
Apa kau tahu? aku di paksa untuk masuk ke dalam sana oleh ibu dan ayahku, bukan hanya mereka saja, tapi seluruh tetua dan leluhur suku Bai memaksaku untuk masuk. Jadi karena itulah aku merasakan sakit yang amat sakit selama lima tahun itu, perasaan kesepian itu masih membekas di hatiku" ucap Bai kecil kesal bercampur juga sedih.
"Eh? memang apa yang telah kakak lakukan sampai seluruh suku memaksa kakak untuk masuk ke dalam sana?" tanya naga kecil kaget dengan ucapan Bai kecil. Bagaimana bisa seluruh suku Bai kecil memaksa keturunannya untuk masuk secara paksa ke tanah leluhur jika tidak ada kesalahan. Naga kecil berfikir kemungkinan Bai kecil telah membuat sesuatu kegaduhan yang heboh sehingga suku Bai menghukumnya.
"Ehem, itu.. Aku hanya mengintip Feng'er dan teman-temannya sedang mandi, lalu mencuri beberapa pakaian mereka. Dan aku ketahuan oleh salah satu temannya, meskipun aku berhasil kabur saat itu. Ayahku yang mendengar kejadian itu langsung menangkapku" jawab Bai kecil agak malu. Tapi jika dia mengingat betapa indahnya tubuh teman-teman Lin Feng'er saat mandi membuat hidungnya tiba-tiba berdarah dengan sendirinya.
"Mesum! kakak mungkin adalah raja mesum" fikir naga kecil tercengang dengan alasan Bai kecil di hukum.
"Sebenarnya bukan itu saja, aku mencuri beberapa harta dari leluhur di empat suku lainnya. Lalu aku juga menggantung beberapa tetua mereka yang menurutku tidak enak di pandang" ucap Bai kecil sambil menghapus darah di hidungnya.
"Ha? kakak menggantung tetua kakak sendiri?".
"Iya, aku bahkan menelanjangi mereka saat itu. Dan hanya membiarkan mereka memakai ****** ***** saat aku gantung di pintu rumah mereka masing-masing" jawab Bai kecil merasa bangga dengan prilakunya yang dulu.
"Halo? ternyata kakak sudah benar-benar jadi berandalan sejak dulu. Aku fikir itu hanya baru saat bersama kakak besar, pantas dia terlihat lebih berpengalaman daripada Bing Zhao dan yang lainnya." fikir Naga kecil dengan penuh kekaguman.
"Sudah lupakan, mari kita tunggu mereka dulu sebelum masuk" ucap Bai kecil bersandar di pintu.
"Hei kakak, apakah ada cara untuk membuat seorang wanita bahagia?" tanya naga kecil berbisik pelan kepada Bai kecil.
"Ho? apakah kamu akhirnya ingin mengakui perasaan mu kepada si kecil Niao?" tanya Bai kecil tersenyum.
__ADS_1
Naga kecil sedikit malu, dia akhirnya mulai menceritakan kalau dia memang tertarik dengan Lin Niao sejak mereka pertama kali bertemu. Entah kenapa dia merasa ada satu hubungan yang sangat dekat antara ia dan Lin Niao. Hal itu membuat dia sangat nyaman saat ada di samping wanita itu.
Bai kecil tersenyum, dia sudah sadar kalau baik Lin Niao dan naga kecil memiliki perasaan yang sama. Dan dia pun juga setuju dengan hubungan mereka, apalagi Lin Tian juga berharap keduanya bisa bersatu.
Bai kecil hanya memberi dia beberapa saran agar hubungan mereka bisa lebih baik dari yang sekarang. Dan naga kecil juga menerima semua saran dan nasehat Bai kecil. Tidak berselang lama, semua leluhur yang di tunggu Bai kecil akhirnya datang. dia tidak lagi menunda waktu dan masuk ke dalam tanah leluhur untuk memulai pelatihan disana.
Bai kecil berharap setelah nanti dia keluar bersama leluhur, dapat membantu perang besar yang akan segera terjadi itu. Meskipun mungkin akan banyak korban yang berjatuhan, tapi ia harus tetap berperang karena itu tidak hanya menyangkut kehidupan sukunya tapi seluruh makhluk yang ada di seluruh dunia dan dua alam.
......................
"Dimana ini? aku bisa melihat?" Lin Tian yang tidak sadar dimana dia sekarang tiba-tiba bisa melihat. Padahal dia sudah kehilangan kedua mata sebelumnya, wajah Lin Tian agak tidak karuan dan untuk sementara bingung dengan semua yang terjadi dengannya.
"Kamu akhirnya sadar" ucap mata biru yang muncul tepat di depan Lin Tian.
"Siapa kamu?". Lin Tian yang melihat mata biru itu tidak bisa untuk tidak bertanya.
"Aku adalah salah satu mata dari dewa kuno yang melindungi dan menciptakan manusia" jawab mata biru.
"Apakah kamu bagian dari tubuh dewa itu sendiri? atau sebuah roh?" tanya Lin Tian.
"Aku bagian tubuh dewa itu sendiri, tapi sekarang aku juga bisa di bilang anggota tubuh dari dewa yang berisi roh sendiri" jawab mata biru.
__ADS_1
Lin Tian mengerti kalau mata ini salah satu anggota tubuh dari dewa itu sendiri, kemungkinan dewa itu memberikan mata ini roh dan kecerdasan sendiri untuk melakukan sesuatu.
"Aku tidak bisa terlalu lama, aku akan langsung menceritakan semua yang terjadi dulu jauh dari zaman kuno yang pernah kamu lihat. Itu ada di saat hanya ada beberapa dewa kuno yang disebut pencipta" ucap mata biru.
Salah satu dewa kuno itu mulai menciptakan dunia manusia, elf, dan berbagai suku di dunia itu dulu. Semua adalah ciptaan dari dewa kuno itu sendiri, dan meskipun ada empat dewa kuno yang menjadi pencipta berbagai monster dan binatang suci. Mereka tidak pernah ikut campur masalah dunia saat itu, jadi kehidupan tetap begitu damai.
Lalu karena merasa kekuatannya sudah mulai tidak dibutuhkan lagi, dewa itu memisahkan dua matanya. Mata emas dan mata biru langit, keduanya adalah satu dan memiliki kekuatan yang sama. Ratusan juta tahun berlalu sejak kedua mata itu memiliki roh, mereka hidup damai bersama dengan tuan mereka sendiri. Jika tuan membutuhkan mereka, mereka akan datang dan menjadi mata untuk tuan.
Tapi, setelah berjuta-juta tahun berlalu, mata emas milik dewa itu sendiri, tiba-tiba memberontak. mata emas diam-diam menciptakan Suku meteor perak yang dapat mengisap energi makhluk lain khususnya makhluk hidup yang di ciptakan oleh tuannya sendiri. Lebih parahnya lagi, mata emas telah menelan semua dewa kuno yang tersisa saat itu dan hanya menyisakan tiga dewa kuno yang keberadaannya tidak pernah diketahui. Perang besar terjadi dengan kekalahan total makhluk hidup ciptaan tuan mata biru, akhirnya karena tidak tahan melihat kehancuran total itu, dewa membuat segel dan menyegel mata emas bersama mata biru sebagai penjaga segelnya.
Sedangkan tuan dari mata biru menghancurkan tubuhnya untuk memulai menciptakan kehidupan lain, karena itulah kehidupan zaman kuno muncul tapi sayangnya semua juga hancur berkat bantuan dari mata emas di dalam gelap yang tidak ingin ada orang yang lebih kuat darinya.
Semuanya di dengar oleh Lin Tian dengan baik, bahkan dia juga terkejut dengan ayahnya yang termasuk satu zaman dengan dewa kuno mata langit dan mata emas.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan? aku tidak mungkin bukan melawan dia?" ucap Lin Tian dengan suara agak berat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1