
"Bunuh!"
Semua pasukan itu serta para jenderal dan juga Mu Jing'er langsung masuk ke dalam lubang hitam di langit, dan setelah itu di alam bawah hanya tersisa beberapa orang yang menjaid penjaga alam bawah untuk sementara waktu.
Di dalam ruang itu, Bai kecil memimpin di depan dan di ikuti oleh jenderal muda serta beberapa tetua dan jenderal lainnya yang memimpin pasukan alam mereka sebelumnya untuk membantu alam bawah.
"Ehem! setelah sampai kita akan berbagi tugas, biarkan aku yang melawan si dewa laut darah itu dan yang lainnya aku serahkan kepada kalian" ucap Bai kecil.
"Apa kita tidak membantu alam lain dulu? jika kita membantu mereka maka pasukan kita akan bertambah dan peluang menang kita akan lebih besar" ucap Jenderal wanita muda keluarga Zao.
"Gadis kecil, kamu tidak mengerti apa yang aku katakan sebelumnya? jika kita membantu mereka maka kita malah menghilangkan kesempatan untuk menghancurkan musuh utama di negeri langit, dan juga tujuan utama mereka sekarang adalah istana langit! jangan biarkan satu orang pun masuk kesana kecuali kakakku!" ucap Bai kecil, dia mengeluarkan aura membunuhnya yang luar biasa.
Bagi dia hanya kakaknya yang pantas untuk menjadi kaisar langit, dan tidak ada siapapun kecuali dia yang pantas bahkan jika itu adalah kaisar langit yang dulupun sekalipun akan dia paksa untuk tunduk dan turun tahta.
Melihat wajah serius Bai kecil membuat semua orang di belakangnya juga serius, mereka telah setia kepada Lin Tian tentu mereka tidak bisa membiarkan orang lain untuk masuk ke dalam istana langit.
"Dengarkan perintahku, bunuh semua musuhmu dan jangan beri ampun!" ucap Bai kecil melihat cahaya di depannya.
"Bunuh semua musuh!" teriak yang lain di belakang secara serentak.
Di negeri langit, pasukan utama dari dewa laut darau telah muncul dan menyerang pasukan dari tiga jenderal alam langit. Meskipun mereka telah berusaha untuk mengurangi kelelahan dan korban disisi mereka tetap saja pasukan negeri langit masih kalah dengan pasukan dewa laut darah.
"Sial!" teriak Jenderal Bei yang melihat situasi mereka yang tidak menguntungkan sekarang.
__ADS_1
Disisi lainnya ada dua jenderal yang masih terdiam dan menatap serius ke arah pertempuran di luar ibukota negeri langit, mereka telah berusaha keras untuk mencoba mempertahankan ibukota sejak pertempuran terjadi sampai sekarang.
Tapi mereka benar-benar salah perhitungan setelah melihat kedatangan pasukan utama dewa laut darah, itu karena bukan hanya ada pasukan dia saja yang datang tapi pasukan dari sisi kelompok dewa penghancur yang terdiri dari monster darah dan monster darah raksasa yang bahkan di antara dari mereka bisa bertempur di udara dengan sangat baik.
"Apa yang harus kita lakukan jenderal Zao?" ucap jenderal Nan dengan serius bertanya kepada jenderal Zao.
Jenderal Zao tidak berbicara, dia menatap pasukan yang masih bertempur di luar gerbang itu meskipun mereka tidak bertempur di garis depan tapi dia mengerti kalau mereka masih terus begini maka mereka akan kalah.
"Sabar, kita hanya perlu sabar!" jawab jenderal Zao setelah cukup lama diam.
Kedua jenderal yang mendengar hal itu terdiam, mereka tidak mengerti kenapa jawaban dari jenderal Zao masih sama seperti sebelumnya yaitu sabar. Tapi karena tidak da pilihan mereka memang harus bersabar untuk mencari waktu yang tepat untuk melawan.
"Huf.. andai pasukan rahasia alam langit masih ada, maka ini semua akan lebih mudah" ucap Jenderal Bei menghela nafas berat.
"Meskipun mereka ada tapi mereka tidak akan pernah mau menerima perintah kita, bahkan dulu pun kaisar langit tidak bisa mengendalikan mereka sepenuhnya" ucap jenderal Zao.
Pasukan itu hanya akan muncul di saat alam langit benar-benar dalam bahaya dan kaisar langit dalam keadaan sulit, jika itu untuk pertempuran antar alam atau peperangan antar kerajaan di negeri langit sekalipun mereka tidak akan pernah ikut campur.
Karena pernah sekali kaisar langit menanyakan masalah itu kepada mereka jawaban mereka benar-benar membuat jenderal Zao dan kaisar langit terkejut, 'Itu takdir mereka untuk hancur, karena kadang dari kehancuranlah semua berawal! mereka harus merasakan apa itu rasa sakit dulu barulah mereka dapat melangkah lebih jauh dan tanpa rasa sakit mereka tidak akan pernah tahu betapa kejamnya dunia dimana mereka tinggali ini'.
Kata-kata itu benar-benar tidak pernah di lupakan oleh jenderal Zao sampai sekarang, meskipin saat itu dia setuju dengan perkataan pemimpin pasukan rahasia tapi hatinya masih tetap merasakan sakit karena menurutnya jika mereka bisa membantu maka apa salahnya jika tidak membantu.
Hanya karena pemimpin itu berbicara kaisar langit pun akhirnya diam dan tidak membantu kerajaan yang sedang dalam perselisihan itu, membuat salah satu kerajaan hancur dan kerajaan yang menang itupun malah di hancurkan lagi oleh kerajaan yang lainnya saat mereka dalam keadaan lemah.
__ADS_1
"Apa kalian masih tidak ingin menyerah?' tanya dewa laut darah yang sekarang berdiri di langit tidak jauh dari istana.
Terlihat dia memakai pakaian bergambar naga Phoenix yang menjadi ciri-ciri khas dari kelompok dewa penghancur, dan juga yang sekarang berdiri itu jelas adalah tubuh asli dari dewa laut darah.
"Aku akan mengalahkan mu!" teriak jenderal Bei yang ingin menyerang dewa laut darah tapi di hentikan oleh jenderal Zao.
"Kenapa?" tanya jenderal Bei dengan bingung melihat kalau dia di hentikan oleh jenderal Zao, bahkan jenderal Nan juga sedikit tidak mengerti dengan sikap jenderal Zao itu.
"Kita bukan lawannya, dan juga pasti akan ada seseorang yang akan melawannya" jawab jenderal Zao dengan tenang.
Mendengar ucapan jenderal Zao keduanya sedikit mengerutkan kening, siapa yang di maksud oleh jenderal Zao? dan kenapa mereka tidak boleh bertarung dengan dewa laut darah?.
"Jika kalian melawannya sekarang malah saat orang itu datang kalian akan di pukul sampai leluhur kalian tidak mengenali kalian" tambah jenderal Zao dengan serius.
"Ha?"
mereka berdua bahkan lebih tidak mengerti, siapa yang dapat melakukan hal itu kepada mereka? mereka adalah jenderal alam langit dan kekuatan mereka sama-sama kuatnya dengan dewa laut darah dan dewa kegelapan.
Jenderal Zao menghela nafas, jika keduamya tahu orang yang dia maksud adalah kaisar harimau mana mungkin keduanya akan bertindak kesal begitu karena dia tahu kalau keduanya juga pernah mengalami nasib menyedihkan di tangan kaisar langit dulunya sama sepertu dia.
"Ais, andai saja sebelumnya aku pergi ke alam kehancuran saat orang itu masih lemah maka setidaknya hidupku yang menyedihkan dulu sedikit terobati" ucap jenderla Zao di dalam hatinya yang agak mengeluh tentang kaisar harimau.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...