugalah membuat Lan Jingyi dan Mu Xuanyin sedikit cemas, tentu bukan berarti Sheng Chu'er yang mendengar hal tersebut tidak cemas.
Dia merasa kalau kedua saudarinya ini melupakan siapa suami mereka, padahal suami mereka adalah seorang alkimia dan menurutnya selama ini juga suaminya pasti telah memikirkan hal itu hanya saja mungkin belum waktunya bagi mereka mempunyai anak.
"Kakak semua, apa kalian tidak melupakan apa pekerjaan sampingan suami kita?" tanya Sheng Chu'er yang tidak berdaya melihat tingkah konyol kedua saudarinya itu.
"Hm...? apa itu?" tanya Mu Xuanyin dan Lan Jingyi.
"Kalian benar-benar lupa kalau suami kita adalah saint alkimia master tingkat tinggi?" ucap Sheng Chu'er agak kaget.
"Eh?"
Kedua wanita itu langsung sadar, dan mereka baru ingat siapa suami mereka. Pada akhirnya setelah mereka mengingat suami mereka juga ahli dalam membuat Pill hati gelisah dan juga bingung mereka terobati.
"Hm, dan juga kakak! mungkin suami sudah memiliki rencana soal itu hanya dia memiliki banyak hal yang harus dia lakukan, apalagi dia memiliki tanggung jawab yang besar di pundaknya sekarang, jadi..." Sheng Chu'er menghentikan kalimat yang akan dia ucapkan dan malah melihat kedua wanita di depannya itu.
Akhirnya kedua wanita itu menghela nafas berat, mereka akhirnya ingat kalau suami mereka bukanlah untuk mereka saja sekarang. Suami mereka mempunyai tanggung jawab yang besar bagi seluruh alam langit dan bahkan dunia yang ada, akhirnya mereka melupakan masalah itu sampai saat semua masalah selesai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...