
Tapi Lin Tian tahu kalau makhluk ini tidak akan berbicara semuanya dengan jujur jadi dia langsung memotong sisa tangan monster bermata satu.
"Ah! manusia aku akan membunuh mu" teriak monster bermata satu dengan marah.
Dia marah karena semua tangannya telah di potong oleh Lin Tian dan dia juga di ikat oleh Lin Tian tak bisa kabur, andai dia bisa masuk ke dalam goa maka dia pasti bisa kabur dari Lin Tian.
"Diam lah!" ucap Lin Tian.
Lalu Lin Tian perlahan meletakan tangan nya di kepala monster itu dengan tenang, dia menutup matanya sambil mulai mengaktifkan teknik pembaca fikiran.
Perlahan semua fikiran dari monster itu mulai di baca oleh Lin Tian, Lin Tian berhasil melihat masa lalu dari monster itu juga.
Ternyata monster ini adalah manusia yang telah berubah, dia melihat kalau semua ini ternyata hasil dari orang-orang misterius itu juga.
Dan semua ini di rencanakan agar mereka bisa membuat pasukan yang kuat, dan juga setia serta tak takut mati.
Bisa di bilang mereka ingin membuat pasukan yang tak memiliki hati yang hanya patuh kepada perintah mereka saja, tentu itu sama dengan apa yang terjadi di alam kehancuran saat Lin Tian melawan dewa kehancuran.
Ini membuat Lin Tian marah dia juga melihat kalau sebelumnya orang-orang misterius itu juga datang kesini dengan membawa beberapa pemuda dan mereka memberikan nya sebagai makanan untuk monster ini.
Monster bermata satu ini masih berada di alam dewa surgawi tingkat rendah jadi karena itulah Lin Tian dapat dengan mudah mengalahkannya.
"Sungguh orang-orang kejam, jadi mereka ingin menjadikan beberapa jenius menjadi monster dan yang lemah menjadi makanan" ucap Lin Tian dengan marah setelah selesai membaca semua ingatan monster itu.
RAAARRRRRR...
"Manusia kamu akan mati" ucap monster bermata satu merasa kesakitan setelah Lin Tian menggunakan teknik pembaca ingatan padanya.
"Mati saja" ucap Lin Tian mengayunkan pedang nya ke arha kepala monster itu.
Kepala monster tersebut lepas dan monster itu pun mati seketika disana, Lin taun membakar mayat monster tersebut menjadi abu agar tidak hidup lagi karena dia tahu monster ini akan hidup jika selama tubuh nya masih ada.
Dengan mengisap energi kematian dia akan hidup lalu pulih kembali ke bentuk awalnya, karena itu Lin Tian membakar tubuh monster ini menjadi abu.
Lin Tian melihat ke arah goa dia masuk kesana dan sepanjang goa dia melihat beberapa pemuda dari alam lain yang masuk ke alam elemen terkapar tidak sadarkan diri di dalam.
__ADS_1
Dan ada sebagian yang sudah menjadi tulang kemungkinan baru saja di makan oleh monster bermata satu itu.
Lin Tian tidak bisa melakukan sesuatu kepada semua orang yang pingsan itu, jadi dia mengelyarkan sesuatu di saku mereka dan dengan energi nya....
Lin Tian langsung menghancurkan token mereka, semua orang yang ada sepuluh orang itu pun langsung menghilang keluar dari alam rahasia itu.
"Ini yang terbaik, nenek pasti bisa membantu mereka" ucap Lin Tian setelah memikirkan nya dengan serius.
Dia tidak akan bisa mengeluarkan dengan paksa energi kematian yang telah menyelimuti orang-orang itu lebih baik dia serahkan kepada nenek yang seorang dewa penguasa di luar.
Lin Tian melihat ada buku kuno di atas batu, dia melihat isinya dan marah tanpa fikir dia pun membakar buku itu menjadi abu.
"Hal seperti ini tidak pantas ada" ucap Lin Tian dengan nada dingin.
Setelah itu dia menghancurkan seluruh goa tersebut sebelum terbang pergi meninggalkan tebing kematian itu.
"Orang-orang itu membuat masalah dimana-mana, jika aku menemukan satu maka akan ku bunuh satu jika aku menemukan sepuluh maka akan ku bunuh sepuluh" ucap Lin Tian.
Lalu dia bergegas ke alam ketiga, karena dia juga mengkhawatirkan orang-orang dari alam kehidupan, es, elemen, pedang serta kehancuran.
Dia tanpa menunda langsung menembus pintu ketiga dan masuk ke alam ketiga dengan sangat cepat.
Dia langsung mencari pintu ke empat karena dia yakin sudah hampir sebulan dia di dalam alam kedua dan kemungkinan seluruh generasi kuat pasti sudah masuk ke alam kelima atau ke enam.
Jadi dia tidak menunda waktu di alam ketiga dan mencari pintu alam ke empat, tapi sepanjang jalan dia masih tetap menyerap energi di alam ketiga itu karena sangat berguna bagi dirinya.
Sedangkan Naga kecil masih di dalam kantong binatang menghibur kucing api yang masih sedih akan kehilangan orang tuanya.
......................
Swish...
"Eh?" beberapa dewa penguasa kaget melihat sepuluh sosok yang keluar dalam keadaan tidak sadar.
Bai kecil yang terlihat masih santai langsung muncul di tempat kesepuluh orang itu jatuh, dan dia merasakan kalau energi kematian telah menyelimuti pemuda-pemuda di depan nya itu.
__ADS_1
"Ini...!" Long Aotian terlihat aneh melihat semua orang disana.
Bai kecil melihat sesuatu yang tergantung di pakaian salah satu pemuda disana, dia mengambilnya dan membaca surat yang tergantung itu.
"Katakan kepada Dewi kehidupan untuk menyembuhkan mereka, alam rahasia akan menjadi tempat kacau dari Tian Lin." tertulis di surat itu.
"Kakak? apakah mereka adalah korban dari orang-orang misterius itu?" fikir Bai kecil setelah membaca surat itu.
"Kenapa mereka?" tanya salah satu dewa penguasa dengan penasaran.
Bai kecil tidak banyak berbicara dia dengan menggerakan tangannya dan membentuk gelembung pembatas di sekitar orang-orang itu lalu membawanya ke istana.
Di istana dia mencari Sheng Lien dan meminta dia untuk menyembuhkan semua orang-orang itu, tanpa menolak Sheng Lien langsung menghilangkan energi kematian tersebut dari semua orang disana.
"Apakah mereka korban?" tanya Sheng Qiu.
"Iya! kakak yang mengirim mereka keluar, sepertinya kali ini akan ada kekacauan di dalam alam rahasia itu" desah Bai kecil.
Dia berharap kalau Lin Tian baik-baik saja di dalam, Sheng Qiu yang mendengar itu juga agak khawatir dengan generasi nya dari alam kehidupan.
Tapi dia lebih khawatir dengan Lin Tian yang masuk tanpa ada token untuk menyelamatkan dirinya, Sheng Lien yang mendengar itu hanya diam dia yakin kalau cucu nya pasti bisa mengatasi semua hal itu nantinya.
"Sepertinya kita harus bersiap" ucap Bing Zhao.
"Iya, mungkin mereka ingin melakukan nya dengan rahasia tapi sekarang karena kakak sudah tahu kemungkinan rencana mereka akan gagal" jelas Bai kecil yang sangat mengerti dengan sifat Lin Tian serta kecerdasannya.
Bing Zhao dan yang lain menganguk mereka tentu tahu kalau Lin Tian pasti bisa mengatasi semuanya tapi itu juga harus tergantung kepada generasi muda dari alam lainnya.
"Ku harap kali ini mereka bisa bersatu" ucap Sheng Lien menghela nafas berat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1