Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
87. Rencana Leluhur Roh


__ADS_3

Semua orang tentu mengikuti perintah Lan Jingyi, lalu mereka pun berangkat dengan Lan Jingyi memimpin mereka.


Di depan Lan Jingyi yang memimpin terus mengedarkan energi nya untuk memeriksa seluruh keadaan di sekitarnya agar mereka tidak di jebak seperti alam es.


"Sepertinya orang-orang kuat mereka berada di istana itu, dan kemungkinan jebakan terbesar ada disana!" fikir Lan Jingyi.


Swish....!


"Aku tidak peduli siapa mereka, jika mereka menganggu tujuan dari Lin Tian aku tidak segan membantai mereka meski mereka adalah anak atau pasukan dari penguasa terkuat sekalipun!" tegas Lan Jingyi.


Baginya Lin Tian sangat berarti dalam hatinya, bukan saja dia tapi seluruh orang-orang di alam kehancuran juga berfikir sama dengan dia.


......................


Di suatu tempat alam ketujuh...


BOOMM...


"Ugh!". seorang pria terlempar karena di pukuli oleh pria lainnya.


Mereka menggunakan token bergambar awan di pinggang masing-masing jelas kalau mereka berasal dari alam angin.


"Apa kamu fikir aku bodoh? apa kalian tahu setelah kalian menggunakan benda itu maka bukan hanya Sheng Chu'er kehilangan penglihatan nya untuk sementara tapi dia akan benar-benar kehilangan untuk selamanya!" ucap pria yang mana dia adalah tuan muda dari alam angin.


Mendengar hal itu orang-orang yang mengejar Sheng Chu'er serta yang memimpin sebelumnya kaget, ternyata mereka telah salah dalam menilai tuan muda mereka.


"Dan itu juga akan menaikan napsu wanita itu, lalu membuat dia dalam keadaan kebingungan atau lupa ingatan" ucap pria tersebut.


Efek itu tentu mereka tahu tapi apa maksudnya Sheng Chu'er akan kehilangan penglihatan selamanya? bukan kah wanita itu memang buta dan hanya karena roh matanya saja dia bisa melihat.


"Kalian tidak mengerti kan? itu karena roh mata nya telah di ambil dan di transfer langsung kesini!" jelas tuan muda itu sambil memperlihatkan sebuah kotak kaca.


Di dalam kotak kaca itu ada dua mata berwarna putih yang terlihat seperti roh, dan kedua mata itu terlihat hidup di dalam kotak kaca kecil itu.

__ADS_1


Melihat dua mata itu wajah semua orang dari alam angin kaget, mereka tidak pernah menyangka kalau tuan muda mereka akan benar-benar mencuri mata roh milik Sheng Chu'er dari alam kehidupan.


Jika alam kehidupan mengetahuinya maka akan ada perang yang jelas antara alam angin dan alam kehidupan saat itu juga.


"Untung kalian berhasil mengambil matanya sebelum dia jatuh, jika kalian juga gagal mengambilnya maka kalian sudah mati sekarang!" jelas Tuan muda itu dengan wajah marah menatap mereka semua.


"Ta...tapi untuk apa tuan muda mengambil mata Sheng Chu'er? bukan kah tuan muda menginginkan tubuhnya?" tanya salah satu dari mereka.


Tuan muda itu hanya tersenyum tentu dia menginginkan tubuh Sheng Chu'er, dia benar-benar menyukai wanita itu dan benar-benar gila ingin mencicipi tubuh Sheng Chu'er.


Tentu juga ada alasan lain nya yaitu mata takdir milik Sheng Chu'er, mata ini sangat lah special di alam kehidupan dan hanya ada dua orang yang memiliki mata seperti ini satu Dewi penguasa kehidupan dan Sheng Chu'er.


Dia telah memeriksa semua informasi tentang Sheng Chu'er, dan mata takdirnya ini benar-benar lebih baik dan lebih bagus dari mata kehidupan milik Dewi kehidupan.


Karena itu dia menginginkan mata serta Sheng Chu'er, sayang seperti nya apa yang dia harapkan tidak terjadi tapi tetap ria senang karena mata kehidupan sudah ada di tangannya.


"Tunggu aku beberapa hari, kali ini sebelum masuk ke istana warisan aku akan melakukan sesuatu dulu" ucap Tuan muda angin itu dengan senyum dingin.


"Jaga pintunya untukku, bunuh siapapun yang mencoba masuk" perintah Tuan muda angin dengan serius.


Semuanya mengangguk dan akan berjanji melaksanakan perintah dari tuan muda itu, setelah mengatur semuanya dia pun masuk ke dalam goa disana dan mulai menutup diri.


Semua orang di alam angin tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh tuan muda mereka, tapi mereka juga tidak berani untuk tidak patuh kepadanya.


Di dalam goa...


"Hahaha... meskipun wanita jalang itu mati dan aku tidak dapat mencicipi tubuh nya tapi itu tidak masalah, karena dengan mata ini aku bisa menjadi lebih kuat dari yang lain!" wajah senang tuan muda angin tidak dapat di sembunyikan.


Di dalam goa dia mengeluarkan sebuah botol kecil berisi darah berwarna aneh, dan auranya juga berbeda dari aura yang di miliki oleh dia sendiri.


Melihat botol itu dia tersenyum dan tanpa fikir dia pun menelan darah di botol tersebut dengan satu kali tegukan, dan dia mulai menutup matanya di dalam goa itu.


......................

__ADS_1


"Hm? aku tidak menyangka kalau ada yang berhasil menemukan tempat pembatas untuk masuk ke alam langit" ucap Leluhur segala roh merasakan sesuatu.


Dia menutup matanya lalu melihat jauh ke suatu tempat di dunia dewa, melihat sosok yang berada di depan penghalang besar tak terlihat itu wajah leluhur roh tersenyum.


"Dengan orang ini muncul maka akan ada beberapa perubahan di samping dia saat itu" fikir leluhur roh.


Dia diam untuk beberapa saat dan tidak bergerak bahkan tidak memperhatikan alam rahasia yang dia buka tersebut.


Dia melihat ke tempat jauh di dunia dewa tersebut dengan tenang, dia bisa menarik orang itu tapi hanya dapat menarik satu orang saja ke alam langit.


Dan konsekuensi dari hal itu adalah dia akan kehilangan energi roh nya untuk sementara waktu, dan butuh pulih mungkin dalam beberapa tahun.


"Siapa yang harus ku tarik?" ucap leluhur segala roh setelah memutuskan akan mengorbankan kekuatannya.


Dengan itu juga pintu putih sebelumnya akan tertutup dan tidak akan terlihat lagi oleh pemimpin Naga Phoenix tersebut.


Dan dia juga akan menghilang untuk sementara waktu, tapi itu bukan lah masalah baginya sekarang karena selama alam rahasia ini terbuka dia masih dapat mengawasi semuanya dengan aman.


"Dia saja, karena dia lah yang pertama untuk orang itu" ucap Leluhur Roh setelah benar-benar memutuskan.


Dia membentuk segel di tangannya, lalu di tempat yang jauh di dunia dewa dua sosok yang akan berbalik itu pun kaget dengan apa yang terjadi.


Tiba-tiba salah satu dari mereka seperti tersedot ke dalam lubang hitam dimana penghalang tak terlihat itu berada, awalnya mereka berdua berfikir kalau ini hanyalah batasan untuk menahan sesuatu hal di dalamnya.


Dan berniat kembali untuk melaporkan hal itu kepada yang lain tapi mereka berdua tidak menyangka kalau akan terjadi sesuatu seperti sekarang disini.


"Tidak...!" teriak salah satu sosok yang tidak tertarik ke dalam lubang hitam itu, wajahnya khawatir saat melihat sosok yang menghilang di telan oleh lubang hitam itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2