
Apa yang terjadi?" tanya Jenderal Dong setelah kembali ke tempatnya.
"Lihatlah tuan, ada yang aneh dengan tubuh ini." ucap bawahan yang berpakaian seperti ninja itu, menunjuk ke arah Mayat tuan muda alam angin yang terlihat berbeda dari sebelumnya.
Jenderal Dong memeriksa tuan muda alam angin itu, lalu dia tersenyum puas dengan hasil karyanya tersebut. Dengan percaya diri dia mengeluarkan sebuah token darah dari cincinnya lalu melepaskan semua ikatan rantai dari tubuh tuan muda kedua tersebut.
Dengan menyalurkam energi ke dalam token darah, mata dari tuan muda kedua tiba-tiba perlahan terbuka. Mata merah darah itu terus memandang jenderal Dong dalam diam bahkan tidak ada gerakan aneh sedikitpun setelah tuan muda kedua membuka matanya.
"Jenderal?" tanya bawahannya tersebut dengan bingung.
Jenderal Dong tidak menjawab dia mengangkat tokennya dan mengarahkam ke depan wajah tuan muda alam angin, perlahan energi merah darah masuk ke kening tuan muda kedua alam angin itu.
"Salam tuan" ucap tuan muda Alam angin berlutut di depan jenderal Dong setelah menerima seluruh energi merah darah dari dalam token tersebut.
"Bangunlah!" ucap jenderal Dong.
"Baik tuanku" jawab tuan muda kedua alam angin dengan suara datar tanpa sedikitpun ekspresi di wajahnya.
"Hahaha! bagus, sekarang bonekaku benar-benar telah sempurna" ucap jenderal Dong melihat kalau bonekanya sekarang telah bisa bergerak dan bahkam sangat patuh kepadanya.
Dengan kekuatan dari boneka ini, dia yakin bisa menguasai alam bawah sekarang karena meskipun dari luar boneka ini tidak memiliki kekuatan sedikitpun, tapi sebenarnya terdapat kekuatan luar biasa yang bahkan lebih kuat dari dia ada di dalam tubuh tuan muda kedua alam ngin itu.
"Perintahkan ke semua pasukan kita, kalau besok adalah hari dimana kita memulai perang dengan orang-orang kecil itu" ucap jenderal Dong.
"Baik tuan!" jawab Pria hitam itu, dengan cepat dia pergi dari ruangan tersebut untuk menyiapkan pertempuran besok.
__ADS_1
Jenderal Dong Melihar boneka yang terbuat dari tubuh tuan muda kedua itu dengan senyum, dia lalu memikirkan Lin Tian yang telah membunuh anaknya dan menggagalkan rencananya. Dia telah berjanji di dalam hatinya kalau dia berhasil mengalahkan Lin Tian maka dia tidak akan membunuhnya tapi dia akan membiarkan pria itu menjadi salah satu boneka dia selanjutnya.
"Kau akan merasakan betapa lebih menyenangkannya kematian dari pada tetap hidup!" ucap jenderal Dong dengan dingin, dia tidak akan pernah membiarkan bantuan dari seluruh alam yang ada sekarang di alam bawah hidup! dia pasti akan membuat mereka semua mati dengan sangat menyedihkan saat perang di mulai.
......................
"Aneh? kenapa tiba-tiba kabut darahnya semakin tebal dan terlihat bergerak?" fikir Hei Son yang berada di sisi jembatan timur.
Dia melihat perkembangan dalam beberapa hari setelah sebelumnya di perintahkan Lin Tian untuk terus memantau jembatan darah dari jauh, sekarang jembatan darah itu pun mulai meluas dan terlihat bergerak secara perlahan. Tentu saja Hei Son juga langsung mencoba untuk menghubungi kelompok yang dia atur di sisi tiga jembatan lain setelah melihat jembatan di depannya.
Dan laporang yang dia dapat dari kelompok lain bahkan lebih mengejutkan lagi, kabur darah disana tiba-tiba menghilang secara perlahan di tiga sisi tersebut bahkan jembatan yang terlihat seperti darah itu pun telah mulai kembali normal lagi.
Dengan mendengar seluruh informasi dari kelompoknya yang lain, tanpa fikir panjang lagi Hei Son segera meminta mereka untuk mundur kembali ke perbatasan timur. Dia harus segera melaporkan tentang pergerakan alam ini kepada Lin Tian karena dia yakin kalau badai akan segera muncul.
"Iya!" seluruh yang bersamanya menjawab dengan tegas, lalu mereka mulai mundur dengan langkah kegelapan yang membuat mereka bisa bergerak cepat dalam kegelapan.
Di sisi perbatasan timur terlihat penjagaan disana sudah sangat ketat tidak seperti sebelumnya, apalagi sekarang di tambah dengan bantuan dari alam lainnya membuat perbatasan timur semakin Kuat dan kokoh saat di lihat oleh Lin Tian sekarang.
Swish...
"Saudara Tian, sepertinya badai akan datang" ucap Hei Son yang tiba-tiba muncul di belakang Lin Tian.
"Ceritakan apa yang saudara Hei dapat" jawab Lin Tian dengan tenang, tentu Hei Son menceritakan apa yang dia dapat selama beberapa hari di depan jembatan darah.
Setelah Lin Tian mendengarnya sendiri, Lin Tian langsung tahu kalau jenderal Dong benar-benar berada di sisi lain dari jembatan darah itu. Sekarang dia yakin kalau kemungkinan tidak bisa keluarnya dia dari alam bawah itu karena jenderal Dong telah memblokir atau menyegel alam bawah, meskipun Lin Tian tidak tahu bagaimana dia melakukannya tapi tetap saja itu cukup luar biasa bagi jenderal Dong yang bukan penguasa dari alam bawah ini.
__ADS_1
"Persiapkan seluruh pasukan kita untuk menghadapi serangan dari jenderal Dong dan keluarganya" ucap Lin Tian serius.
"Baik, aku akan memerintahkan beberapa orang di sisiku untuk menyampaikan perintahmu saudara Lin" jawab Hei Son.
"Em! dan untuk saudara Hei, aku harap kelompokmu menjadi penyerang dal kegelapan saat perang terjadi dan ku harap juga pasukan mu untuk bisa menjaga atau melindungi sebanyaknya orang kita saat itu" perintah Lin Tian.
"Aku akan mencoba yang terbaik" jawab Hei Son yang mengerti arti dari perkataan Lin Tian itu, membiarkan alam kegelapan sebagai penyerang dalam gelap itu agar membiarkan mereka untuk mencoba mengurangi korban di sisi mereka.
Setelah itu Lin Tian langsung terbang menuju tembok perbatasan timur, dia berdiri di langit sambil terus menatap ke arah dimana jembatan darah itu berada, dan dalam beberapa jam semua pasukan dari tiga jenderal dan berbagai alam telah berada di perbatasan timur.
"Apa tidak masalah membiarkan tiga sisi perbatasan kosong?" tanya Zao Bi kepada Mu Jing'er yang ada di sampingnya itu.
"Tenang saja, sepupuku telah benar-benar merencanakan semuanya dengan baik dan jika dia mengatakan tidak masalah maka pasti tidak akan terjadi apa-apa disana" jawab Mu Jing'er dengan tenang.
Zao Bi akhirnya diam setelah mendengar jawaban dari Mu Jing'er, dia memandangi pria yang berdiri di langit itu dengan serius itu karena entah kenapa dia merasa pernah melihat aura yang mirip dengan Lin Tian itu di suatu tempat, aura yang di keluarkan Lin Tian itu bisa membuat orang lain tenang, percaya kepadanya dan juga merasa yakin kalau dia adalah pemimpin yang terbaik dari yang lain.
Lin Tian masih berdiri di langit sampai besok harinya, saat itu dari jauh Lin Tian melihat kabur darah telah mulai bergerak ke arahnya dengan cepat dan dengan mata kaisar dia melihat banyak pasukan baik itu dari keluarga Dong maupunonster darah bergerak ke arah perbatasan timur.
"Akhirnya mereka muncul" ucap Lin Tian menatap kabut darah itu dengan dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1