
Di Dunia dewa, sekte langit...
Terlihat semuanya masih tenang-tenang saja dan suasana sekte langit juga masih meriah sama seperti negeri langit. Bing Yang, semua keluarga angkat Lin Tian terlihat berpesta mendengar Lin Tian dan Bai kecil masih hidup.
"Saudaraku, sekarang apakah bocah itu masih di hukum oleh Mu Xuanyin?" tanya Bing Yang kepada Lin Hou.
"Begitulah, terakhir kami kesana dia masih di gantung oleh istrinya. Termasuk Bai kecil yang kesal dengan pernikahan Bai Ying" jawab Lin Hou sambil mencoba menikmati anggurnya.
"Itu salah mereka, sudah jelas masih hidup malah pergi bersenang-senang selama sepuluh tahun ini. Padahal semua orang khawatir dengan keadaan mereka" ucap Lin Qi'er ibu angkat Lin Tian.
"Heheh, sudah mari angkat anggur lagi. Satu bulan penuh kita pesta" teriak Bing Yang.
"Yoooo!".
Dalam keadaan itu, dunia dewa sudah mulai menampakkan perubahan. Seperti, terbukanya portal menunu ke dunia dewa bagi orang-orang yang sudah mencapai Budidaya yang telah di tetapkan. Dan begitu juga ke alam langit, tapi untuk naik ke alam langit benar-benar telah di perketat oleh Lan Jingyi, setelah mendapat persetujuan dari Lin Dong dan yang lainnya.
Lalu, sekarang di dunia dewa dan tiga dunia lainnya sudah ada penjaga setiap masing-masing portal yang bertugas menjaga dan menuntun orang-orang yang naik. Tentu hal ini membuat semua dunia setuju dan tidak keberatan dengan peraturan baru itu, di tambah Mu Xuanyin menetapkan aturan kalau kultivatortir di larang membunuh manusia biasa atau keluarga yang tidak pernah memiliki kekuatan. Mu Xuanyin juga mengutuk siapapun yang berani memeras bahkan memaksa manusia biasa tanpa budidaya sedikitpun untuk jadi budak.
Meskipun peraturan itu hanya untuk manusia biasa, tetap membuat semua orang setuju dan memuji sikap kedua permaisuri. Akibatnya, kedua permaisuri itu membuat semua orang mengagumi mereka berdua. Tidak hanya mereka berdua, dua lainnya juga memiliki julukan di mata semua orang. Seperti Sheng Chu'er yang di katakan Dewi kelembutan dan Ling Xu'er sebagai Dewi kasih sayang, sedangkan Mu Xuanyin Dewi bulan dan Lan jingyi sebagai Dewi ketegasan yang mana mereka adalah pedoman bagi semua wanita.
"Ayolah, semuanya kita pesta" teriak Bing Zhao dari dalam istana langit.
"Hahaha! ayo minum lagi" suara Naga kecil juga terdengar dari dalam istana. Lin Tian, Bai kecil dan Author yang mendengar itu sudah sangat kesal. Hati mereka terasa di cabik-cabik membayangkan betapa senangnya mereka bila masuk ke dalam istana.
"Sial! apakah kita akan terus disini? kakak, aku lapar sekali" ucap Bai kecil menatap Lin Tian.
__ADS_1
"Sial! pantatku gatal, Bai kecil ayo bantu aku garuk" ucap Author.
"Apa-apaan ini? apa kau fikir aku mau? Ha! jangan harap" jawab Bai kecil.
"Hei, tadi aku membantumu menggaruk pantatku bukan? ayolah saudaraku" ucap Author mencoba minta bantuan Bai kecil.
"Tch! tidak akan, aku sangat lapar" ucap Bai kecil sedih.
"Diam lah! aku juga lapar sekarang, bisa tidak kalian diam dulu jangan buat aku marah" ucap Lin Dong kesal akhirnya.
"Hu!".
Setelah berselang cukup lama matahari untuk kesekian kalinya terbenam di negeri langit. tiga Sosok wanita cantik tiba-tiba berjalan mendekati Lin Tian dan dua sang berandalan, ketiga wanita itu terlihat membawa beberapa makanan yang membuat mata ketiganya langsung berkilau.
"Suami, kami datang mengunjungimu" ucap Sheng Chu'er dengan lembut menatap Lin Tian.
"Iya, kami tahu kalau kalian lapar jadi kami membawakannya untuk kamu" jawab Ling Xu'er dengan lembut.
"Ayolah, istriku yang cantik apakah itu juga untukku?" tanya Bai kecil menatapa Dewi bunga.
"Em! begitulah, Saudari Feng'er sedang sibuk di dalam jadi dia meminta aku untuk kesini" jawab Dewi bunga.
"Terima kasih" ucap Lin Tian dan Bai kecil terharu.
Lalu keduanya di suapin oleh istri-istri mereka di bawah mata sedih Author. Dia tidak menyangka meskipun novel LKL yang dia buat telah tamat tapi hidupnya masih saja menyedihkan.
__ADS_1
"Sial! kenapa kalian dapat sedangkan aku tidak?".
"Ayolah, kami memiliki wanita di sisi kami berbeda denganmu yang jomblo sudah beberapa tahun." jawab Bai kecil meledek Author.
"Bukan aku ingin menjomblo tapi hatiku sulit untuk melupakannya, walaupun mungkin juga hal lain yang membuatku seperti ini karena kebodohanmu juga" ucap Author yang sesungguhnya.
"Apa kamu ingin menyerah?" tanya Lin Tian.
"Menyerah? beberapa kali aku coba tapi hatiku tidak mau menyerah. Seorang pria sejati tidak akan pernah mudah untuk melupakan nama yang telah tertanam di hatinya" jawab Author.
"Kalau begitu apakah kamu pernah berniat mencari yang lain?". √tanya Ling Xu'er.
"Iya, bukankah sebaiknya kamu mencari yang lain agar kamu tidak seperti ini lagi." tambah Sheng Chu'er. Lin Tian, Bai kecil dan Dewi bunga setuju dengan ucapan Sheng Chu'er.
"Haaa... Cinta itu bukan untuk di berikan semudah itu kepada orang lain, di dunia yang seperti sekarang tidak mudah untuk menemukan orang yang benar-benar tulus dengan kita. Apalagi dimana uang yang sangat berarti sekarang..."
"HM...".
"Tapi tidak masalah, aku juga tidak keberatan. Lebih baik aku mencintai daripada aku mencari tapi tidak mencintai". Ucap author sambil tersenyum memandang langit.
"Yah, Hidup adalah pilihan mu dan kami Akan mendukung semua yang kamu pilih. Hidup tanpa tantangan pasti akan sangat membosankan, jadi carilah sesuatu yang benar-benar bisa membuatmu tertantang, teman..." ucap Bai kecil.
"Benar, hidup tanpa tantangan hanya akan membuat dunia terasa hampa".
......................
__ADS_1
"Maaf cuman chapter tambahan🙇🙇🙇🙇"