Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
71. Kucing Api Yang Malang


__ADS_3

"Hm?" tak jauh dari pintu ke alam kedua Lin Tian melihat beberapa orang yang sedang menjaga pintu tersebut.


Kekuatan mereka semua berada di dewa surgawi tingkat rendah, bisa di bilang mereka jenius, tapi Lin Tian merasa aneh kenapa orang-orang ini malah menjaga pintu dan tak naik ke alam kedua.


"Kak! mungkin mereka ingin merampok begitu" ucap Naga kecil dengan wajah tenang tapi ada sedikit senyuman mengejek saat dia melihat ke arah beberapa orang tersebut.


"Oh! kalau begitu bagaimana jika kita menjadi perampok? apa menurutmu itu menarik?" ucap Lin Tian dengan tersenyum.


"Hehehe.... aku ikut kalau begitu kak, itu akan memudahkan kita mendapatkan beberapa keuntungan" tentu naga kecil sangat suka kalau masalah merampok seseorang itu.


Lin Tian tersenyum dia langsung mempercepat kecepatan terbang nya menuju pintu alam kedua, dia ingin tahu dari alam mana orang-orang ini berani merampok seperti itu di sini.


Swishh.


"Berhenti!" ucap salah satu dari mereka menghalangi Lin Tian.


"Ada apa saudara?" tanya Lin Tian berpura-pura bingung.


"Jika ingin lewat kamu harus membayar kepada kami, jika tidak pergi!" jelas di antara mereka dengan senyum yang menurut Lin Tian aneh.


"Oh! bukan kah pintu ini tidak ada pemilik? kenapa aku harus membayar?" tanya Lin Tian.


Mendengar Lin Tian berbicara semua orang itu saling pandang dengan senyum, mereka telah menunggu beberapa khari disini setelah memastikan kalau semua orang kuat naik ke tingkat kedua.


Dan tentu itu hanya untuk mendapatkan beberapa hasil secara gratis dari orang-orang yang menurut mereka semua lemah.


BOOMM..


BAAMMM.


"Ah! wajah ku!" teriak satu persatu setelah di pukuli Lin Tian habis-habisan.


"Sa..saudara.. tidak tuan ampuni kami" ucap salah satu dari mereka.


Lin Tian dengan sengaja mengambil token mereka, jadi mereka tidak bisa lari untuk menghancukan token mereka.


"Ho.. serahkan harta kalian maka akan ku bebaskan kalian semua" ucap Lin Tian dengan senyum manisnya.


Mendengar itu entah kenapa semua yang di pukul Lin Tian merasa menyesal, jika mereka tahu kalau hal ini akan terjadi mereka tidak akan pernah melakukan perampokan disini.


Akhirnya Lin Tian mendapatkan beberapa harta dari semua orang yang di pukul nya tadi, sayangnya semua harta mereka tidak terlalu membuat Lin Tian tertarik.


Tapi itu sudah cukup untuk pembukaan dan di jual agar mendapatkan uang lebih, Lin Tian bergerak pergi tapi dia tidak lupa memperingati mereka agar segera keluar karena alam rahasia ini tidak cocok untuk mereka.

__ADS_1


Semua yang di pukuli Lin Tian mengikuti perintahnya dan menghancurkan token mereka di depan Lin Tian.


Lin Tian segera masuk melalui pintu alam kedua, di saat dia sampai disana memang ada perbedaan di setiap tingkatannya.


"Aku merasa kalau salah satu kekuatan elemen ku di perkuat" ucap Lin Tian dengan senyum.


"Iya kak, setiap tingkatan memiliki keuntungan untuk mu, jadi manfaatkan sesuka mu" jelas naga kecil sambil tidur malas di kepala Lin Tian.


Tentu ini adalah kesempatan naga kecil karena Bai kecil tidak ada bersamanya, jika ada maka Bai kecil lah yang akan tidur di kepala Lin Tian seperti sekarang.


Lin Tian menganguk dia langsung menyerap energi disekitarnya sambil terbang mencari beberapa keberuntungan serta pintu alam ketiga.


Lin Tian berkeliling selama Satu Minggu lagi tapi dia tidak menemukan pintu ke alam ketiga.


"Hm? aura ini?" Lin Tian terhenti di depan sebuah gua.


Anehnya aura di gua itu membuat inti ibunya sangat tertarik, hal itu membuat Lin Tian tersenyum dan segera menuju ke dalaman gua tersebut.


Meong ..!


BOOMM..


"Hm...? Kucing api?" ucap Lin Tian melihat sosok binatang iblis yang bertubuh besar itu.


Meong...!


BOOMM..


"Kucing ini hanya berada di alam dewa ilahi, tapi kecepatan nya benar-benar sebanding dengan alam dewa surgawi" ucap Naga kecil dengan serius.


Lin Tian mengangguk dia benar-benar kagum dengan binatang iblis ini, dia benar-benar berfikir untuk menangkap dan menjadikan nya hadiah untuk Lan Jingyi.


"Mungkin itu bagus juga, disini aku akan menangkap beberapa binatang yang cocok dengan wanita ku" ucap Lin Tian sambil tersenyum.


Swishh..


BOOMM..


"Menyerah atau mati!" ucap Lin Tian dengan suara tenang.


Meong...!


BOOMM..

__ADS_1


Kucing itu di pukul oleh Lin Tian dan terbaring di tanah dengan menyedihkan, dia tidak bisa bergerak karena pukulan Lin Tian telah mematahkan beberapa tulang rusuk nya.


Wajah kucing api terlihat sangat menyedihkan sampai naga kecil tidak tega melihat nya, dia pun terbang dan berbicara kepada kucing api itu.


Meong...!


"Ayolah, jangan bersikeras begitu! apa ku benar-benar ingin mati disini?" ucap naga kecil.


"Bagaimana?" tanya Lin Tian.


"Dia bilang kalau ini adalah tempat tinggal nya, orang tua nya meninggalkan dia disini dan bilang kalau akan menjemput disini, tapi ini sudah jutaan tahun" ucap Naga kecil dengan wajah sedih.


Lin Tian yang mendengar hal itu merasa kasihan dengan kucing api, dia mendekati nya dan mencoba menyentuh kepala kucing api tersebut.


Tapi kucing api itu terlihat takut dengan Lin Tian, dia sampai menutup matanya berfikir kalau dia akan di bunuh Lin Tian dan mati disini.


Air mata jatuh membasahi pipi kucing api, dia rindu akan orang tuanya dia selama ini menunggu mereka berdua disini tanpa pergi sedikitpun dari dalam goa tapi..


"Tenang saja, jika memang orang tua mu masih hidup! maka aku akan membantu mu mencarinya" ucap Lin Tian menyentuh lembut kepala kucing api.


Kucing api yang memiliki kecerdasan itu tentu bisa mengerti dengan apa yang di katakan Lin Tian, dia memandang pria di depan nya itu dengan mata masih basah.


Dia lalu melihat ke arah naga kecil, naga kecil mengangguk sebagai balasan dari kucing api tersebut.


Meong...?


"Iya, jika memang benar mereka masih hidup maka mari kita cari bersama-sama, tapi aku ingin satu syarat apapun yang terjadi nanti kamu jangan bertindak tanpa perintah ku" ucap Lin Tian dengan serius.


Meong...!


kucing itu mengangguk mengerti, dia benar-benar ingin mencari orang tuanya yang telah lama belum kembali, jadi karena dia merasa Lin Tian adalah manusia baik dia pun meminta tolong untuk mencarikan ayah dan ibunya.


"Kak! tidak mungkin kedua orang tua kucing ini masih hidup" ucap Naga kecil.


"Aku mengerti! tapi aku tidak ingin meninggalkan dia disini meskipun dia terlihat sudah dewasa tapi sifatnya masih lah anak-anak" ucap Lin Tian dengan sedih.


Meong...!


Kucing api menggosokan kepalanya yang besar ke arah perut Lin Tian, dia seperti mengatakan sesuatu kepada nya dan dia pun pergi dari tempat Lin Tian lalu kembali dengan membawa banyak harta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2