
Setelah beberapa hari pintu alam rahasia tertutup serta beberapa hal yang heboh terjadi disana, alam kehidupan kembali tenang seperti biasanya.
Sedangkan Lin Tian serta yang lainnya sedang berkumpul di sebuah halaman yang indah di istana kehidupan.
"Baiklah! aku tidak menyangka kalau bahkan Penjaga alam binatang suci benar-benar mengangkat cucu ku sebagai anaknya!" ucap Mu Chao yang juga masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Setau dia dulu, kalau penjaga alam binatang suci itu adalah wanita yang dingin serta agak membenci manusia, tapi sekarang dia melihat kalau penjaga yang membenci manusia itu penuh kasih sayang saat bersama Lin Tian.
Apakah itu tidak mengejutkan nya? apalagi seingat dia penjaga ini sama kuatnya dengan kaisar harimau bahkan lebih dari kaisar harimau karena memang dia adalah ibu dari kaisar harimau itu sendiri.
"Itu cerita yang panjang! dan juga Lin Tian adalah anak yang sangat berarti bagiku" ucap Bai Yu sambil tersenyum di bawah cadarnya.
Sheng Lien mengangguk dan tidak mempertanyakan hal-hal lain seperti Mu Chao.
"Ibu? apakah Sheng Chu'er bisa di sembuhkan?" tanya Lin Tian yang masih membiarkan Sheng Chu'er di dalam kantong binatang nya.
"Ibu hampir lupa soal itu!" ucap Bai Yu yang baru ingat, dia menepuk kening nya karena baru ingat kalau Sheng Chu'er masih berada di dalam sana.
"Kamu keluarkan dia sekarang, dia sudah sembuh tapi matanya masih belum bisa melihat" jelas Bai Yu.
"Eh? apakah kita tidak bisa lagi untuk mengembalikan mata roh ini?" tanya Lin Tian.
Tapi saat Lin Tian melihat mata roh takdir yang dia ambil sebelumnya dari tuan muda alam angin telah berubah menjadi debu.
Wajah Lin Tian snagat jelek saat melihat hal tersebut, padahal dia mencoba menjaga mata itu tapi sepertinya itu sia-sia.
"Nak! mata itu tidak sama dengan mata kita, mata itu adalah roh! tuan muda alam angin dapat menyatukan mata itu dan mempertahankan nya pasti karena beberapa barang special" jelas Bai Yu.
Lin Tian mengangguk mendengar penjelasan Bai Yu, tapi tetap saja dia sedih dengan apa yang di derita Sheng Chu'er.
Lin Tian tidak bisa apa-apa dia pun mengeluarkan Sheng Chu'er, melihat Sheng Chu'er yang muncul Lin Tian tersenyum ke arah wanita itu.
Lin Tian masih melihat kalau Sheng Chu'er masih bingung dengan apa yang terjadi padanya.
__ADS_1
"Chu'er?" panggil Lin Tian.
Sheng Chu'er langsung bergetar saat mendengar suara Lin Tian, dia sekarang tidak dapat melihat apapun di sekitar nya dia berusaha mencari Lin Tian dengan cara meraba-raba.
Lin Tian yang melihat itu pun langsung memberikan tangannya dan memeluk Sheng Chu'er dengan lembut.
"Aku...aku!" Sheng Chu'er menangis di pelukan Lin Tian.
Meskipun dia sebelumnya tidak sadar saat bersikap seperti itu kepada Lin Tian tapi dia masih mengingatnya, dan dia benar-benar sudah menganggap Lin Tian sebagai orang yang dapat dia percayai selain ayahnya.
"Tenang saja, aku pasti akan membuat mu bisa melihat lagi" jelas Lin Tian dengan wajah pasti.
Sheng Chu'er akhirnya menangis di pelukan Lin Tian, dia benar-benar takut di dalam kegelapan ini sendirian tapi karena ada di dekat Lin Tian dia merasa lebih tenang.
"Chu'er.. Chu'er...!" teriak tetua agung yang segera mencari anaknya setelah bebas dari kurungan.
"A..ayah!" ucap Sheng Chu'er.
"Maafkan ayahmu" ucap tetua agung langsung memeluk anaknya itu.
Dia benar-benar sedih melihat anaknya yang sekarang, anaknya benar-benar telah kehilangan matanya sekarang dan tak bisa melihat lagi.
Roh yang dia fikir bisa membuat anaknya untuk melihat dunia selamanya sekarang telah hilang sepenuhnya, hati tetua agung benar-benar sakit.
"Tetua agung, percayalah Sheng Chu'er bisa melihat lagi meskipun roh matanya telah menghilang" ucap Lin Tian dengan keyakinan.
Mendengar hal itu Tetua agung melihat ke arah Lin Tian dengan mata penuh harapan, dia melepaskan pelukan anaknya lalu dengan berlutut memohon bantuan Lin Tian.
"Tuan muda Lin, tolong...tolong bantu anak ku untuk melihat dunia lagi, selama kamu bisa melakukannya apapun akan ku berikan untuk memuaskan mu!" ucap tetua agung.
Sheng Lien, dan yang lain kaget melihat tetua agung berlutut itu bahkan Lin Tian tidak menduga kalau tetua agung ini akan berlutut seperti ini kepadanya.
"Bangun lah! anakku pasti membantu anak mu untuk melihat lagi, dan juga jangan selalu berlutut di depan anakku! dia tidak menyukai hal itu! cukup tunjukan ketulusan mu padanya" ucap Bai Yu.
__ADS_1
Dia menggerakan tangan nya lalu tetua agung itu pun berdiri dari berlutut nya tadi, Lin Tian tersenyum ke arah ibunya itu karena memang apa yang di katakan Bai Yu benar.
Dia tidak suka orang berlutut kepadanya, dan jika benar orang itu tulus cukup lah tunjukan ketulusannya kepada dia itu pun sudah cukup bagi Lin Tian.
"Aku akan membantu Chu'er untuk melihat lagi karena itu sudah janjiku padanya" ucap Lin Tian kepada tetua agung.
"Terima kasih..." jawab tetua agung dengan bahagia.
Sheng Chu'er mencari tangan Lin Tian, dan Lin Tian tentu langsung memberikan tangan nya pada Sheng Chu'er.
"Yah... sepertinya anakku memang pria yang nakal" ucap Bai Yu yang melihat Lin Tian saling pegang tangan dengan Sheng Chu'er, hal itu membuat wajah Lin Tian langsung malu kemerahan.
Sheng Chu'er yang mendengar itu juga malu tapi dia juga tidak bisa melepaskan tangan yang selalu rela melindunginya saat itu di alam rahasia bahkan meskipun Sheng Chu'er tahu kalau Lin Tian murni hanya kasihan padanya.
Lan Jingyi yang melihat Lin Tian dan Sheng Chu'er sedikit pun tidak merasa iri di hatinya karena bagaimana pun dia tahu Lin Tian.
Dan juga untuk apa dia iri kepada Sheng Chu'er? dia adalah dia jadi antara dia dan Sheng Chu'er pasti memiliki perbedaan masing-masing.
"Tapi sepertinya aku harus menasehatinya nanti" fikir Lan jingyi.
Bai Yu yang melihat Lan jingyi yang bahkan tidak cemburu itu tersenyum, dia tentu tahu kalau wanita ini juga telah mempunyai perasaan terhadap Lin Tian.
Dan bila di bandingkan dengan dua istri serta Sheng Chu'er, bisa di bilang Lan Jingyi lah wanita yang banyak bersama Lin Tian serta wanita yang bisa membantu Lin Tian.
"Setiap wanita memiliki kelebihan dan juga kekurangan nya jadi kamu tidak perlu iri" ucap Bai Yu dengan akal ilahinya.
Lan jingyi mengangguk ke arah Bai Yu sambil tersenyum, dia tidak iri kepada Sheng Chu'er karena dia tahu kalau Sheng Chu'er tidak lah berpura-pura untuk mendapatkan perhatian Lin Tian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1