Lahirnya Kaisar Langit Season II

Lahirnya Kaisar Langit Season II
73. Monster Bermata Satu


__ADS_3

Lin Tian menggendong kucing api kecil itu di pelukan nya, kucing itu menangis untuk beberapa jam disana jadi karena dia kelelahan membuat kucing itu tertidur.


"Naga kecil temani dia di dalam, dia kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya jadi butuh seseorang untuk menemaninya" ucap Lin Tian memberi tugas kepada naga kecil.


"Aku mengerti kakak! tenang saja, aku pasti akan menjaga kucing kecil ini, tidak mungkin adik kecilku?" fikir naga kecil.


"Jangan berfikir begitu! dia ini betina yah.. Nanti mungkin dia tidak akan bersama kita" ucap Lin Tian setelah sesaat memikirkan hal yang baik buat kucing kecil.


Naga kecil mengangguk megerti dia mendesah karena ternyata kucing api adalah betina, andai saja dia laki-laki maka mungkin dia bisa mendapatkan saudara sepermainan yang lain.


Tentu Lin Tian tahu apa yang sedang di fikirkan oleh naga kecil, dia mengetuk kepala naga kecil dan langsung meminta nya masuk bersama kucing api kecil.


Setelah keduanya masuk Lin Tian menatap serius ke suatu tempat yang jauh dari tebing itu, dia dengan hati-hati berjalan perlahan sambil melihat sekeliling nya.


Lin Tian terlihat tidak merasakan apapun, tapi semakin jauh dia berjalan dari tempat pertama dia muncul semakin kuat aura kematian disana.


"Hm? apa itu?" ujar Lin Tian secara tiba-tiba karena melihat sesuatu cahaya hitam.


Cahaya hitam itu perlahan semakin banyak dan berubah menjadi banyak hantu yang mengelilingi Lin Tian disana.


"Berikan hidupmu!" ucap roh-roh yang ada di sekitar Lin Tian.


"Bakar semua" ucap Lin Tian.


Dari tubuh Lin Tian api dewa naga keluar dan membakar roh-roh hitam itu dengan cepat, semua roh tersebut menjerit sampai-sampai pada akhirnya tidak ada yang tersisa di sekitar Lin Tian tersebut.


"Roh-roh ini benar-benar menakutkan" ucap Lin Tian, mungkin jika orang yang datang kesini tidak memiliki api seperti dia maka dia akan mati terhisap oleh roh-roh disini.


Lin Tian terus berjalan sampai di sebuah goa hitam yang Lin Tian tidak dapat melihat kedalam nya, karena banyak roh yang berterbangan di sekitaran goa tersebut.


"Apa ini? kenapa banyak sekali roh-roh disini? apalagi ada beberapa yang di tingkat dewa." ucap Lin Tian dengan serius.


Roh-roha yang berada di tingkat dewa mungkin saja sudah memiliki kecerdasan dan dapat berbicara seperti manusia pada umumnya.


Selain dari beberapa roh yang di temukan Lin Tian semuanya hanya lah roh biasa yang tidak memiliki akal, mereka hanya menyerang sesuai dengan insting mereka sendiri.


"Sepertinya ada rahasia di balik goa Itu" ucap Lin Tian dengan serius.


Api dewa naga muncul lalu Lin Tian memerintahkan agar dia menyerang ke arah goa tersebut, api dewa naga langsung menyerang ke arah goa hitam itu.


BOOMM..


"Penyusup! lindungi tuan" ucap para roh tingkat dewa itu.

__ADS_1


ROAARR....


BOOMM..


"Ah!"


Para roh disana menjerit karena terbakar oleh api yang di hasilkan oleh api dewa naga, dan beberapa dari mereka ketakutan saat melihat beberapa teman mereka terbakar habis oleh api dewa naga.


Bagaimana pun api yang di luncurkan oleh api dewa naga adalah api suci musuh Ali dari para roh tersebut, maka dari itu lah mereka ketakutan.


"Siapa yang mengganggu tidur ku?" ucap Suara kuno yang berasal dari dalam goa.


"Tuan!" ucap semua roh dengan hormat ke arah goa tersebut.


Lin Tian yang masih diam dari jauh dengan serius menatap ke arah goa, dia dapat merasakan kalau ada makhluk yang akan keluar dari dalam goa tersebut.


Benar saja perlahan sosok hitam dengan tubuh besar seperti raksasa muncul, tangan nya ada empat serta dengan marah satu, di atas kepalanya ada tanduk seperti tanduk banteng.


"Ini...?" Lin Tian merasa aneh dengan monster itu, dia bisa merasakan kalau dia bukan lah monster biasa.


Kemungkinan ini adalah monster yang di hasilkan oleh aura disini atau mungkin ada hal lain yang membuat monster ini.


"Api suci? aku tidak menyangka ada api suci disini, keluar! aku tahu kau pasti disini" ucap monster bermata satu itu.


Lin Tian muncul di depan api dewa naga, dia masih tenang tapi serius menatap Monster bermata satu itu.


"Manusia? hahaha.. apakah alam rahasia ini terbuka lagi? sungguh tak terduga masih ada yang berani datang kesini" ucap monster Bermata satu itu.


"Oh! jadi kamu yang membunuh makhluk yang telah menjadi tulang disini?" tanya Lin Tian.


"Iya! mereka adalah santapan ku, atau bisa di bilang makanan ku" ucap Monster bermata satu itu dengan bahagia.


"Ho.? jadi aku juga?" tanya Lin Tian lagi.


"Hehehe.. tentu saja, kamu manusia bodoh akan jadi santapan ku" ucap monster beramta satu.


Dia langsung menyerang Lin Tian dengan ke empat tangan itu, Lin Tian masih tenang melihat monster bermata satu itu.


BOOMM..


"Sungguh tubuh yang kuat, jadi daging kamu pasti sangat enak" ucap Monster bermata satu.


"Iya! tapi aku tidak tahu apakah kamu bisa atau tidak mencicipinya" ucap Lin Tian dengan senyum.

__ADS_1


BOOMM..


BOOMM..


Lin Tian bertarung adu pukulan dengan monster bermata satu itu, Lin Tian sengaja beradu fisik karena dia ingin tahu sampai dimana batas tubuh fisiknya.


BOOMM...


"Manusia ini kuat? aku mungkin tidak bisa mengalahkan nya" ucap Monster bermara satu sadar kalau dia bukan lawan Lin Tian.


Dia juga tidak bodoh, karena dari sejak dia bertarung dia tidak melihat sedikitpun kelelahan di mata Lin Tian karena biasa nya makhluk yang masuk ke tebing ini akan kehabisan energi juga mas hidupnya akan di telan.


Tapi Lin Tian berbeda karena itulah dia merasa kalau Lin Tian ini smagat lah kuat, dia berencana untuk masuk ke dalam goa nya dan mengunci nya dari dalam.


BOOMM...


Swishh..


"Apa kamu fikir bisa lari? sepertinya kamu bukan lah makhluk biasa dan bukan juga berasal dari sini, jadi mari aku ingin melihat apa kamu sebenarnya" ucap Lin Tian.


Monster bermata satu itu langsung mundur saat mereka beradu pukulan terkahir kalinya, tapi Lin Tian yang telah sering bertarung tentu tahu rencana monster itu.


Jadi dia sudah siap dan langsung mengeluarkan pedang elemen nya, pedang itu di ayunkan lalu salah satu tangan monster itu putus akibat pedang Lin Tian.


"Ah!!!!" monster itu jatuh dan menjerit kesakitan karena salah satu tangannya terputus oleh pedang Lin Tian.


"Berhenti kabur, kamu tak akan bisa kabur" ucap Lin Tian.


"Brengsek! semua roh serang dia" ucap Monster itu dengan marah.


ROAARR...


BOOMM...


Seluruh Roh yang mendekati Lin Tian langsung terbakar menjadi abu, hal itu membuat si monster bermata satu bergidik karena ketakutan.


"Jadi mari kita bicara, tapi sepertinya tidak mungkin" ucap Lin Tian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2