Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
319. Lin Tian bangun


__ADS_3

Saat Mu Xuanyin ingin mengatakan sesuatu, Lin Tian tiba-tiba sadar yang membuat ketiganya langsung kaget. Mu Xuanyin juga langsung membantu Lin Tian untuk duduk saat melihat Lin Tian berusaha untuk duduk.


"Suami apakah kamu baik-baik saja?" tanya Ling Xu'er dengan cemas.


"Aku baik-baik saja, hanya sekarang energi didalam tubuhku belum pulih" jawab Lin Tian yang melihat kalau tangannya masih pucat.


"Bagus kalau kamu baik-baik saja" ucap Mu Xuanyin yang melihat keadaan Lin Tian lebih baik dari yang dia fikirkan.


"Hm.. apa kamu sudah mengingat semuanya?" tanya Lin Tian memandang Mu Xuanyin.


"Em, semua ingatanku telah kembali. Dan baik diriku sebagai Dewi bulan dan Mu Xuanyin di dunia ini semuanya tetaplah aku, jadi kamu tidak perlu khawatir karena aku masih istrimu Mu Xuanyin" jelas Mu Xuanyin dengan lembut.


Lin Tian tersenyum memandang Mu Xuanyin, dia tidak khawatir akan ingatan Mu Xuanyin yang kembali sebagai Dewi bulan karena dia yakin meskipun ingatannya yang lama kembali tetap ingatan dia sebagai Mu Xuanyin akan ada. Dua ingatan itu pasti akan tetap ada di dalam kepala Mu Xuanyin. Mereka bertiga mengobrol lama untuk melepaskan rasa rindu masing-masing, terlebih Memang ketiga wanita juga benar-benar sangat merindukan Lin Tian sejak dia tidak sadarkan diri.


"He.. jadi sekarang kita bersama di sini, kenapa tidak kita bermain tiga dan satu?" tanya Lin tian menatap ketiganya sambil tersenyum.


"Eh? aku melupakan sesuatu, kakak kalian disini dulu" Sheng Chu'er langsung pergi keluar dari kamar meninggalkan Ling Xu'er dan Mu Xuanyin di dalam kamar dengan tatapan masih kaget.


"Aku..aku.. pergi dulu membantu Lan jingyi" Ling Xu'er juga terburu-buru menghilang dari pandangan Lin Tian dan Mu Xuanyin.


Melihat dua istrinya yang kabur ketakutan itu membuat Lin Tian tertawa puas. Semua wanita-wanitanya memang memiliki beberapa sifat lucu dan menarik yang membuat dia tidak terlalu bosan dengan hidup dia sekarang.


"Kamu terlalu buruk bukan?" Mu Xuanyin menatap Lin Tian dengan wajah agak merah karena bercampur kesal.


"Apa? kenapa aku salah? kalian bukannya istriku? jadi apa salahnya jika bersama?" Lin Tian yang tidak mau kalah berdebat dengan Mu Xuanyin yang semakin malu dan tidak bisa menjawab setiap ucapan yang dilontarkan Lin Tian kepadanya.

__ADS_1


"Kamu ini..." Mu Xuanyin kesal dan bersiap untuk pergi meninggalkan Lin Tian. Tapi saat dia akan berjalan tiba-tiba tangan Lin Tian menggenggam tangannya yang membuat dia sontak kaget.


"Kamu..kamu..!"


"Hei, apa? apakah istriku berfikir kalau aku belum sembuh? sebenarnya aku berbohong kepada kalian dengan menyembunyikan auraku". Lin Tian tiba-tiba berdiri turun dari kasurnya dan tiba-tiba wajah pucatnya kembali seperti normal.


Bahkan Saat Mu Xuanyin merasakan aura Lin Tian yang kuat membuat jantungnya berdetak lebih kencang. Bukan karena apa tapi karena Lin Tian telah menembus ke tingkat dimana dia bahkam dulu belum bisa menembus. Jangan katakan dia, bahkan delapan dewa sangat sulit untuk menembus ranah itu, tapi Lin Tian...


"Kamu! setengah dewa kaisar tingkat tinggi tahap awal? bagaimana bisa?".


"Jangan begitu kaget sayang" ucap Lin Tian memeluk lembut istrinya itu.


"Itu... kamu kenapa bisa secepat ini? apakah kamu mendapatkan keberuntungan saat disana?" tanya Mu Xuanyin.


"Keberuntungan? ini karena hidupku hampir dalam bahaya dan juga memang benar kalau ini berhubungan dengan tempat yang aku datangi juga." jawab Lin Tian setelah memikirkan beberapa alasan kenapa kekuatan yang ia miliki meningkat lebih dari yang ia bayangkan.


"Aku merindukanmu" ucap Lin Tian mendekatkan bibirnya ke bibir Mu Xuanyin dan langsung melahap bibir Mu Xuanyin yang manis itu.


"UMM...!" Mu Xuanyin untuk sementara kaget tapi setelah beberapa saat dia membalas ciuman Lin Tian itu.


"Hei.. bagaimana jika kita membuat anak sekarang?" tanya Lin Tian kepada Mu Xuanyin.


"Kita sudah punya anak bukan? juga sekarang keadaan alam langit dan dunia masih dalam bahaya." jawab Mu Xuanyin membuat Lin Tian kembali sadar kalau dunia yang dia tempati sekarang masih dalam keadaan bahaya.


"Huf.. kalau begitu mari kita fikirkan itu nanti tapi untuk sekarang mari lakukan hubungan suami istri dengan baik".

__ADS_1


Lin Tian tiba-tiba tersenyum melihat ke arah luar pintu kamarnya, dengan gerakan tangan Lin Tian pintu terbuka dan dua sosok yang tadi buru-buru kabur kembali kehadapan Lin Tian dengan wajah cemas.


"Kalian ingin lari? tidak untuk sekarang! aku ingin merasakan bagaimana jika kita bermain bersama" ucap Lin Tian membuat Mu Xuanyin juga ikut kaget dan malu. ketiga wanita ingin kabur dari cengkraman Lin Tian, tapi sayangnya mereka telah lupa kalau Lin Tian tidak akan melepaskan mereka lagi.


"Apa kalian fikir bisa lari? terlebih Kamu Xuanyin sayang, kamu telah kabur dengan Jingyi terus menerus saat kita di alam kehancuran jadi sekarang tidak ada tempat untuk kabur" ucap Lin Tian membuat Mu Xuanyin cemas.


Lin Tian langsung mengunci Meridian mereka membuat ketiganya tidak memiliki kekuatan unuk menolak. Langsung ketiganya jatuh kedalam tempat tidur bersama Lin Tian saat itu.


"Ah! suami maafkan aku, aku tidak akan kabur lagi" ucap Mu Xuanyin sambil berteriak ketakutan.


"Suami, hentikan! kami bisa melayaniku satu persatu tapi tidak seperti ini" ucap Ling Xu'er mencoba menghentikan Lin Tian yang tampak menakutkan sekarang bagi ketiga wanita itu.


"Sayang sekali tidak untuk kali ini, tch! Jingi tidak disini, kalau dia disini pasti akan lebih meriah" ucap Lin Tian.


"Su..suami bagaimana jika kami mengizinkan mu menambah istri lagi tapi kita berhenti disini. Bagaimana?" Mu Xuanyin mencoba menggoda Lin Tian agar tidaj melanjutkan apa yang dia inginkan.


"Tidak! tidak ada kata untuk menambah istri lagi. Sudah cukup bagiku kalian semua dan aku sudah katakan kalau Chu'er yang terakhir. Jangan mencoba membuatku marah" jawab Lin Tian dengan tegas dan memandang ketiga wanita itu dengan marah.


Melihat suami mereka marah dengan ucapan Mu Xuanyin, Ling Xu'er dan Sheng Chu'er menundukan kepala. Mu Xuanyin juga malu dengan ucapan dia tadi, dia harusnya lebih mengerti sifat Lin Tian yang sekarang lebih tegas dari sebelumnya. Apalagi sejak dia memiliki kekuatan menjadi Penguasa dia tidak akan terlalu peduli lagi dengan wanita lain.


Karena Lin Tian juga mengerti wanita-wanita yang datang kepadanya hanya melihat status bukan karena cinta. Berbeda dengan empat wanita yang sekarang bersamanya sejak dia masih lemah dan tidak memiliki kekuasan seperti sekarang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2