
"Huf... ternyata muncul disini" ucap Lin Tian yang melihat ke arah laut di alam kehidupan.
Memandang pintu di langit ada sedikit senyum di wajah Lin Tian, dia tidak tahu apakah semua ini baik atau tidak untuk nya tapi yang jelas dia akan masuk untuk ibu nya.
Mengepalkan tangannya Lin Tian terlihat serius, jika benar alam rahasia itu banyak menyimpan rahasia maka dia juga ingin melihat rahasia ap yang ada di dalamnya.
Dia pun juga ingin tahu apa yang akan terjadi di dalam sana di saat semua hal telah mendekati titik terangnya.
"Saatnya menemui nenek" ucap Lin Tian.
Dia lalu keluar dari kamarnya menuju tempat Sheng Lien berada, tapi secara tidak sengaja dia menemukan Sheng Lien sedang berdiskusi dengan Para petinggi alam kehidupan.
Melihat itu Lin Tian tidak mengganggu dan dia pun hanya melihat dari jauh, meskipun begitu dia masih dapat mendengar kalau ada beberapa pembicaraan yang sedang panas di sana.
Jelas mereka berdebat tentang masalah alam rahasia yang muncul di langit laut kehidupan.
Lin Tian hanya diam dia hanya mendengar semua nya dengan hati-hati, dan pada akhirnya dia tidak menyangka kalau orang-orang ini membicarakan tentang sesuatu seperti pelelangan.
"Pelelangan? hm... apa masalahnya pelelangan dengan Alam rahasia?" fikir Lin Tian.
Dia tidak mengerti kenapa kalau alam rahasia itu akan terkait dengan pelelangan dan dia pun mendengar kalau lelang biasa nya akan di adakan sebelum pembukaan alam rahasia itu.
Lin Tian tersenyum saat mendengar hal itu, meskipun dia tidak terlalu tertarik tapi dia ingin mencoba melihat apa yang di jual disana saat pelelangan.
"Dewi bagaimana jika kita lakukan di kota saja?" ucap yang lain.
"Hm.. itu cobalah bicara dengan Sheng Qiu" ucap Sheng Lien dengan wajah masam.
Orang-orang ini datang hanya ingin dia mengizinkan masalah pelelangan agar mereka bisa mendapatkan untung di sana, dan memang itu juga akan mmebuat alam kehidupan menerima keuntungan juga tapi yah....
"Baiklah, pergi...pergi... cucu ku telah datang" ucap Sheng Lien dengan kesal.
Pada akhirnya semua orang-orang itu pun pergi dari sana dengan wajah sedih, jelas jika mereka merasa kalau lebih baik berbicara dengan Dewi kehidupan dari pada dengan Sheng Qiu yang menurut mereka terlalu pelit.
"Haa..." ucap Sheng Lien menghela nafas.
__ADS_1
"Nenek? kenapa kamu tidak senang begitu?" ucap Lin Tian.
"Tidak apa-apa, kamu tahu orang-orang itu datang hanya meminta bantuan untuk berbicara kepada kakek kedua mu, yah.. dia terkenal dengan sedikit pelit" ucap Sheng Lien tak berdaya.
"Oh! ternyata itu masalah pelelangan, kenapa mereka tidak mengadakan nya di pelabuhan dimana pintu alam rahasia itu berada?" ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"Eh? iya benar juga" ucap Sheng Lien sadar akan rencana Lin Tian.
Dengan begitu juga dapat mengurangi orang-orang yang membuat kerusuhan di ibukota serta membuat beberapa ekonomi di pelabuhan menjadi lebih maju.
"Nenek akan bicara dengan kakek mu nanti, orang itu terlalu pelit jadi nenek harus bertindak sebagai kakaknya" ucap Sheng Lien.
Lin Tian terdiam dia berfikir kalau hanya Saudara-saudaranya yang terlihat agak aneh tapi ternyata paman dan kakek nya juga terlihat aneh.
"Baiklah, bagaimana jika sekarang kamu ikut degan nenek ke aula?" ucap Sheng Lien dengan lembut.
"Tidak nek, aku tidak tertarik ikut kesana" ucap Lin Tian menolak.
Tapi jelas kalau Sheng Lien tidak menyerah begitu saja dia mencoba dan mencoba untuk membujuk Lin Tian agar dia mau untuk ikut bersamanya ke aula yang akan mengadakan rapat disana.
Di aula benar saja beberapa orang tua itu masih heboh tentang bagaimana untuk masuk ke dalam alam rahasia itu, dan bahkan Meraka juga berharap anak mereka lah yang akan jadi pemimpin dalam alam rahasia itu.
"Ha... nenek, aku sebaik nya pergi" ucap Lin Tian.
"Oh, an'er kamu disini" ucap Sheng Qiu sambil tersenyum manis, tapi saat Lin Tian melihat senyum itu entah kenapa dia merasa kalau akan ada tugas lagi untuknya.
"Kikuk!" Lin Tian hanya bisa pasrah saja.
"Apakah dia cucu Dewi kehidupan?" ucap salah satu tetua disana.
Tentu disana juga ada beberapa orang yang terlihat muda, tapi bukan berarti mereka seusia dengan Lin Tian.
Melihat pemuda tampan itu sebagian pria muda disana tidak suka, tapi beberapa wanita cantik disana tertarik dengan Lin Tian.
"Itu kakek... aku sepertinya sedang sakit perut" ucap Lin Tian.
__ADS_1
"Ayolah! ibu mu dulu orang yang kuat dan juga sangat tegas, kenapa kamu sudah sakit perut hanya baru datang kesini?" ucap Sheng Qiu dengan senyum.
Lin Tian terdiam dia tentu tahu maksud dari Sheng Qiu tapi di hatinya dia juga mengerti kalau kakek nya ini ingin memasukan nya ke dalam rombongan orang-orang bermasalah ini.
"Ayolah, hanya kamu yang berfikir begitu, lagian kenapa harus membawa ibuku segala?" fikir Lin Tian dengan wajah tak berdaya.
"An'er, ayo duduk bersama nenek" ucap Sheng Lien sambil tersenyum.
Akhirnya dengan paksaan Lin Tian ikut bersama Sheng Lien duduk dengan nya di kursi paling depan, tentu akibatnya wajah orang-orang muda disana terlihat tidak menyukai Lin Tian.
"Habis lah" ucap Lin Tian tak berdaya.
Dia hanya ingin memakai alam kehidupan untuk masuk ke alam rahasia itu tanpa di ketahui penguasa lainnya, memang dia sudah mengubah wajahnya tapi tetap saja Orang-orang ini masih terlihat membenci dirinya.
"Keponakan kecil, wajah mu Masih tampan meskipun sudah di ubah" ucap Sheng Ming menggoda Lin Tian.
"Iya, benar! bibi kedua menyukainya" ucap Sheng Mi dengan senyum.
"Bibi, bisakah kalian tidak menambah sakit kepala ku?" ucap Lin Tian tak berdaya.
Sheng Lien dan juga Sheng Qiu hanya tersenyum, mereka memang mengatakan kalau Lin Tian adalah cucu mereka yang berasal dari alam es.
Sedangkan cucu mereka yang di bawa masih dalam di kolam kehidupan, sebagian dari pria dan wanita disana mendengar hal itu sangat kesal bahkan mereka pun tidak pernah selama itu berada di kolam kehidupan.
Jadi maka dari itu mereka juga kesal saat melihat Lin Tian yang menyamar itu, Sheng Qiu mengatakan kalau orang yang akan memimpin di alam rahasia adalah Lin Tian.
Tentu membuat pria dan wanita muda itu semakin marah, dan memberontak di hadapan seluruh tetua mereka.
"Maaf dewa Sheng aku tidak setuju, dia orang alam es kenapa harus masuk dengan kita? apalagi dia yang memimpin!" ucap Salah satu pria tampan itu.
Yang lain berdiri sambil menyuarakan hal yang sama kepada Sheng Qiu dengan wajah marah
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...