
"Cucuku tersayang, apa yang terjadi disini?" tanya Lin Sang dengan wajah heran melihat wanita-wanita yang berlutut di lantai dengan wajah malu itu.
Mu Chao dengan kebingungan juga ingin menanyakan hal sama dengan Lin Tian, tapi karena Lin Sang sudah berbicara maka dia hanya menatap Lin Tian menunggu jawaban menantunya itu.
Lin Tian menjelaskan kenapa wanita-wanita ini bisa berlutut di depan dia saat ini, awalnya Mu Chao dan Lin Sang masih terlihat tenang dan santai tapi setelah hampir ketengah penjelasan Lin Tian wajah mereka menjadi sangat jelek.
Bahkan dada Lin Sang sudah naik turun saat tahu kelakuan istrinya disini. Mu Chao bahkan lebih menghela nafas saat menatap dua adik kakak yang sekarang tertunduk malu itu.
Dia awalnya berfikir kalau sifat Mu Chen tidak akan diturunkan ke anak perempuan jadi dia tidak terlalu memperhatikan mereka berdua. Tapi kenyataan telah benar-benar membuat dia sadar kembali. Itu karena bagaimanapun perbedaan sifat anakn dengan orangtuanya, yang namanya sifat orang tua pasti akan tetap ada di dalam tubuh si anak walaupun hanya sedikit.
"Anak baik! bagus...!" ucap Mu Chao dengan senyum dingin.
Kedua gadis itu ketakutan saat melihat senyum Mu Chao. Mereka tahu kakek yang sangat mencintai dan menyayangi mereka sekarang telah sangat marah kepada mereka.
"Ada yang ingin kamu katakan lagi?" tanya Lin Sang kepada Ming Bi'er.
"Itu .... Tidak ada" jawab Ming Bi'er tahu kalau suaminya tidak akan melepaskan dia kali ini. Jadi, daripada menambah emosi suaminya lebih baik pasrah menerima keadaannya yang sekarang.
"Dan kalian juga! malam ini mari kita berbicara dengan baik-baik" ucap Lin Sang menatap wanita-wanita yang lain.
"Iya! cucuku mungkin tidak bisa memarahi kalian terlalu berat karena dia hampis di bilang muda. Jadi sekarang aku tahu kenapa cucuku memanggil kami kesini" tambah Mu Chao dengan suara dingin.
Dia tahu kalau Lin Tian tidak mungkin bisa terlalu keras kepada para wanita-wanita ini, karena bagaimanapun satu ada ibunya, nenek, dua sepupunya dan juga istri-istrinya. Meskipun dia bisa memarahi istrinya tapi lebih baik jika kakeknya yang turun tangan karena akan lebih memiliki efek terhadap mereka.
__ADS_1
"Cucuku, kamu istirahat dulu! serahkan mereka kepada kami berdua" ucap Lin Sang dengan lembut.
"Iya! kamu sudah sangat lelah karena masalah alam bawah di tambah dengan negeri langit. Jadi pergilah istirahat dulu".
Mu Chao juga berbicara karena dia tahu kalau Lin Tian baru saja selesai bertempur di negeri langit, meskipun dia menang tapi dia belum sepenuhnya menguasai negeri langit. Dan baik dia maupun Lin Sang tahu kalau hal yang paling sulit adalah saat pertemuan seluruh penguasa beberapa hari ke depan.
Karena itulah dia dan Lin Sang telah memutuskan akan pergi sendiri ke negeri langit, tentu juga ada dewa pedang dan Sheng Lien yang akan ikut kesana untuk bisa membantu mengurangi tekana pada Lin Tian.
"Baiklah kakek-kakek, aku akan pergi istirahat dulu" jawab Lin Tian tidak menolak, sebenarnya dia juga lelah karena belum ada istirahat dan dia berencana menghabiskan malam hari ini bersama istri-istrinya tapi...
"Huf..." Lin Tian menghela nafas sedih.
Menatap punggung Lin Tian yang agak sedih wajah para wanita disana merasa bersalah. Mereka tahu kalau pria muda yang terlihat tampan dan kuat ini juga memiliki keinginan di hatinya dan mereka juga tahu betapa besar tanggung jawab ada di pundak yang terlihat lembut itu.
Dia adalah wanita yang berhati lembut dan bisa di anggap di antara wanita Lin Tian, Sheng Chu'er memiliki perasaan yang lebih peka terhadap apa yang dia lihat. Satu itu karena dia memiliki roh kehidupan yang kuat dan yang lain adalah ini pertama kalinya dia melihat Lin Tian terlihat tidak berdaya sejak mereka bertemu.
Hal sama juga di rasakan oleh Mu Xuanyin dan Lan Jingyi, keduanya ingin mengatakan sesuatu tapi jelas mereka tidak bisa. Untung saja Sheng Chu'er sudah mengatakan hal yang ingin mereka katakan membuat mereka juga menatap Lin Tian dengan mata yang tulus dan penuh kasih sayang.
Lin Tian menghela nafas, dia benar-benar tidak tahan melihat Sheng Chu'er menangis seperti itu, apalagi dia tahu kalau Sheng Chu'er sudah cukup menderita selama ini. Jadi dia berbalik berjalan mendekati Sheng Chu'er, dia dengan lembut mengusap kepala wanita cantik itu sambil menghapus air matanya.
"Aku tidak pernah menyalahkanmu, aku tahu di antara yang lain kamu adalah yang paling lembut. Dan aku juga tidak bisa marah dengan Chu'erku yang lembut ini jadi jangan terlalu di fikirkan" ucap Lin Tian dengan lembut.
"Tapi..tapi.. aku" Sheng Chu'er masih sedih karena meskipun dia tahu Lin Tian mengatakan yang sebenarnya tapi hatinya tetap merasa bersalah.
__ADS_1
"Tidak masalah, jangan sedih lagi! untuk kalian berdua terima hukuman kalian dengan baik! dan jangan coba kabur-kabur lagi dariku" ucap Lin Tian menunjuk dua wanitanya yang lain.
"Ba..baik suami", Lan jingyi dan Mu Xuanyin hanya bisa dengan patuh menyetujui ucapan Lin Tian.
"Hm! itu bagus, kalau begitu aku akan tidur dulu. Selamat menerima hukuman" ucap Lin Tian melambaikan tangannya dengan tersenyum.
"Aaa..anakku"
"Cuucucku!"
Ming Bi'er dan Bai Yu merasa ingin mencari pertolongan Lin Tian tapi melihat Lin Tian pergi membuat mereka menjadi putus asa. Dan setelah Lin Tian pergi dua pria tua itu langsung dengan keras memarahi satu persatu dari mereka bahkan Sheng Chu'er yang tadi sedih menjadi pendiam tapi hatinya tetap masih bersalah.
Keduanya tahu di antara para wanita ini hanya Menantu kecil mereka yang sadar akan kesalahannya. Jadi, mereka tidak terlalu memarahi Sheng Chu'er malah sebaliknya mereka dengan keras memarahi dua wanita yang lebih tua yaitu Bai Yu dan Ming Bi'er.
Kedua wanita tua itu langsung malu dan tidak bisa berkata apa-apa, Mu Jing'er dan Adiknya merasa kalau setelah kakek mereka masih ada ibu mereka yang siap membuat mereka menerima kenyataan yang lebih pahit dari ini.
Tentu yang lebih beruntung adalah Mu Xuanyin, Lan jingyi, dan Sheng Chu'er karena mereka hanya akan di marahi oleh dua orang tua ini dan tidak akan ada lagi yang memarahi mereka setelah ini.
Lin Tian yang melihat dari jauh tersenyum dan dia tidak lagi memperhatikan keluarganya itu. Dia tiba-tiba mengeluarkan sebuah token dan merobek ruang, setelah itu masuk ke dalam ruang itu tanpa ada yang mengetahui kalau Lin Tian tidak lagi berada di istana kehancuran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...