
"Kerja bagus! terus lah seperti itu dan biarkan paviliun bunga mengumpulkan semua informasi yang ada" ucap pria yang duduk di aula dengan tersenyum.
Dia adalah Bing Yang, disana juga ada Lin Hao dan juga Lao Lu yang terlihat duduk serius di kiri dan kanan Bing Yang.
"Baik!" ucap sosok hitam yang sebelum nya menghancurkan sekte tingkat dua tersebut.
Setelah sosok itu pergi Bing Yang dan yang lain diam untuk sementara waktu, mereka terlihat tenang dan santai tapi jelas mereka memikirkan beberapa hal yang sulit.
"Aku tidak tahu apakah kelompok ini akan keluar?" ucap tetua kelima disana dengan serius.
"Jika mereka keluar maka itu akan memudahkan kita" ucap Tetua pertama lagi.
Yang lain juga megangguk setuju, sejak Lin Tian dan yang lain menghilang semua orang telah dengan cepat meningkatkan kekuatan mereka.
Bahkan orang-orang disana semua berada di alam dewa tingkat tinggi, dan lebih mengejutkan adalah Bing Yang dan juga Lin Hao yang berada di alam dewa ilahi sekarang.
Sedangkan Lao Lu juga berada di alam dewa tingkat tinggi dan seorang master array leluhur tingkat rendah tahap puncak.
Dengan kekuatan seperti itu sekte langit sudah hampir sama dengan dua kekaisaran dan sekte Senibeladiri, serta sekte es.
"Itu tidak benar! jika mereka begitu muda untuk di provokasi maka dari sebelumnya mereka sudah pasti akan keluar" ucap Bing Yang santai.
Semua orang disana langsung melihat ke arah Bing Yang dengan serius, saat mereka benar-benar memikirkan apa yang di katakan Bing Yang, mereka mengangguk setuju memang benar kalau orang-orang ini sangat lah terlalu sabar.
Jika mereka mudah di provokasi mungkin mereka sudah menunjukan dimana tempat persembunyian mereka berada, tapi bahkan setelah sekte langit telah melakukan tindakan untuk mulai menghancurkan beberapa bawahan mereka tidka ada sedikit pun gerakan.
"Mereka memang kuat, seperti yang pernah di katakan keponakan kecil dulu" ucap Lao Lu mengingat perkataan Lin Tian.
Mendengar perkataan Lao Lu semua orang terlihat sedih, kehilangan empat orang jenius mereka atau keluarga mereka secara langsung di depan mata mereka adalah hal yang sangat membuat hati mereka sakit.
__ADS_1
Apalagi ke empat pemuda itu dengan berani mengorbankan hidup mereka hanya untuk menyelamatkan mereka yang lemah dan juga orang-orang seperti mereka saja.
Itu juga pukulan cukup besar bagi Bing Yang bagaimana pun Bing Zhao anak kandungnya sendiri dan sejak itu Bing Yang terlihat sendiri kadang minum beberapa anggur di saat dia sedang sendiri.
Lin Hao juga terlihat sedih memikirkan anak nya yang tampan itu, bahkan sampai sekarang Lin qi'er tidak banyak berbicara dia hanya akak berbicara jika di perlukan apalagi matanya terlihat lebih tenang dari dulunya saat bersama Lin Tian.
"Tidak ada masalah, mereka adalah keluarga kita aku yakin mereka masih hidup sampai sekarang" ucap Bing Yang dengan penuh harapan menatap ke langit sekte langit.
Semua orang disana juga menganguk penuh harapan, mereka merindukan kenakalan anak-anak itu dan juga senyum dari ke empat pemuda tersebut.
"An'er! jika suatu saat kamu lelah kembali lah! ayah angkat mungkin tidak sekuat ayah mu atau dirimu, tapi yakin lah! selama kamu disini tidak akan ada yang bisa menyentuhmu" ucap Lin Hao dalam hatinya.
Dia tentu tahu kalau Lin Tian masih hidup dari informasi yang di berikan oleh Lin Dong padanya, tapi dia tidak mengatakan hal itu kepada yang lain hanya dia saja yang tahu bersama Bing Yang.
Karena menurut mereka berdua semakin banyak yang tahu mungkin semakin berbahaya hal yang akan terjadi kepada Lin Tian dan yang lainnya yang sudah jadi target dari kelompok itu di alam langit maupun di dunia dewa.
"Anak nakal! kembali lah, ayah mu tidak masalah kamu pergi sejauh apapun tapi kamu harus tetap kembali untuk melihat pria tua ini" ucap Bing Yang di dalam hatinya.
Sebagai orang tua dia tidak dapat berbuat apapun, malah anaknya lah yang melakukan yang terbaik untuk melindungi dunia ini bersama saudara-saudara nya.
Berapa besar tanggung jawab mereka itu? apakah selemah itu juga mereka semua sebagai orang tua? tidak! Bing Yang menekatkan hatinya untuk melakukan sebisa dia agar tidak tertinggal jauh dari anaknya sendiri.
Walau dia mungkin tahu dia tidak sebanding dengan anaknya tapi setidak nya dia tidak akan membuat anaknya sendiri malu dengan dia.
Di pondok dimana Lin qi'er tinggal...
Terlihat wanita cantik itu hanya duduk terdiam memandangi kursi di depannya penuh dengan kesedihan.
Saat dia memikirkan pria yang tersenyum kepadanya membuat hati Lin qi'er sakit, dan saat dia memikirkan kenangan bagaimana dia bisa bersama dengan anak nya dulu membuat Lin qi'er meneteskan air mata.
__ADS_1
"Ibu!!" ucap wanita cantik yang muncul di belakang nya.
Wanita itu sangat cantik tak kalah cantik dengan ibunya dia adalah Lin Jia Li yang sudah dewasa.
melihat air mata ibunya Lin Jia Li juga merasakan sakit di hatinya, sejak kakak nya tidak tahu keadaannya ibu yang dulu selalu tersenyum menjadi lebih pendiam dan juga lebih terlihat telah kehilangan salah satu sayap nya.
"Apa kamu telah selesai latihannya?" tanya Lin qi'er dengan lembut tapi suara nya agak serak.?
"Em! aku kembali untuk melihat ibu" ucap Lin Jia Li dengan lembut dan hatinya masih saja tetap sedih mendengar suara ibu nya itu.
"Ibu!" ucap Lin Jia Li memeluk ibunya dari belakang.
"Anak itu apa dia masih baik-baik saja? apa dia makan dengan baik? apakah dia merindukan kita?" ucap Lin qi'er sambil meneteskan air mata.
"Ibu! aku yakin kakak akan baik-baik saja, dia adalah pria yang kuat dan dia tak terkalahkan" ucap Lin Jia Li penuh keyakinan.
Dia yakin kalau kakak nya itu adalah pria yang kuat, dia yakin kalau kakaknya tidak akan melakukan sesuatu tanpa memikirkan ke depannya.
Walau pun dia sadar kalau memang kakak nya melakukan semua itu sudah di luar batas pemikiran orang lain, tapi dia tetap yakin apa yang di lakukan kakaknya itu pasti penuh dengan arti.
Seperti dulu waktu orang-orang marah kepada kakaknya akan kejam nya dia tapi dia percaya kalau kakaknya tidak melakukan itu hanya untuk pemuas semata.
Dan hal itu pun benar, kakaknya malah melindungi dunia dewa tanpa memikirkan resiko harus kehilangan hidupnya sendiri.
Pada akhirnya kakak dan empat saudara nya menunjukan kalau apa yang mereka fikirkan lebih dari apa yang orang lai fikirkan.
"Em! ibu berharap begitu, ibu ingin memeluk dia lagi" ucap Lin qi'er sedih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...