Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
277. Tulang Perak Pelahap


__ADS_3

Lin Tian kembali di pagi hari setelah dia selesai mengobrol dengan dewa takdir. Setelah dia kembali, dia hanya melihat para wanita masih duduk dengan keadaan yang persis sama saat sebelum Lin Tian pergi.


Semuanya tertunduk malu mendengar Omelan dari dua kakek Lin Tian yang terlihat masih marah dengan sikap para wanita itu.


"Hm? sepertinya mereka sudah sedikit sadara, tapi aku masih harus memperhatikan ibu dan juga nenek" fikir Lin Tian menatap dua wanita yang berdiri paling depan.


Lin Tian tahu kalau ibunya Bai Yu adalah pelaku utama dari semua yang terjadi disini. Karena bagaimanapun sifat Bai kecil pasti di turunkan langsung dari Bai Yu walau itu hanya sedikit dan juga setau dia ayahnya Bai kecil bukanlah orang yang suka anggur atau mabuk-mabuk seperti yang dilakukan Bai kecil.


"apa kamu sudah beristirahat dengan baik nak?" tanya Lin Sang saat melihat Lin Tian berjalan mendekatinya.


"Iya kakek, aku sudah beristirahat dengan baik" jawab Lin Tian dengan lembut.


"Anakku, ibu mengaku salah dan ibu janji tidak akan mengulanginya" ucap Bai Yu menatap Lin Tian dengan wajah sedih.


Lin Tian agak aneh saat melihat tatapan ibunya yang menyedihkan itu. Karena biasanya ibunya ini selalu bersikap dingin dan tegas di depan banyak orang dan dia pun jarang melihat sikap ibunya yang menyedihkan ini.


"Ibu.. ayah angkat pernah mengatakan kepadaku agar kamu tidak minum lagi! jika dia kembali dan kamu ketauan masih minum maka mungkin ayah angkat tidak akan kembali lagi" ucap Lin Tian dengan serius.


Seketika itu wajah Bai Yu langsung ketakutan dengan ucapan Lin Tian tersebut. Bagaimanapun dia adalah seorang wanita yang juga membutuhkan kasih sayang suaminya, dan jika suaminya vwnar-benar tidak akan kembali lagi setelah tahu sikapnya masih tidak berubah bisa-bisa suaminya itu pasti akan pergi lagi.


"Anakku, aku mohon jangan katakan kepada ayah angkatmu" ucap Bai Yu memohon kepada Lin Tian.


Lin Tian menghela nafas melihat Bai Yu dan yang lainnya, untuk sesaat dia diam dan terus melihat ke arah Mu Xuanyin yang masih tertunduk malu. Dia berfikir apakah Mu Xuanyin sudah mengetahui jati dirinya atau belum? apakah ingatan masa lalunya telah kembali?.


"Baiklah! kali ini kalian semua aku maafkan tapi tidak ada lain kali! jika sampai aku tidak segan untuk menggantung kalian seperti kalian menggantung para berandalan itu".

__ADS_1


Mendengar ucapan Lin Tian, semua wanita langsung mengangguk setuju dan mereka juga berjanji untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi tanpa seizin Lin Tian.


Setelah para wanita pergi tersisa Lin Sang dan Mu Chao yang bersama dengan Lin Tian masih duduk di meja halaman itu. Mereka terlihat saling mencicipi teh dan juga asyik mengobrol bersama.


"Cucuku, sekarang kamu adalah kaisar langit jadi kamu pasti akan segera pergi ke negeri langit bukan?".


Lin Sang menatap Lin Tian sambil menanyakan masalah alam kehancuran kepada dia. Karena Lin Tian akan kembali ke alam langit pasti dia harus mewarisi alam kehancuran kepada seseorang yang cocok dan juga dapat dia percayai.


"Sebenarnya aku memiliki rencana sendiri untuk alam kehancuran kakek" jawab Lin Tian santai.


Dia sudah memikirkan masalah alam kehancuran maupun alam bawah, dia akan memberikan roh dari alam kehancuran kepada Feng Yin lalu masalah alam bawah dia akan tetap membiarkan Lang kecil untuk menjaga dan mengawasi alam bawah.


Tentu saja alasan Lin Tian memilih Feng Yin itu karena dia adalah orang yang dapat Lin Tian percayai dan dia juga seorang wanita yang juga pernah merasakan apa rasanya hidup susah. Dengan begitu Feng Yin pasti akan melakukan tugasnya dengan baik disini, apalagi dia juga ikut bersama Mu Xuanyin dan Lan jingyi dalam mengurus urusan istana selama ini.


Lalu untuk alam bawah Lin Tian masih akan menyimpan dan akan memutuskan hal itu setelah dia benar-benar menemukan orang yang cocok menjadi penguasa alam bawah. Karena bagi makhluk hidup alam bawah sangatlah penting. Jadi, orang yang harus menjadi Penguasa alam bawah adalah orang-orang yang benar-benar jujur dan adil.


Lin Tian mengeluarkan sebuah kandang kecil berisi makhluk aneh yang tersegel di dalam kandang itu. Melihat makhluk aneh yang hanya tulang itu, membuat wajah Mu Chao dan Lin Sang menjadi serius.


"Nak! dimana kamu mendapatkan makhluk ini?" tanya Lin Sang serius.


"Di dalam istana langit" jawab Lin Tian.


"Kamu tidak bercanda?" tanya Mu Chao yang menatap Lin Tian dengan mata tajam dan juga serius.


"Kakek? kenapa kalian menatapku seperti itu? apa ada sesuatu yang aneh dengan makhluk ini?" tanya Lin Tian yang bingung dengan penampilan kedua kakeknya itu.

__ADS_1


"Bukan begitu, dulu ayahmu dan juga paman Mu Chen kamu itu pernah membawa makhluk seperti ini kepada kami. Saat dibawa oleh mereka, makhluk itu telah mati dan tidak bergerak lagi!" jawab Lin Sang.


"Apa? ayah dan paman pernah menemui makhluk seperti ini?".


Lin Tian kaget mendengar kalau ayah dan pamannya pernah membunuh makhluk seperti ini. Dia sebelumnya bahkan tidak bisa membunuh makhluk aneh ini dengan kekuatan elennya jadi bagaimana ayahnya dapat membunuh makhluk aneh itu?.


"Iya! tapi bedanya dia masih memiliki daging dan hanya setengah tulang yang terlihat, walau begitu ada saat-saat ayahmu mengatakan terpaksa menghancurkan makhluk aneh ini dengan menelan dan memurnikannya di dalam dimensi melahap miliknya saat itu" jelas Lin Sang kepada Lin Tian.


Sama dengan Lin Tian, ayahnya Lin Dong pernah mencoba untuk membunuh makhluk dengan tulang perak ini. Tapi, semua itu gagal dan dia terpaksa menelan makhluk aneh itu ke dalam dimensi melahapnya sambil perlahan melahap seluruh energi yang dimiliki oleh makhluk itu sebelum akhirnya makhluk tulang aneh menjadi debu.


Lin Tian yang mendengar cara ayahnya untuk membunuh makhluk ini kaget, ternyata ada beberapa golongan dari perwujudan makhlu tulang tersebut. Karena Lin Tian juga mempunyai elemen melahap jadi dia langsung mencoba hal yang sama dilakukan oleh ayahnya.


Memang benar kalau energi dari makhluk tulang itu terhisap oleh elemen melahapnya tapi itu benar-benar sangat lama bahkan sudah beberapa menit belum satu persen dari energi itu dapat dia lahap.


"Apakah kamu tahu nama makhluk ini?".


"Aku tidak tahu kakek" jawab Lin Tian.


"Ayahmu memberi nama monster Tulang perak pelahap! karena warna tulang makhluk ini serta kekuatannya yang suka melahap hidup serta energi orang lain" jawab Lin Sang serius.


"Kakek? apakah aku bisa menemui paman Mu Chen untuk membahas ini?" tanya Lin Tian.


"Lupakan! Pamanmu adalah orang aneh lebih baik kamu tidak menanyakan hal ini kepada dia. Lebih baik kamu buka segel alam langit dan pergi tanya ayahmu!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2