
"Kamu setidaknya harus melupakan dia, karena dia juga tidak ingin melihat kamu yang sekarang di penuhi dengan rasa bersalah atas kematiannya" ucap Bai Wutian lalu menghilang tanpa menungguk jawaban dari naga kecil.
Naga kecil terdiam, dia memandang ke arah Bai Wutian menghilang tapi tidak ada senyum di wajahnya setelah mendengar ucapan dari Bai Wutian.
"Bukan aku tidak mau melupakannya, tapi dia benar-benar sangat berarti untukku! tapi apa yang kamu katakan benar, sekarang aku memiliki wanita yang memiliki sifat hampir mirip dengan dia jadi aku tidak akan lagi mengecewakan dia mulai sekarang, mungkin ini yang terbaik untuknya" ucap naga kecil pelan setelah merenungkan ucapan Bai Wutian.
Mungkin memang harusnya dia mulai melupakan wanita masa lalunya, tapi dia juga tahu betapa sulit melupakannya hanya sejak dia bersama Lin Tian dan Bai kecil dia agak melupakan masa lalunya tersebut.
Lalu saat Lin Niao muncul memberi perhatian yang lebih kepadanya menyebabkan dia merasakan sekali lagi rasa di cintai, tapi saat dia memikirkan bagaimana orang-orang yang di dekatnya mati dulu membuat hatiha sangat sakit.
Hanya setelah Lin Niao memberi dia nasehat dia agak sadar, lalu setelah mendengar ucapan Bai Wutian barulau dia ingat sesuatu di masa lalu dimana wanita yang dia sayangi itu sedang sekarat.
"Jika kamu masih hidup dan aku telah mati, maka aku harap kamu melupakan aku! dan aku juga berharap jika ada wanita yang mencintaimu dengan perasaan yang tulus maka jagalah dia, dan tolong lupakan aku, dengan begitu maka aku bisa pergi dengan tenang" ucap sosok wanita yang sedang terbaring sekarat di pangkuan naga kecil saat itu.
"Aku..aku...!" wajah naga kecil penuh kesedihan saat itu, dia bahkan tidak dapat menjawab permintaan dari wanita cantik itu.
"Aku harap kamu melakukannya" ucap wanita tersebut untuk terakhir kalinya sebelum dia mati dengan menutup mata di depan naga kecil.
"Ahhhhhh!"
hari itu adalah hari yang menyedihkan bagi naga kecil, dan entah kenapa ada air mata jatuh tiba-tiba ke pipinya. Dia menghapus air matanya itu lalu dengan senyum di wajahnya berjanji di hatinya untuk melupakan dan memulai apa yang di inginkan oleh wanita yang dulu dia cintai itu.
"Aku harus kembali dan menemui dia" ucap naga kecil yang akan berbalik pergi, tapi tiba-tiba pangkahnya berhenti di tempat saat dia menginat sesuatu.
"Sial! aku lupa kalau mereka masih minum di istana, Ais! kenapa kakak belum kembali? aku benar-benar sial sekarang, apa aku harus kembali atau tidak?" fikir naga kecil setelah mempertimbangkan, benar dia ingin kembali tadi tapi dia baru ingat kalau banyak harimau betina yang sedang berkumpul di istana sekarang.
Jika dia kembali maka dia yakin Sembilan puluh sembilan koma sembilan persen hidupnya akan menyedihkan sampai Lin Tian kembali, saat memikirkan bagaimana para wanita itu menyiksanya membuat tubuhnya merinding.
"Sial! aku lebih baik tidak kembali dulu, tunggu kakak kembali baru beri wanita-wanita itu pelajaran" ucap naga kecil setelah memutuskan kemana dia akan pergi dulu.
__ADS_1
"Oh, paus yang cantik! aku merindukan mu" ucap naga kecil saat mengingat ada paus bertanduk yang dulu membawanya berkeliling lautan, dia ingin menemui paus itu untuk bersantai di punggungnya dan berlayar melewati laut di alam kehancuran.
Swishh...
Di lautan yang dalam ada seekor paus bertanduk sedang tidur berbaring di bebatuan yang menjadi tempat tinggalnya, tiba-tiba dia merasa seluruh tubuhnya merinding padahal dia tidak ada merasakan ada ancaman di sekitarnya.
"Sial! apa yang terjadi? apa aku kelaparan? tidak mungkin! aku baru saja makan sebelumnya, tapi iyasudah tidua saja" ucap paus itu kembali tidur lagi.
......................
"Jenderal Dong telah mati, tapi kenapa alam bawah belum terbuka?" tanya sosok misterius itu kepada para jenderalnya.
"Kami tidak tahu tuan" jawab mereka serentak.
orang misterius itupun diam, dia bisa merasakan kalau jenderal Dong benar-benar telah mati tapi dia tidak mengerti setelah lama menunggu tidak ada kabar kalau alam bawah telah di buka kembali.
"Tenang saja tuan, mereka akan segera bergerak" jawab jenderal wanita.
"Kalau begitu aku tidak perlu lagi menanyakan hal lain kepada kalian, dan sebaiknya jika orang itu memulai perang di negeri langit maka cobalah untuk sesedikitnya tidak ikut campur masalah mereka" perintah dari orang misterius itu.
"Baik tuan!" ucap para jenderal yang berlutut itu.
Akhirnya mereka bubar dan meninggalkan orang misterius itu sendirian disana, dia terlihat duduk dengan tenang tanpa sedikitpun bergerak untuk sementara tapi jika ada yang memperhatikan lebih dekat maka dia akan dapat melihat di belakang orang misterius itu ada sosok yang tidak terlihat berdiri kokoh menjaganya.
"Orang itu terlalu bodoh! jika dia bekerja sama denganku sebelumnya maka dia tidak akan mati seperti itu, tapi aku juga salah karena saat itu terlalu banyak berbicara kepadanya akhirnya membuat diriku sendiri kesulitan sekarang" desah orang misterius tersebut dengan agak tertekan.
"Tuan! apakah kamu membiarkan aku pergi untuk menyelesaikan masalahmu kesana?" tanya Sosok yang di belakang orang misterius itu.
"Tidak perlu! biarkan semua berjalan seperti sekarang, tugasmu adalah menemukan cara agar kita bisa turun ke dunia dewa secepatnya" jawab orang misterius dengna serius.
__ADS_1
"Baik tuan"
Sosok itu tidak lagi berbicara setelah tuannya menetapkan apa yang akan dia lakukan jadi setelah mendengarkan perintah sosok itupun menghilang dari sana.
"Aku harus secepatnya turun ke dunia dewa, hanya dengan begitu semua rencanaku akan berjalan dengan baik lagi" ucap orang misterius dengan tenang.
Hal yang tidak dia duga adalah setelah jenderal Dong mati, orang-orang itu tidak membuka langsung alam bawah yang membuat dia tidka bisa kesana untuk sekarang.
"Semoga saja tidak ada yang tahu soal mereka, jika mereka lepas maka ini akan menjadi lebih merepotkan daripada yang telah terjadi selama ini".
Orang misterius itupun akhirnya menghilang dari sana dengan perasan campur aduk dan penuh dengan keluhan.
......................
Di dunia dewa...
"Apakah semua masih baik-baik saja?" tanya Bing Yang kepada semua tetua yang ada di sekte langit.
"Masih, tapi sepertinya entah kenapa orang-orang ini akhir-akhir ini begitu agresif menunjukan diri mereka" ucap Lin Hao dengan serius.
"Iya, kita hanya harus berhati-hati sekarang dengan mereka. Dan Juga teruslah mencoba berkerjasama dengan dua kekaisaran dan sekte seni beladiri untuk masalah ini" ucap Bing Yang mengingatkan mereka semua dengan serius.
"Kami mengerti" jawab para tetua itu serentak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1