Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
128. Dewa Takdir


__ADS_3

Naga kecil memandang pria hitam tersebut dengan serius, dia benar-benar tidak mengerti apa yang di fikirkan pria ini sampai-sampai benar-benar mengatur seluruh alam dan dunia melalu takdir.


"Kamu masih bingungkan apa itu takdir?" tanya pria itu kepada Naga kecil.


Naga kecil tidak menjawab dia terus memandangi pria itu dengan wajah serius dan juga ada sedikit kebencian di matanya yang biru tersebut, jelas meskipun pria ini membantunya tapi tetap saja dia membenci yang dinamai takdir dari pria tersebut.


"Karena takdir bodohmu, aku harus kehilangan seseorang yang amat penting bagiku!" ucap naga kecil degan marah.


"Itu sudah takdir, dan begitu juga kamu! aku akan mengurungmu di sana sampai kamu menerima takdirmu" ucap pria hitam itu.


"Takdir! selamanya aku tidak akan percaya, dan aku pastikan apa yang kamu sebut takdir itu hanyalah sesuatu yang orang bodoh sepertimu percayai" teriak naga kecil dengan marah.


Dia langsung bersiap untuk pergi dari sana dengan merobek ruang, karena dia tahu dewa takdir adalah dewa yang sangat kuat dan juga dia dalam kondisi terluka jadi tentu dia bukanlah lawan dari dewa takdir ini.


"Kamu akan terkurung dalam waktu yang tak terbatas dan ini sudah takdirmu" ucap Pria itu yang menghalangi naga kecil pergi dengan rantai emas yang langsung mengikat leher naga kecil.


"Dewa takdir!" teriak naga kecil dengan marah.


Naga kecil berusaha melepaskan rantai yang ada di lehernya tapi semua apa yang dia lakukan sia-sia, rantai itu malah membuat dia semakin terikat semakin keras.


"Terima nasib mu naga langit!" ucap leluhur roh dengan tenang memandangi naga kecil yang terikat.


"Kau adalah leluhur segala roh, tapi kau dengan mudah menerimanya begitu saja kah? apakah kamu sebegitu percaya dengan takdir orang bodoh ini?" teriak naga kecil kepada leluhur roh.


"Jika ada orang yang dapat melawan takdirnya sendiri maka aku pasti akan benar-benar mengabdikan diriku padanya, dan aku disini karena hanya percaya takdir tidak dapat di ubah" jawab leluhur roh dengan wajah tenang tanpa riak sedikitpun.


"Kalian orang gila! bodoh! tidak punya pemikiran cerdas, percayalah! orang seperti itu pasti akan muncul dan membuat kalian tertawa karena kebodohan kalian" teriak naga kecil sebelum pintu itu tertutup.

__ADS_1


Memandang ke pintu yang tertutup tersebut leluhur roh menghela nafas, dia lalu menghadap ke arah tuannya yang akan menghilang tersebut.


"Pintu itu berisi rahasia besar, dan juga aku yakin kalau naga langit tidak akan terkurung lama karena dia memiliki takdir sendiri" jelas pria itu kepada leluhur roh.


"Aku mengerti tuan, aku pasti akan tetap menjaga pintu ini dan terus mengawasi jalannya dunia dan alam baru ini" ucap leluhur roh.


"Jika orang seperti itu nanti ada, maka ikuti dia sepenuh hatimu" ucap pria tersebut sebelum menghilang menjadi cahaya yang terbang ke seluruh dunia dan alam disana.


Memandangi cahaya yang berterbangan itu wajah leluhur roh agak sedih, dia tentu berharap juga akan ada orang seperti itu tapi sayangnya takdir hidup seseorang sudah di tulis sejak dia pertama kali lahir dan itu membuat dia tidak percaya akan ada yang bisa melawan takdir mereka.


"Jika itu benar maka mungkin orang itu bisa menyelamatkan alam dan dunia ini, lalu membangun kembali rumahnya para dewa" ucap leluhur roh sebelum dia menghilang ke dalam pintu putih tersebut.


Di alam kehancuran dimana naga kecil sedang bersantai, tiba-tiba air mata jatuh ke wajahnya saat mengingat masa lalu yang menyedihkan itu.


Dia yang dulu kehilangan orang-orang yang dia sayangi dan cintai akibat hal tersebut dan takdir bodoh itu, sejak dia di kurung pun dia tetap percaya kalau takdir itu bisa di lawan maupun di ubah.


Lalu saat dia sampai bertemu dengan Lin Tian, dan melihat bagaimana dia berkembang dengan matanya sendiri, barulah dia percaya diri dengan akan adanya seseorang yang bisa melawan takdir dia sendiri.


Dan jika orang seperti itu ada maka dia percaya kalau itu adalah Lin Tian, bagaimanapun dia sudah melihat sendiri bagaimana Lin Tian mengubah takdir orang-orang di sekitarnya.


"Kamu salah dewa takdir, setiap orang memang mempunyai takdirnya sendiri, tapi mereka juga punya hak untuk memelih takdir mereka sendiri" ucap naga kecil memandangi langit biru itu dengan wajah agak sedih.


Dia mengangkat botol anggurnya lalu bersulang untuk hidupnya yang dulu, lalu dia juga bersulang untuk hidupnya sekarang dan keberuntungannya mempunyai lagi keluarga yang sudah lama dia lupakan.


"Huf.. anggur memang teman yang baik untuk suasana hati yang kacau seperti ini" jelas naga kecil.


"Nah! paus kecil, dimana kita bisa menemukan ikan yang enak untuk di bakar? jika tidak ada maka kamu akanku jadikan paus bakar" ucap naga kecil memandangi paus tanduk itu.

__ADS_1


Paus itu pun ketakutan mendengarkan perkataan naga kecil, bagaimana dia mungkin mau di jadikan paus bakar? dia pun belum menikah dan punya anak tentu saja dia tidak mau di bakar.


Dia pun berusaha berkomunikasi dengan naga kecil mengatakan kalau ada beberapa tempat di sekitar pulau baru itu, yang mana pulau itu adalah pulau yang dulu Lin Tian pertama kali sampai di alam kehancuran.


Tentu pulau itu sekarang dinamai pulau api harapan, itu adalah pulau yang di namai sesuai dengan api vermilion Bird milin Lin Niao dan juga sesuai dengan harapan seluruh makhluk di alam kehancuran.


"Bagus! Carikan aku beberapa ikan, karena aku lapar sekarang" ucap Naga kecil.


Paus itupun terpaksa berkeliling dan mencoba menangkap beberapa ikan yang bagus untuk naga kecil, dia benar-benar bekerja keras menemukan setiap ikan di laut itu, karena takut jika naga kecil tidak puas maka dia akan di panggang.


"Ini baru menyegarkan" ucap naga kecil melihat banyak ikan di dekatnya dengan mata bahagia.


"Begitukah? bagaimana jika kamu membagikan beberapa ikan itu padaku?" ucap suara wanita.


"Tidak mungkin! ini ikan ku dan akan aku makan sendiri" jawab naga kecil yang tentu saja tidak mau berbagi dengan siapapun.


"Begitukah?" ucap suara itu lagi.


Anehnya naga kecil terdiam setelah itu dia dengan kaget mendengar lagi suara yang dia kenal itu, benar saja saat dia menoleh ke belakang dia melihat wanita cantik yang tengah tersenyum kepadanya.


"Gawat!" ucap naga kecil yang langsung terbang menghindari wanita yang mana dia adalah Lin Niao.


"Mau kabur? tidak bisa!" jawab Lin Niao Melemparkan rantai biru ke arah naga kecil yang membuat dia tertangkap lagi dengan mudah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2